nampyeon

nampyeon

20120224

LIKE SUN IF YOU KNOW HIM part 5



Author            : Gigiehyunnie
Main cast       : Kim jonghyun
                          Han hyunna
Support cast  : Prak ririn                  ( chingu hyunna)
Kim kibum / key     ( chingu jonghyun)
Han hyuri               (yeodongsaeng hyunna)
   Nyonya han           (eomma hyunna)
Kim hyuki               (Appa jonghyun)
Otoshimura                        (paman jonghyun)
Yon jeyon               (mantan jonghyun)
Yon Hanna                        (eoma jeyon)
Lee joon                  (songsaenim)
[Sequel]
Genre             : Romantic, family, act
Ratting           : N-17

Annyeong…. ^^
Anae nya jonghyun oppa,, comeback dengan membawa FF nya..
Mungkin ceritanya agak aneh,,juga masih banyak typo,, <namanya juga masih belajar,,kkkeke~>
Inspirasi yang datang banyak, heehe
Kalau ada yang pernah baca atau mirip dengan ceritanya, mungkin kalian pernah baca komik be naughty girl. Yapp memang dari sanalah inspirasinya. Hanya sebagian, tapi seluruhnya terlahir dari ide saya..hoho
ok happy reading. =).
Sarangheyo ~~~~~~~

*********************************************** Part 5 *******************************************
Author Pov
“kau harus pergi hyung.” Kata key. jonghyun hanya diam tidak bereaksi mendengar key bicara. “yaa hyung. Kau mau diam disini?? Tanpa berbuat apa-apa? kau namja pengecut hyung.” Teriak key sambil berdiri. Namun lagi-lagi jonghyun hanya diam duduk di sofanya key. key yang kesal langsung menarik kerah jonghyun “katakan padaku, dimana sekarang hyunna. Biar aku yang kesana.” Jonghyun melepaskan cengkraman tangan key. “kau mau apa key??” Tanya jonghyun.
“mwo?? Mau apa?? ya menolongnya hyung.bodoh. cepat kasih tahu dimana alamatnya.”
“kau tak usah ikut campur key.” tunjuknya pada muka key.

“aku sudah tidak tahan denganmu hyung. Kau tahu hyunna itu adalah yeoja yang baik. Dia ,,arghh…  aku tidak peduli lagi kalau kau memang tidak menyukainya. Dan Kalau kau tidak mau merobohkan dindingmu, diamlah selamanya disitu. Sekarang yang terpenting keselamatan hyunna. Cepat beritahu aku dimana dia sekarang.” Teriak key lagi dihadapan jonghyun.
“kau tidak usah repot-repot. Aku yang akan menyelesaikan ini semua.” Jawab jonghyun, lalu berlalu pergi meninggalkan key.
Author Pov~
@gudang xxxx
            Hyunna sadar dari pingsannya, saat tadi sedang menelepon jonghyun malah ditampar hingga dia pingsan. Hyunna merasakan perih di sudut bibirnya, dan menempelkan tangannya. “darah” gumamnya pelan.
======Flashback======
 “ishh dia yang menjanjikan kalau disini tempatnya dan ingin bertemu denganku. tapi dia malah tidak datang juga. Atau jangan-jangan dia hanya menipuku.” Gerutu hyunna di sebuah club, sambil duduk untuk menunggu kedatangan jonghyun. namun tiba-tiba datang 3 orang namja yang menghampiri meja hyunna.
“hai, sendirian cantik?” Tanya namja tersebut. Hyunna melirik ke arah 3 namja tersebut. 1 berbadan gempal, yang dirasa-rasa hyunna pernah melihatnya entah dimana. 1 bertubuh kurus namun lumayan tampan. 1 lagi berpakaian ala mafia. Dan hyunna mengetahui bahwa dialah bosnya. Hyunna tidak menjawab pertanyaan dari namja tersebut.
“baiklah, sepertinya kau menunggu seseorang ya?? kau yeojanya kim jonghyun??” tanyanya lagi. Hyunna melihat kea rah namja yang berpakain seperti mafia tersebut. “kau tahu dia?”
“tentu saja, haha. Kami berteman baik sekali. Kau yeojanya kim jonghyun?”
“aku bukan yeojanya, hanya teman sekelas.”
“teman sekelas? Tapi kenapa jonghyun terlihat berbeda saat denganmu. Serasa pacarnya saja.”
Hyunna menghela nafas pelan.
“ahh sepertinya jonghyun mengubah tempat bertemunya. Ayo ikut dengan kami.”
“kenapa aku harus ikut dengan kalian?”
“jonghyun menunggumu di tempat itu, bukannya kau mau bertemu dengannya?”
Hyunna diam, “ayo kajja”
@gudang xxx
“loh jonghyun’nya mana?? Kenapa sepi?? ” Tanya hyunna dengan polos.
“dia akan segera datang. Tapi sebelumnya boleh aku meminjam hpmu?”
Hyunna mengeluarkan hpnya, berharap bahwa jonghyun akan segera datang. Namja berpakaian ala mafia tersebut langsung menelepon jonghyun.
“yobseyo.”
“yaaa kim jonghyun, kau tahu yeojamu ada disini bersamaku.” Hyunna berpikir kembali kenapa dia berbicara seperti itu, seperti penculik saja. Batin hyunna.
“aku hanya ingin mendengar permintaan maafmu. Maka yeojamu selamat, so datanglah ke tempat ini xxxxxxxxx aku akan menunggumu… awww…” hyunna langsung menggigit tangan namja itu, lalu berlari sambil berbicara pada jonghyun. akhirnya ia tahu kalau ia ditipu, “ahh sungguh bodoh aku ini” gumam hyunna pelan sambil berusaha sembunyi.
“yobseyo??” teriak jonghyun di seberang telepon. Hyunna langsung sadar dan berbicara pada jonghyun  “yaa kim jonghyun, jangan kemari. Pokonya jangan, aku baik-baik saja. Ingat kalau kau kesini aku akan marah padamu. kyaaaaaa” hyunna ditampar sangat keras sehingga membuatnya terjatuh tersungkur dan langsung pingsan.
“yaa yobseyo. Hyunna, han hyunna…” teriak jonghyun di seberang telepon.
“cih yeoja sialan. Kau harus datang kim jonghyun” namja tersebut langsung mematikan hubungan teleponnya. Lalu melihat hyunna dan menggotongnya ke ruang tengah gudang tersebut.
===== Flashback end=====
“omoo lihat tuan putri kita sudah bangun. Mian aku memukulmu terlalu keras yah??” hyunna menepis tangan namja ala mafia tersebut. “galaknyaa haha” namja tersebut kemudian pergi menjauhi hyunna.
“ hei cantik, hiburlah kami sejenak untuk mengusir rasa kesal kami karena terlalu lama menunggu namjamu itu. Ayo menari.” Tarik namja gempal tersebut. Hyunna kemudian berdiri. “ok music.. ayo menarilah sayang” teriak namja bertubuh gempal tersebut. Sedangkan yang lainnya bertepuk tangan untuk meriuhkan suasana.
            Hyunna diam, dia berpikir, sejenak “mungkin jonghyun tidak bakalan datang. Dia juga masih sakit. Aku harus melakukan ini. Kemudian saat mereka lengah aku harus bertindak” batin hyunna. Hyunna berjalan mendekati namja bertubuh gempal tersebut, dan mulai menari. Meliuk-liukan tubuhnya itu, semuanya bertepuk tangan dengan sangat riuh. “yeahhhh” teriak namja gempal tersebut.
“aku bodoh, kenapa juga aku repot-repot datang ke sini kalau dia terlihat senang dan menari-nari seperti itu. Dasar yeoja semuanya sama” decak jonghyun yang sekarang sudah tiba di gudang tersebut dan melihat hyunna sedang menari dengan lincahnya.
            Hyunna terus menari dan merapatkan tubuhnya ke suatu kumpulan batang besi, saat namja gempal tersebut benar-benar lengah hyunna kemudian langsung mengambil batang besi tersebut, lalu mengacungkannya pada namja-namja tersebut. “cukup main-mainnya, sekarang lepaskan aku.” Ancam hyunna. Jonghyun yang melihat hyunna, melototkan matanya.
“woooo, bahaya cantik. Jangan mengacungkan benda seperti itu pada kami.” Bujuk namja bertubuh gempal itu sambil mendekati hyunna. Tanpa pikir panjang lagi, hyunna memukulkan batang besi tersebut ke arah namja bertubuh gempal tersebut. Dia langsung meraung keras. Sambil memegang terus tangannya.
“yaa, dongsaeng gwechana??” namja tampan yang jahat menghampirinya, namun dia tidak menjawab masih mengeluh kesakitan. Sepertinya tulangnya patah. Namja yang berpakaian ala mafia tersebut tanpa rasa takut menghampiri hyunna yang masih mengacungkan batang besi ke arahnya.
“yaa jangan mendekat. Cepat lepaskan aku.” Teriak hyunna. Hyunna yang takut karena dia terus mendekat lengah, dan batang besi tersebut akhirnya beralih tangan.
“aku sudah berbaik hati padamu untuk tidak menyentuhmu sampai kim jonghyun datang. Namun kesabaranku kini sudah habis” hyunna mundur kebelakang dan menabrak tembok, dan langsung membuatnya jatuh ke bawah. Situasi kali ini sangat mengerikan baginya.
“aku tidak akan segan-segan lagi padamu. Rasakan ini.” Hyunna bergidik ngeri melihat batang tersebut sudah diacungkan ke atas kepalanya.”apa aku akan mati? ” batin hyunna.
“kim jonghyunnnnnnnn” teriak hyunna sambil menutup matanya. Namun dia tidak merasakan sakit sama sekali, hyunna meraba-raba kepalanya, “masih utuh” katanya pelan. Dan perlahan hyunna membuka matanya, dan melihat jonghyun berdiri, dan namja-namja yang menyekap hyunna sudah tergeletak di lantai.
“jangan libatkan dia. Aku minta maaf atas tindakanku, kalau kalian sakit hati. Sudah cukup bukan. Aku sudah minta maaf, dan jangan ganggu aku lagi.”kata jonghyun sambil menghampiri hyunna.
            Hyunna yang masih duduk, diam tidak berbicara apa-apa. “gwechana?? Ayo berdiri.” Tanya jonghyun. hyunna menggeleng pelan, “kalau aku bisa mungkin sudah dari tadi aku berdiri jonghyun-ah” jawab hyunna pelan. Jonghyun melihat hyunna, tubuhnya bergetar. Jonghyun tahu, meski hyunna tadi bisa melawan. Sesungguhnya dia sangat takut, namanya juga yeoja. Jonghyun kemudian menggendong hyunna dengan ala bride stile.
“omo, kau tidak usah menggendongku begini.” Kata hyunna menahan malunya.
“diamlah.” Kata jonghyun ketus. Hyunna mengembungkan pipinya, dia msih tidak percaya kalau jonghyun akan datang dan menolongnya. Hyunna tersenyum dan mengeratkan pegangannya pada leher jonghyun.
“aku takut melihatmu yang tiba-tiba tersenyum.” Goda jonghyun pada hyunna. Hyunna tersenyum melihat jonghyun. namun saat hyunna melihat kebelakang, namja ala pakaian mafia tersebut sudah ada di belakang jonghyun sambil mengacungkan batang besi ke arah kepala jonghyun. hyunna yang menyadari hal itu, menarik jonghyun untuk memutar tubuhnya, sehingga yang kena adalah kaki kiri hyunna. “kyaaaaaaa” jerit hyunna saat batang besi tersebut telah menyentuh kakinya dengan sangat keras. Jonghyun membelalakan matanya. Dan menurunkan hyunna, kemudian menatap namja tersebut dengan pandangan yang sangat mengerikan. Beberapa menit kemudian, namja tersebut sudah bonyok  dan tidak sadarkan diri.
            Jonghyun mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal, masih menahan marahnya. Hyunna perlahan bangkit, dan berdiri meski itu juga dengan susah payah dan sedikit menyeret kakinya. Jonghyun melihat hyunna dengan tajam, dan mendekatinya.
“dasar yeoja bodoh. Kenapa kau mau-mau saja mengikuti kata-kata mereka hah? Bukannya kau adalah yeoja pintar. Lalu dimana kepintaranmu hah? Sampai kau tertipu seperti itu.” Teriak jonghyun. hyunna balas menatap jonghyun tak kalah emosi, “yaa kim jonghyun, siapa hah yang pertama menyuruhku untuk menunggumu di club tersebut? Kau bukan” tunjuk hyunna pada jonghyun. jonghyun diam, tak berkata apa-apa karena itu memang benar.
“aku menunggumu terlalu lama kim jonghyun. kau tahu aku khawatir padamu. Kau tiba-tiba kabur dari rumah sakit, dan tibatiba berkata ingin bertemu denganku. aku menunggumu. Tapi kau tidak kunjung datang. Saat mereka berkata bahwa kau mengubah tempatnya, aku langsung percaya Karena aku takut kau kenapa-kenapa. Tapi sayang ternyata aku terlalu bodohnya percaya dan tertipu oleh mereka. Sudahlah, aku mau pulang, kau juga sama sekali tidak menghiraukan aku sama sekali.” Kata hyunna sambil pergi dengan perlahan melewati jonghyun dengan kaki yang masih diseret.
            Jonghyun yang sadar akan perkataan hyunna, menarik tangan hyunna  “kau mau kemana?” Tanya jonghyun. “aku mau pulang kim jonghyun. lepaskan aku.” Hyunna berkata sangat dingin dan penuh amarah dalam matanya. Jonghyun langsung menarik hyunna, dan memeluknya dengan sangat erat. Hyunna aneh dan bingung dengan sikap jonghyun ini.” Mian hae hyunna.. aku hanya takut kau kenapa-kenapa.” Kata jonghyun sambil melihat hyunna dengan lekat.
            Hyunna merasakan tatapan yang berbeda dari mata jonghyun kali ini. Sungguh memancarkan kehangatan. Hyunna pun membalas menatap jonghyun dan tersenyum padanya. Jonghyun mendekati hyunna, perlahan untuk mempersempit jarak di antara mereka. Dan sedetik, keamudian bibir keduanya sudah saling menempel. Jonghyun mencium hyunna dengan lembut, dan memeluk pinggang hyunna. Hyunna membalas ciuman tersebut, dan mengalungkan tangannya ke kepala jonghyun.
            Jonghyun terus mencium hyunna, yang asalnya lembut. Kini sudah sedikit berubah menjadi ciuman yang panas. Jonghyun menggigit bibir bawah hyunna, untuk masuk ke mulutnya. Hyunna mendesah pelan, dan langsung lidah jonghyun masuk mencoba menjelajahi setiap inci rongga mulut hyunna. Hyunna pun melakukan hal yang sama, hyunna terus memperdalam ciumannya, dan tangannya sedikit meremas kepala jonghyun yang membuat jonghyun merasa terlena akan situasi ini. Mereka berdua bertukar ludah, terus berciuman.sampai hyunna mengeluh sakit, “aww ” hyunna menghentikan ciuman itu tiba-tiba dan membuat jonghyun sadar kembali ke alam bawah sadarnya. “sakit?” Tanya jonghyun sedikit gugup karena mengingat kejadian barusan.
“ bukan karena ciumanmu. Ini karena di tampar oleh namja itu sehingga membuat sudut bibirku terluka.” Tunjuk hyunna ke arah namja yang sudah bonyok tersebut. Jonghyun perlahan melihat luka tersebut, dan menciumnya dengan lembut. Membuat hyunna tidak lagi merasakan sakitnya.
            Hyunna menutup matanya, menikmati kecupan yang jonghyun berikan di bibirnya. Jonghyun menciumnya perlahan, menciumnya kembali. Lalu mencium kening hyunna. Hyunna membuka matanya.
“baiklah naik ke punggungku. Yeoja pintar, aku akan mengantarmu pulang.” Kata jonghyun sambil berjongkok membelakangi hyunna. Hyunna ragu untuk naik ke atas punggung jonghyun. “kenapa? Ayo cepat naik. Ini sudah malam”
Hyunna kemudian perlahan naik ke atas punggung jonghyun. di perjalanan mereka saling diam. “anu jonghyun-ah. Aku berat ya??” Tanya hyunna dengan polos.
“haha, iya kau sangat berat. ” jawab jonghyun sekenanya.
“yaaa menyebalkan” hyunna pura-pura mencekik leher jonghyun.
“yaa lepaskan kita bisa jatuh tahu. Diamlah sebentar.”
Hyunna Pov
            Ini bukan mimpi kan, dia datang menyelematkanku. Dan tadi juga kami berciuman. Hehe.. apa sekarang dia sudah menyukaiku?? Ahh aku sangat menyukainya.
“aku juga menyukaimu unnie. Tapi sekarang lepaskan aku dulu, berattttttt” teriak hyuri di atas ranjangnya. Omo apa yang aku lakukan, kenapa ku memeluk hyuri, dan kenapa aku sudah di kamar? Bukannya aku digendong oleh jonghyun?
Aku menepuk-nepuk pipiku. Jadi tadi malam itu hanya mimpi. “kyaaaa appo” aku berteriak cukup keras, karena hyuri menekan kakiku.
“yaa unnie, ceritakan padaku kenapa kau bisa luka begini?? Mana tadi pulang malam pula.” Ehh benarkah berarti itu semua bukan mimpi yah? Hehe. “yaa unnie.” Teriak hyuri lagi. Kenapa anak ini demen sekali teriak-teriak. Omo aku lupa aku harus bilang apa padanya.
“unnie jawab aku kalau tidak aku akan bilang pada eoma.” Aishh menyebalkan sekali.
“yaa han yuri kau lagi-lagi berteriak, ada apa pagi-pagi begini?” aku langsung menyelimuti badanku, namun hyuri menendang kakiku sehingga aku mengaduh kesakitan.
“aigoo kakimu kenapa hyunna?? Kenapa bisa luka begini??”
Aku meringis pelan dan memberikan tatapan tajamku pada hyuri, namun dia melah mehrong* padaku.ck,,”aku hanya terjatuh di tangga sekolah eoma. Sehingga kakiku seperti ini. Aku takut bilang padamu, makanya aku diam.mianhae.” aku mencoba memberikan alesan selogis mungkin agar eoma tidak curiga padaku. Aku memasang aegyoku pada eoma. Eoma tersenyum lalu mengelus pelan rambutku. “baiklah kau sekarang ke rumah sakit ya. hyuri antar unnie mu ini.”
“mwoo kenapa aku???”
“eoma sibuk, jadi kau saja yang antar.” Jawab eoma sambil meninggalkan kami. Aku tersenyum padanya, “weekkk baik-baiklah pada unniemu ini. Unnie sedang sakit kau tahu.”
“menyebalkan. Tapi kau harus menceritakan padaku unnie, atau” aku membulatkan mataku saat hyuri mau meninju kakiku. “kyaa stop..stop,, aku ngerti aku akan cerita.”
“memang harus begitu unnie.” Jawabnya dengan senyum penuh dengan kemenangan. “kau mau membunuh unnie namanya itu.” Cih dia hanya menaikan bahunya saja. Dasar adik menyebalkan.
@jonghyun home
Author pov
            Jonghyun keluar dari kamar mandi masih dengan balutan handuk di bawahnya.  Jonghyun duduk di atas kasurnya dan melihat termos kecil yang masih ada di samping kasurnya itu. Jonghyun kemudian meraih termos itu dan menuangkan nya ke dalam gelas. “loh hanya segelas lagi??” jonghyun menatap minuman obat tersebut lalu terbayang wajah hyunna dan kata-kata hyunna.
            Jonghyun tersenyum, lalu meminumnya sedikit. “uhuk-uhuk, cih rasa apa ini?? Buruk sekali.” Meski jonghyun berbicara dan menggerutu seperti itu, tapi tetap ia menghabiskan minuman tersebut. “fuahhh”
Jonghyun melihat ke arah hpnya yang berdering. “mm?yeoja pintar? Mau apa dia meneleponku” namun saat jonghyun hendak mengangkat teleponya, hpnya keburu mati. Cih, jonghyun berdecak pelan dan membuang hpnya sembarangan. Tapi sejenak kemudian dia diam dan melirik kea rah hpnya. Lalu menggaruk kepalanya, dan dengan cepat mengambil hpnya kembali, lalu menelepon balik kepada hyunna.
“nee yobseyo”
“barusan kau menelepon ada apa yeoja pintar?? Kangen padaku??” goda jonghyun.
“a..ani…seenaknya saja.” Jawab hyunna terbata-bata
“so?? ”
“hanya kepencet.”
“alesan macam apa itu??”
“aishh sudah lupakan saja. {nona han, silakan masuk*suara suster*} ahh sudah dulu ya.”
“yaa chamkaman, kau dimana sekarang??”
“aku? Di rumah sakit. Wae?”
“aku akan ke sana sekarang. Tunggu di cafetarianya.”
“hee?? Kau khawatir padaku??”
“mwo?? Yaa bukan bodoh. Aku hanya mau ngembaliin termosmu. Bukannya kau mau buat obat.”
“oo nee.. ya sudah kalau begitu.”
“ehh yobseyo,,yobseyoo,, yaaa han hyunnaa ck” teriak jonghyun.
@hospital
            “anda harus di gips Agassi.. sekitar 4 hari. Jangan terlalu beraktivitas berat ok.” Kata dokter yang sudah mengips kaki hyunna. Hyunna mengangguk dan tersenyum “nee, arraso dokter. kamsahamnida” bungkuk hyunna keluar dari ruangan dokter dan pergi ke luar dimana adiknya sedang menunggu.
“hyuri” teriak hyunna. Dengan berjalan perlahan menuju hyuri. Kemudian hyuri menoleh pada kakakknya itu, lalu tertawa “hahahahaha gayamu keren unnie.” Katanya sambil mengacungkan jempol tangannya. Hyunna langsung menjitak kepala hyuri, “aww appo” ringis hyuri. “rasakan” hyunna perlahan pergi ke cafeteria yang ada di rumah sakit tersebut.
“unnie bukannya kau mau cerita??”
Hyunna mendelik ke arah yeodongsaengnya itu, hyunna menghela nafas pelan. Lalu menceritakan dari awal tentang kejadian yang terjadi.
“woahhh unnie, kau hebat. Aku salut padamu” peluk hyuri pada hyunna.
“aaa beratt..”
“terus mana kim jonghyun itu?? Aku ingin ketemu.”
“molla, katanya dia akan datang ke café yang di depan itu.” Tunjuk hyunna pada café yang ada di depannya. Perlahan hyunna dan hyuri menuju café tersebut. Lalu datang jonghyun dari arah berlawanan hyuri yang melihat jonghyun terpana.
“omo unnie, lihat namja itu. Neomu kyeopta.” Bisik hyuri.
Hyunna langsung menoleh ke depan lalu matanya langsung berbinar melihat seseorang yang ia sayang “ahh jonghyun-ah.” Teriak hyunna sambil sedikit berlari. Karena berlari hyunna pun terjatuh gara-gara gips yang ada di kakinya. “ishhh pabbo” jonghyun mendekat, dan langsung dengan gampang mengangkat hyunna. Hyunna hanya cengengsan senyum tak jelas. Hyuri yang melihat bahwa namja itu adalah orang yang disayang kakaknya langsung pergi tanpa pamit. “huuhh kenapa unnie bisa ya, mendapatkan namja cakep seperti itu. Tapi sepertinya jonghyun juga sayang pada unnie. Ahh molla. Aku harus menyingkir. Tidak mau aku jadi kamcong.” Decak hyuri sambil berlalu pergi.
@cafetaria
Hyunna yang bingung mencari-cari hyuri, kenapa dia tidak ada di sampingnya. “ahh kemana sih dia.” Sementara itu jonghyun yang dari tadi melihat hyunna bingung dan menoleh ke kanan kiri memperhatikan hyunna dengan lekat. Matanya menyusuri wajah hyunna sampai dengan kaki. “kau mencari apa??”
Hyunna tersadar dan tersenyum gaje “ahaha ani, bukan apa-apa.”
Jonghyun kemudian melihat kembali kea rah kaki hyunna. Ada perasaan khawatir dalam dirinya. Takut kenapa-napa kaki hyunna tersebut.
Dengan gengsi bercampur rasa ingin tahu jonghyun memberanikan dirinya untuk bertanya pada hyunna tentang kondisinya “ummm bagaimana kakimu?” tunjuk jonghyun.
Hyunna melihat kakinya yang ditunjuk oleh jonghyun. “ini tidak apa-apa ko, hanya perlu di gips saja beberapa hari. Ah sekitar 4 hari.”
“hoooo” terlihat bahwa jonghyun merasa lega karena hyunna tidak kenapa-napa. Hyunna yang melihat reaksi jonghyun langsung mengeluarkan evil smirknya.
“heee,, kau khawatir padaku jonghyun-ah??”
“mwoo?? Ani,, igo termosmu.” Jonghyun langsung mengalihkan pembicaraan karena dia rasa dia tidak akan menang kalau debat dengan hyunna, dan jujur sekarang jonghyun merasa tidak bisa bohong padanya. Hyunna menerima termos kecil tersebut dan membukanya ternyata kosong. Hyunna tersenyum gembira karena walaupun mengeluh jonghyun masih mau menghabiskan obatnya.
“gomawo jonghyun-ah.” Hyunna  tersenyum dengan sangat manis yang membuat jonghyun tiba-tiba tersedak saat dia sedang minum.
“uhukk-uhukk”
“aigoo,, kau kenapa??”
Jonghyun hanya diam, lalu pergi keluar café. Hyunna yang melihat jonghyun ke luar. Buru-buru mengejarnya.
“aiihh suka seenaknya. Kenapa tiba-tiba pergi??”
“kita pulang saja. Ayo aku akan antar kamu.” Jonghyun pun memegang tangan hyunna untuk pergi kea rah mobil jonghyun. hyunna yang masih harus pakai tongkat merasa kesusahan karena jonghyun tidak menyesuaikan jalannya dengannya, sehingga hyunna sedikit meringis karena merasakan sakit di kakinya. Jonghyun kemudian menghentikan jalannya, dan melihat kea rah hyunna.
”dasar siput.”
“mwoo?? Yaaa… ”tidak sempat hyunna hendak protes gara-gara jonghyun berkata seperti itu padanya. Jonghyun sudah mengangkat hyunna dengan ala bride style. Tongkat hyunna jatuh di jalan karena tiba-tiba saja jonghyun memangkunya. “ahh tongkatku.” Jonghyun berjalan lalu mendudukkan hyunna di kursi depan mobilnya, lalu kembali lagi mengambil tongkat dan menyimpannya dalam mobil.
“kau selalu seenaknya, dasar tuan muda kaya.” Dengus hyunna. Jonghyun hanya tersenyum melihat hyunna mengembungkan pipinya.
Selang beberapa saat~
“yak akhirnya sampai. Ayo nona waktunya kau turun.”
“ahh besok jemput aku ya…” kata hyunna sambil mengeluarkan aegyonya.
“kenapa aku harus menjemputmu?? shiroooooooo” goda jonghyun
“huu,, aku masih sakit. Masa aku ke sekolah harus tetap naik kereta? Kau tega sekali jonghyun-ah” hyunna mengembungkan pipinya. Bertanda dia tidak suka, jonghyun melihat ke arah hyunna dan tersenyum jahil. Lalu mencubit pipi hyunna,
“appo.”
“kenapa sekarang kau manja sekali yeoja pintar?”
“suka-suka. Week ”
Hyunna kemudian turun dari mobil jonghyun. jonghyun menyerahkan tongkat hyunna dan mengantarnya sampai pintu pagar rumahnya.
“arra, aku akan menjemputmu.” Jonghyun mengusap kepala hyunna pelan. Hyunna tersenyum ke arah jonghyun mearasa senang akan perlakuan jonghyun kali ini.
“mm gomawo jong-ah. Hati-hati di jalan ya.” hyunna mencium pipi jonghyun kilat, lalu pergi masuk ke dalam rumah. Jonghyun menyentuh pipinya itu, lalu tersenyum. Dan segera pergi dari rumah hyunna.
<<_______________TBC______________>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar