nampyeon

nampyeon

20120327

LIKE SUN IF YOU KNOW HIM part 6



Author            : Gigiehyunnie
Main cast       : Kim jonghyun
                          Han hyunna
Support cast  : Prak ririn                  ( chingu hyunna)
Kim kibum / key     ( chingu jonghyun)
Han hyuri               (yeodongsaeng hyunna)
   Nyonya han           (eomma hyunna)
Kim hyuki               (Appa jonghyun)
Otoshimura                        (paman jonghyun)
Yon jeyon               (mantan jonghyun)
Yon Hanna                        (eoma jeyon)
Lee joon                  (songsaenim)
[Sequel]
Genre             : Romantic, family, act
Ratting           : N-17

Annyeong…. ^^
Anae nya jonghyun oppa,, comeback dengan membawa FF nya..
Mungkin ceritanya agak aneh,,juga masih banyak typo,, <namanya juga masih belajar,,kkkeke~>
Inspirasi yang datang banyak, heehe
Kalau ada yang pernah baca atau mirip dengan ceritanya, mungkin kalian pernah baca komik be naughty girl. Yapp memang dari sanalah inspirasinya. Hanya sebagian, tapi seluruhnya terlahir dari ide saya..hoho
ok happy reading. =).
Sarangheyo ~~~~~~~


*********************************************** Part 6 *******************************************
Author Pov   
Pagi itu jonghyun sudah bersiap-siap untuk menjemput hyunna dan sudah stand by di depan rumah hyunna. Yaa entah kenapa dia hari ini sangat bersemangat. Jonghyun sedikit tersenyum melihat keanehan yang sedang terjadi dalam dirinya. Dia sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan hyunna. Tiba-tiba pintu pagar hyunna terbuka dan menampilkan sosok yang ia tunggu-tunggu. Jonghyun sedikit tersenyum melihat hyunna menengok ke kiri-dan ke kanan. Lalu sedetik kemudian hyunna melambaikan tangannya pada jonghyun, karena dia tahu dari mobilnya yang terpakir tak jauh dari rumahnya tersebut. Hyunna kemudian mengambil heandphonenya, lalu menelepon jonghyun.
Nonna neomu yeppo~ dering hp jonghyun.
“jonghyun-ahh”
“tidak usah berteriak segala kali.”
“ehehe mian. Aku senang soalnya. Aku ke sana yaa.. ehhhh”
Jonghyun melihat ada mobil yang tiba-tiba datang ke hadapan hyunna. Jonghyun yang sadar bahwa hyunna masih meneleponnya langsung mendengarkan percakapan hyunna.

“ehh appa.? Kenapa ada di sini.”
“appa dengar kamu sakit. Ayo appa antar kamu ke sekolah.”
“taapii..”
“kita sudah lama tidak bertemu bukan, kau tidak mau bertemu dengan appa.?”
Hyunna bingung lalu dengan terpaksa menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam mobil ayahnya. Jonghyun menggeram pelan lalu memukul stir kemudi mobilnya.

@ mobil ayah hyunna
“kenapa kau bisa celaka seperti hyunna?”
“ahhh hanya terluka sedikit.” Jawab hyunna dengan terbata.
Yaa akhirnya setelah sekian lama hyunna bisa bertemu dengan ayahnya yang sudah berpisah dengan ibunya. Sekarang ayahnya ini bekerja di luar negeri sebagai composer handal di Negara inggris. Kisah pilu di masa lalu, yang membuat hyunna menjadi yeoja kutu buku adalah gara-gara ini. Gara-gara perceraaian orangtuanya, hyunna disuruh oleh eomanya untuk selalu belajar dan dituntut untuk menjadi seorang ahli hukum. Namun hyunna ingin sekali menjadi seperti ayahnya seorang pemusik. Hal itu dintentang habis-habisan oleh ibu hyunna. Sampai hyunna dikurung, dan di pukul. Semua yang berhubungan dengan music, oleh ibunya dibuang. Sehingga membuat hyunna terpuruk, dan sedikit depresi. Yang akhirnya membuat hyunna kurang bergaul. Setelah sekian lama, akhirnya ibu hyunna menikah dengan seorang namja dan lahirlah hyuri. Ibu hyunna menyadari bahwa perilakunya pada hyunna salah. Lalu dia mencoba bersikap baik dan selalu memanjakan hyunna. Meski kadang hyunna merasa itu sangat berlebihan dan sangat memuakkan untuknya. Namun apa daya, hyunna sudah capek untuk membantah apa yang dikatakan ibunya. Sampai ia bertemu dengan jonghyun itu mulai berubah.
“ kau melamun sayang??”
Hyunna tersadar mendengar suara ayahnya. “ahh mian appa.”
“bagaimana ibumu??”
“yahh sehat.”
“hyunna, appa sangat ingin tinggal denganmu, putri appa satu-satunya. Mau ikut bersama appa ke inggris??”
Hyunna membelalakan matanya, ingin sekali ia berkata YA namun ada hal yang mengganjal dalam hatinya, apalagi dia sudah berjanji pada jonghyun.
“kau sudah dewasa sayang. Sudah bisa menentukan mana yang terbaik. Appa akan menunggu jawabanmu. Sekarang belajar yang baik ya.”
Ayahnya hyunna mengecup pelan puncak kepala hyunna.
“nee. Kapan appa pulang ke inggris??”
“besok appa berangkat lagi. Appa menunggumu sayang.” Hyunna mengangguk lalu turun dan masuk ke sekolahnya.
@class
            Hyunna diam di mejanya, bengong melihat ke arah depan dengan tatapan kosong. Tiba-tiba suara pintu terbuka dengan nyaring dan muncullah jonghyun. hyunna yang melihat ke arah jonghyun, tidak berani menatap matanya. Karena ia tahu bahwa jonghyun sangat marah. Hyunna menepuk kepalanya pelan, sedangkan jonghyun menatap tajam ke arah hyunna. Jonghyun yang sudah senang bisa menjemput hyunna, tapi ini malah ditinggalkan oleh hyunna dengan menaiki mobil yang lain. Padahal jonghyun sudah menunggunya beberapa jam. Jonghyun cukup kecewa pada hyunna. Saat istirahat tiba jonghyun segera pergi ke luar kelas dan pergi ke atap. Hyunna menghela nafas pelan, dan berusaha bangkit dari mejanya.
“ahh rin. Tolonng aku yaa.”
“umm waeyo?? Loh kenapa kakimu??”
“he ceritanya panjang. Antar aku ke atap ya. aku akan cerita di jalan.”
“baiklah, tuan putri.”
Hyunna tersenyum pada Rin dan berjalan perlahan ke arah atap dengan ceritanya.
@atap
Jonghyun Pov
            Cih yeoja sialan kenapa dia begitu sih, kalau memang mau pergi dengan yang lain bilang dulu kek. Arghhhhhhhh aku menjambak rambutku. Hahh kenapa aku kesal begini sih hanya gara-gara tidak berangkat bareng dengannya. sialan.
“jonghyun-ah” ah suara ini lagi.
“jeyon-ah wae?” tiba-tiba saja yeoja ini memelukku, ihh apa maksudnya ini. “yaa lepasskann”
“shirooooo aku kangen padamu jonghyun. kumohon kenapa kau meninggalkanku??aku kesepian.”
Aku terdiam melihat jeyon seperti ini. Rasanya seperti ke masa lalu, ya aku tahu kalu jeyon seperti ini, berarti dia mempunyai masalah.
KReeekKK aku menoleh ke arah suara pintu tersebut yang terbuka. Aku melihat hyunna berdiri di sana sambil memegang termos kecilnya.
“ahh tunggu.” Hyunna langsung pergi begitu saja. Sedangkan jeyon menahanku untuk tidak pergi.
“kyaaaaaaa” ahh suara hyunna. “yaaa lepaskan.” Bentakku pada jeyon. Jeyon melepaskanku perlahan, aku langsung berlari ke arah hyunna yang sudah tergeletak di bawah tangga. “hyunna..” aku berlari dan mencoba membantunya berdiri namun ditepisnya dengan kasar. Aku bingung akannya, saat menatap matanya terlihat bahwa ia sangat kesakitan. Matanya merah sekali. Apa yang harus aku lakukan?
“jonghyun-ah. Kau tidak tahu? Jika sekarang kau dan dia pergi berdua ke kelas apa kata orang nanti?? Dia sangat mementingkan imejnya bukan.” Aku tehenyak mendengar kata-kata yang keluar dari jeyon. Aku berpikir memang saat itu juga hyunna menghindariku saat anak-anak sekolah melewati kami. Aku menghela nafas pelan lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua. Yah lebih baik aku tidak membantunya sama sekali.

Hyunna Pov
“kenapa kau selalu ingin menggangguku jeyon??” aku marah mendengar dia berkata seperti itu.namun yeoja ini malah tersenyum menanggapiku
“itu memang benar bukan? Kamu takut jika semua orang tahu kamu menyukainya. Pikirkan sendiri, karena kau telah berbuat hal itu pada jonghyun.”
Aku terdiam mencoba mengingat kembali apa yang sudah aku perbuat, omo waktu itu aku memang menghindarinya saat memberikannya bekal. Ishh aku begitu bodoh, tidak menyadari keanehan jonghyun. ahh pasti jonghyun sakit hati. Kalau dipikir-pikir juga di kelas aku belum pernah mendekatinya. Padahal aku sendiri yang bilang menyukainya dan tidak peduli orang berkata apa. pabbo,,han hyunna pabbo.
            Aku harus melakukan sesuatu.
@class
Author Pov
            Hyunna berjalan ke arah jonghyun yang sedang duduk manis di mejanya. Anak-anak yang melihat tingkah hyunna mulai berbisik-bisik. Rin pun bengong melihat hyunna. Jonghyun yang merasakan parfum wangi citrus milik hyunna mendongkak dan melihat hyunna di depannya, jonghyun kaget melihat hyunna, yang sudah duduk di depan mejanya. Hyunna tersenyum manis pada jonghyun. sedangkan anak-anak yang lain semakin gencar berbisik-bisik mengenai hyunna.
“kau tidak takut berdekatan denganku yeoja pintar” Tanya jonghyun.
Hyunna tersenyum melihat jonghyun. “sejak kapan aku takut padamu?? Bukannya aku selalu mengikutimu kemanapun???” hyunna perlahan membuka termos kecilnya dan menuangkan isinya dan meniupnya perlahan.
“aku kira kau takut jika semua anak disini memandang rendah padamu.” Kata jonghyun kembali.
Hyunna menghentikan tiupannya. Lalu tersenyum kembali dengan amat manis pada jonghyun, sehingga membuat jonghyun gelagapan.
“haha kau terlalu cepat termakan omongan jeyon jonghyun-ah. Saat aku mau menjelaskan kau sudah pergi duluan. Huu,, dasar pabbo. Aku tidak akan takut, malu atau apa jika ada di sisimu. Karena menurutku kau seperti matahari untukku. Nih sekarang minum.”
Jonghyun sedikit tersipu mendengar ucapan hyunna. Dengan ragu-ragu jonghyun mengambil tutup termos itu.dan meminumnya perlahan.
“huekkk seperti biasa rasanya tidak enak.” Hyunna tertawa renyah melihat ekspresi jonghyun. “aku akan buat itu manis tapi tidak disini sepertinya.” Hyunna mngerilingkan matanya nakal. Jonghyun yang melihat hyunna, tersenyum lega. Yahh mereka tidak peduli jika sekarang mereka sudah menjadi bahan pembicaraan orang satu sekolah, orang pintar yang mendekati namja paling bodoh dan pembuat onar di sekolah.
“hei yeoja pintar, kau akan menyesal nanti.” Kata jonghyun pada hyunna yang masih asik tersenyum pada jonghyun.
“aku tidak akan menyesal jonghyun-ah, sampai kapan pun. Ini sangat mengasikkan.” Jawab hyunna dengan sedikit menahan tawa. Sedangkan jonghyun hanya tersenyum penuh arti pada hyunna.
Next day~
            Sinar mentari yang cerah menyeruak memaksa masuk ke dalam sebuah kamar, sengaja membangunkan orang di dalamnya untuk bangun dan melihat indahnya dunia. Jonghyun masih terbuai oleh mimpinya, yaa karena ia berpikir bahwa hari ini hari minggu jadi tidak usah masuk ke sekolah segala. Tanpa ia sadari pintu kamarnya perlahan terbuka dan masuklah sesosok yeoja yang amat cantik. Meski ada gips di kakinya namun itu tak mengalahkan kecantikannya pagi ini. Hyunna perlahan menuju ke arah tempat tidur jonghyun. lalu duduk di samping tempat tidur namja tersebut. Hyunna melihat dengan lekat seluk beluk wajah jonghyun yang begitu sempurna.
            Perlahan hyunna mengusap pipi jonghyun, lalu beralih ke arah bulu mata jonghyun, dan sekarang menusuk-nusuk pipi jonghyun. “ironaaa” bisik hyunna sambil terus menusuk-nusuk pipi jonghyun. namun jonghyun hanya bergumam tak jelas, hal itu membuat hyunna menutup mulutnya ingin tertawa karena jonghyun kali ini mirip sekali dengan anak kecil. Hyunna mendekatkan wajahnya pada wajah jonghyun persis di depannya yang tinggal berjarak beberapa centi lagi. Hyunna tersenyum melihat jonghyun.
            Jonghyun merasakan nafas yang sangat hangat menerpa wajahnya, juga parfum citrus yang selalu mengingatkannya pada hyunna. Jonghyun mengerjapkan matanya, hendak membuka mata. Namun alangkah terkejutnya ia melihat hyunna sudah ada di depan mukanya. Jonghyun mundur kebalakang secara reflex sehingga membuat ia terjeduk ke tembok. “awww… yaa kenapa kau ada disini??” sembur jonghyun sambil mengusap-ngusap kepalanya.
Hyunna tertawa kecil dan menunjukkan senyumnya. “morning chagiya.”
Jonghyun yang mendengar hyunna mengatakan ‘chagiya’ terbelalak kaget. Ada perasaan senang dalam hatinya. “mwoo?? ” desis jonghyun.
Hyunna hanya tersenyum lalu menyibakkan tirai supaya cahaya matahari bisa masuk ke dalam kamar jonghyun. “ lebih baik kau mandi dulu jonghyun-ah. Aku tunggu di luar ya.” kedip hyunna sambil berjalan keluar.
“yaa apa yeoja itu gila?” Tanya jonghyun pada dirinya sendiri.
@ruang tengah
            Jonghyun yang sudah mandi dan sudah berdandan (?) berjalan ke arah ruang tengah. Perlahan jonghyun mendengar suara tertawa hyunna dengan seorang namja. Jonghyun pun masuk ke arah dapur dan melihat hyunna sedang bergulat dengan spatula, juga otoshimura. Hyunna mengehentikan aktivitasnya, saat melihat jonghyun sudah ada di ruangan tersebut. Dengan sedikit tergesa hyunna membuka apronnya dan berlari ke arah jonghyun.
“kau tampan jonghyun-ah. Ayo kita makan.” Hyunna menarik tangan jonghyun untuk duduk di meja makan. Lalu meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan jonghyun. jonghyun melirik ke arah nasi goreng tersebut dan menunjuknya dengan tatapan heran.
“aku yang masak ko. Cobalah, meski hasilnya aneh dan sedikit gosong. Tapi enak ko. Aku sudah mencobanya.” Terang hyunna dengan mata yang berbinar-binar. Jonghyun yang melihat hyunna sangat semangat menelan ludahnya, ia kembali melihat nasi goreng tersebut. Tampilannya buruk sekali (tidak bisa dijabarkan pokoknya, hyunna memang tidak bisa masak-__-) “mudah-mudahan aku tidak akan mati gara-gara makan ini.” Katanya dalam hati. Perlahan jonghyun menyendok nasi goreng tersebut, dan dengan ragu-ragu memasukkannya ke dalam mulut dan menguyahnya secara perlahan. Sedetik kemudian jonghyun membelalakan matanya, lalu segera berlari ke arah toilet dan memuntahkan apa yang ia barusan makan. Hyunna bingung melihat jonghyun seperti itu, sedangkan otoshimura hanya bisa menahan tawanya. Jonghyun kemudian datang, dan duduk kembali .”kau ini selalu buat racun ya??”
“mwo?? Enak saja. Ini enak tau.” Hyunna memakan nasi goreng tersebut di hadapan jonghyun dan mengangguk-nganggukkan kepalanya. Jonghyun berkerenyit ngeri melihat yeoja yang ada di sampingnya kini.
“so kau mau apa ke rumahku pagi buta begini?”
“yaa ini bukan pagi buta. Ini siang tau.”
“terserahlah.”
“igo. Ayo kita belajar sekarang.” Kata hyunna sambil mengeluarkan beberapa buku tebal dari tasnya sambil tersenyum jonghyun bengong melihat hyunna.
@kamar jonghyun
“yaa kenapa kau bisa menyelesaikan soal ini?? Padahal aku saja tidak bisa.” Teriak hyunna pada jonghyun. jonghyun tersenyum puas melihat reaksi hyunna. Yaa pantaslah itu mudah untuk jonghyun, karena itu sudah ia pelajari dulu. Kemampuan mengingat jonghyun ini harus di ancungi jempol.
Krekk~ pintu terbuka dan masuklah otoshimura sambil memegang dua buah cake dan orange juice. “ini supaya kalian tenang belajarnya.” Hyunna menganguk “gomawo otoshi” sedangkan jonghyun diam dan malah menatap tajam namja dihadapannya kini.
“yaa kenapa kau begitu dingin padanya.” Tanya hyunna saat otoshi sudah pergi dari kamar jonghyun. “terserah aku dong” jawab jonghyun ketus.
“ishh menyebalkan.” Sunggut hyunna.
Berjam-jam jonghyun dan hyunna belajar bersama, kadang hyunna sedikit tertidur saat belajar. dan tanpa terasa waktu satu hari pun sudah terlewat begitu saja. Sekarang hyunna dan jonghyun sudah berdiri di depan pintu pagar rumah hyunna. Hyunna tersenyum pada jonghyun.
“gomawo untuk hari ini. Aku tak menyangka rumamhmu kaya istana jonghyun-ah.”
“baru tahu aku anak kaya yaa?? ”
“buu sombong” cibir hyunna sambil mengembungkan pipinya, jonghyun tersenyum dan sedikit mengacak rambut hyunna.
“jonghyun-ah, anu.. mm kau mau kan mengisi lembar jawaban ujian untuk besok???”
“aku tidak tahu”
“yah meski besok hanya tes ujian bukan ujian kelulusan tapi ini penting loh. Anu sejujurnya aku ingin lulus bareng denganmu jonghyun-ah. Aku ingin kita bisa berfoto sama-sama di album kelulusan.”
Jonghyun hanya diam mendengar hyunna bicara tersebut.
“ahh aku tidak ingin cerita kita berakhir seperti wendi dan peterpan jonghyun-ah. Kau tahu.? Kau seperti peterpan yang senang dengan duniamu sendiri, lalu muncullah wendi yang bisa mengubah pandangan hidupnya. Peterpan jatuh cinta pada wendy. Namun setalah peterpan memberikan sebuah ciuman untuk wendy, mereka berpisah karena peterpan lebih senang untuk diam di dunianya sendiri daripada ikut ke dunia luar, dan mereka tidak pernah bertemu kembali. Dan aku tidak mau akhir kita seperti itu jonghyun-ah.” Hyunna menundukkan kepalanya.
Jonghyun tersenyum lalu memeluk hyunna
“dasar pabbo. Jangan kau samakan dengan cerita dongeng seperti itu. Itu tidak akan pernah terjadi hyunna” kata jonghyun. hyunna menatap mata jonghyun, ya hyunna yakin bahwa jonghyun tidak akan berbohong.
“kalau begitu, isi yaa” rengek hyunna dengan mengeluarkan aegyonya.
“kita lihat besok” jonghyun lalu tersenyum pada hyunna. Dan sedikit memperkecil jarak dengan hyunna.
Hyunna yang tahu bahwa jonghyun semakin mendekatkan wajahnya padanya, langsung menutup matanya. Jonghyun tersenyum kecil, dan mendaratkan ciuman yang manis pada bibir hyunna. Jonghyun mencium hyunna perlahan dan sedikit memiringkan mukanya. Hyunna memegang pinggang jonghyun dan membalas ciuman jonghyun.  sedangkan jonghyun memeluk pinggang hyunna dengan mesra. “hmmm” desahan kecil keluar di bibir hyunna karena terlalu terlena oleh ciuman jonghyun.
Jonghyun mengecup, mengulum bibir hyunna dengan intens. Membuatnya sama-sama terlena. Jonghyun perlahan melepaskan ciumannya, setelah sekitar 2 menit berlalu. Terlihat hyunna sedikit tersenggal senggal karena kekurangan nafas. Jonghyun tersenyum pada hyunna, dan mengecup kembali bibir hyunna kilat.
“mimpi yang indah yaa” jonghyun pun langsung pergi dengan membawa mobilnya. Hyunna terpaku di tempat, dan menyentuh bibirnya, lalu tersenyum. “ehehe”
Sambil tersenyum lebar hyunna masuk ke dalam rumah, dan terkejut melihat ibunya sedang duduk di depan tv. Sambil memegang sebuah  amplop. Hyunna melirik ke arah amplop tersebut merasa penasaran. “ahh kau sudah pulang??”
“ne eoma.”
“cepat tidurlah karena besok kau harus ujian bukan??”
Hyunna mengangguk lalu pergi ke kamarnya. Ada perasaan cemas dalam hatinya kini. Sementara itu, di ruang tv ibu hyunna memegang isi dari ampolo tersebut dengan bergetar. Dan sedikit meremasnya. Yaa itu adalah foto. Foto hyunna dengan jonghyun, yang sedang berduan, sedang berciuman, lalu hyunna yang berubah penampilannya. Semuanya ada di dalam foto tersebut, yang sekarang sedang dipegang oleh ibu hyunna. Ibu hyunna menggeram pelan. Dan melemparkan amplop tersebut ke sembarang tempat.
Next day~
            Hari ini semua siswa kelas tiga sedang bersiap mengikuti tes percobaan ujian, ini dilakukan untuk mengukur seberapa bisanya kita dalam mengisi lembar ujian nanti. Hyunna duduk gelisah di mejanya, sesekali melirik ke arah jonghyun. namun yang dilihat hanya menutup mata seakan tidak peduli dengan hari ini. Jonghyun yang merasa diperhatikan membuka matanya dan melihat hyunna lalu tersenyum pada hyunna. Hyunna yang melihat jonghyun tersenyum padanya merasa lega, ia yakin bahwa jonghyun akan mengisi lembar jawabannya. Hari itu terlewatkan dengan cepat, dan sekarang tinggal menunggu hasilnya keluar.
2 days letter~
“hyunna ayo cepat lihat papan pengumuman.” Teriak Rin pada hyunna yang baru saja datang ke sekolah. Hyunna langsung antusias dan segera melihat hasilnya, hyunna melihat nama kim jonghyun berada di urutan paling bawah. Hyunna membelalakan matanya. Ia merasa sedih, kesal, bercampur jadi satu karena ternyata usahanya selama ini sia-sia. Hyunna menoleh pada Rin saat dia di tarik-tarik Rin.
“wae Rin?”
“lihat hyun-ah, kau ada di peringkat 10.” Tunjuk rin dengan muka tidak percaya. Hyunna melihat apa yang ditunjuk oleh Rin dan benar saja bahwa dia berada di urutan ke 10. Hyunna tersenyum miris, lalu pergi meninggalkan papan pengumuman tersebut. Hyunna berjalan dengan cepat karena sekarang gipsnya sudah di buka, ingin segera melihat namja itu. Hyunna langsung menarik tangan jonghyun saat melihatnya.
“kenapa kau tidak mengisinya jonghyun-ah?” Tanya hyunna dengan marah. Jonghyun berbalik dan menatap hyunna.
“loh gipsmu sudah dibuka?? syukurlah”
“jawab aku jonghyun-ah”
“aku sudah mengingatkan kamu sebelumnya hyunna. Jangan terlalu berharap. Dan sekarang nilaimu turun, semakin membuatku muak pada yeoja pintar sepertimu. Kau tahu mereka menyalahkanku karena nilaimu turun.”
“hanya itu yang mau kau katakan jonghyun-ah. Aku kecewa padamu. Bukannya kau sendiri yang bilang tidak akan memperdulikan kata-kata orang. Sungguh menggelikan” hyunna tersenyum sinis pada jonghyun. lalu berbalik untuk pergi meninggalkan jonghyun. namun jonghyun menarik tangan hyunna.
“kau mau kemana? Sekarang masih ada pelajaran.”
“hoo kau masih memperdulikan pelajaran, tapi masih tidak mengisi jawabanmu. Sekarang lepaskan aku.” Hyunna sedikit berteriak pada jonghyun. jonghyun yang melihat hyunna seperti itu merasa bersalah, ia tahu bahwa yeoja yang ada di hadapannya kini sangat marah dan kecewa padanya. Perlahan jonghyun melepaskan tangan hyunna, hyunna tidak mau melepaskan kesempatan itu, dan segera berlari meninggalkan jonghyun. saat hyunna berlari di koridor sekolahnya, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal. Hyunna membelalakan matanya saat orang tersebut semakin mendekat padanya dan sesuatu terjadi di antara mereka berdua.
Plakkkkk tamparan yang cukup keras mendarat di pipi hyunna. Hyunna meringis pelan sambil memegang pipinya, “eomma” desisnya pelan.
Ya ternyata seseorang itu adalah ibu hyunna. Ibu hyunna terlihat marah, matanya marah dan tangannya bergetar setelah menampar hyunna. Sedangkan tangan satunya lagi memegang amplop yang tadi malam. “ikut eomma” hyunna diam dan mengikuti eomanya pergi ke ruang songsaenim, ia diam kejadian tadi serasa melemparkannya ke masa lalu.
@ruang songsaenim
            Suasana di ruangan tersebut cukup mencekam. Songsaenim melihat dengan intens foto yang di bawa oleh ibu hyunna. Sedangkan hyunna hanya bisa diam, karena ia tahu siapa yang menyerahkan foto tersebut pada ibunya.
“langsung saja songsaenim, saya ingin anak yang bernama kim jonghyun tersebut dikeluarkan dari sekolah ini, karena sudah mempengaruhi anak saya menjadi tidak benar.” Hyunna yang mendengar ibunya berkata tersebut langsung berdiri dan melotot pada ibunya.
“andwae… eomma. Jangan lakukan itu.”
“kau mau membantah eoma hyunna? Duduk.”
“ani, eoma kau salah. aku seperti ini karena keinginanku. Bukan gara-gara jonghyun, bukan gara-gara dia. Jadi jangan libatkan dia eoma aku mohon.” Hyunna memelas pada ibunya. Namun ibunya malah berdiri dan menampar kembali pipi hyunna. Plakk yang sukses membuat hyunna semakin kesakitan.
“cukup han hyunna. Ayo kita pulang. Dan songsaenim saya mohon pertimbangkan permintaan saya. Permisi.” Ibu hyunna melangkah pergi sedangkan songsaenim hanya diam melihat kelakuan ibu hyunna. Ia tidak percaya bahwa ibu hyunna seperti itu. Hyunna diseret oleh ibunya sampai di ruang parkir, hyunna langsung menghentakan tangan ibunya,”lepaskan eoma. Biarkan aku sendiri.” Hyunna berlalari meninggalkan ibunya menghiraukan segala apa pun yang ada di depannya dan suara ibunya yang terus memanggil-manggil namanya.
@class
Rin pov
            Ahh kenapa hyunna tidak kembali juga. Aku cemas, apalagi tadi aku melihat ibunya datang dan menampar hyunna. Aigoo aku tidak mau jika hyunna kembali seperti dulu. Tuhan aku harus bagaimana. “haa ternyata jadi orang pintar itu sangat menyedihkan ya. dia yeoja yang bermuka dua. Mendekati jonghyun, dan akhirnya dia jatuh. Cih rasakan akibatnya.”
Mwo dia bilang apa? sialan. Kenapa semua menganggap hyunna sebelah mata sih. Aku berdecak pelan. Aku harus buat perhitungan. BRAKKK aku menoleh ke arah suara itu, jonghyun-ah. Aigoo dia kenapa sangat mengerikan sekali sekarang, mirip seseorang jika dia sedang marah.
[sementara itu di lain tempat “hacchuuuuu,, ishh kenapa aku malah bersin sih. Sepertinya ada yang membicarakanku” key menggaruk hidungnya pelan.].
 tapi siapa ya?? ahh hyunna-yaa kau dimana?? Mudah-mudahan kau baik-baik saja.
Jonghyun Pov
            Apa hyunna baik-baik saja ya?? kenapa yeoja itu begitu keras kepala. Hanya ada dua tempat yang akan ia kunjungi saat ini, itu juga kalau aku tidak salah menebak. Hemp sejak kapan aku bisa memahaminya sampai sejauh ini. Ruang music, apakah dia disini?? Aku melihat ke seluruh ruangan tersebut namun tidak ada sama sekali. Kalau begitu dia ada di atap. Tempat terakhir yang sering ia kunjungi. Kenapa perasaanku seperti ini ya? seakan tidak mau dia kenapa-kenapa, takut, khawatir padanya. Apa aku sudah jatuh cinta padanya? Ahhh ani, ani, lebih baik aku segera kea tap mengecek keberadaannya.
@atap
Hyunna Pov
            Ahhh angin yang menerpaku kali ini begitu lembut, membuatku sedikit nyaman. Aku membuka mataku dan melihat ke depan. Begitu indahnya langit kali ini. Rasanya ingin aku terbang ke langit, seperti burung itu bebas rasanya. Aku mngelus pipiku, terasa panas. Kenapa eoma kembali memukulku, akhh sakit.
“yaa kau mau mati hah??” aku menoleh ke arah suara namja yang khas ini. Aku sedikit tersenyum melihatnya.
“aku tidak akan mati jonghyun-ah”
“kalau tidak mau mati kenapa kau berdiri di tiang pembatas seperti itu. Tidak takut jatuh??”
“haha aku tidak akan mati kalau hanya jatuh dari ketinggian seperti ini.” Tunjukku pada jonghyun. kulihat jonghyun lagi, mukanya memberengut. Kenapa ya?
“yaa cepat turun pabbo.” Teriaknya kini. Ahh menyebalkan, aku langsung turun dan mendekat padanya. Terlihat lega di mukanya, oo aku tahu. Hihi jadi sedikit ingin menggodanya.
“kau mengkhawatirkanku ya??”
“mwoo?? Ani, ,ani,,” cih pake ngebohong segala. Keliatan banget.
“ahaha jangan khawatir jonghyun-ah, aku kuat ko”
“hmp aku tahu itu. Aku hanya takut, jika kamu menangis meraung-raung disini bahkan mau loncat dari sini nih, hanya gara-gara nilai turun. Rasanya tidak masuk akal seorang hyunna melakukan itu.”
“takut?? Wahh kau ternyata mengkhawatirkanku jonghyun-ah. Aku senang.”
“yaa pabbo, jangan ketawa” ihh dia malu-malu, omo mukanya tersipu merah. Ahaha lucunyaa.
“ahaha aku tidak akan ngelakuin hal bodoh seperti itu jonghyun-ah. Aku tidak peduli jika nilaiku turun sekali pun. Kalau dipikir-pikir harusnya kamu jonghyun-ah yang harus menangis meraung-raung.”
“mwo? Kenapa harus aku?”
“yaa karena aku mendapat nilai lebih besar dari kamu. Di peringkat 10 daripada kamu di peringkat terakhir. haha”
“yaa pabbo. Ha, sekarang kau pulang sana. Pelajaran sudah berakhir. Kajja.”
Jonghyun mengusap pelan kepalaku, dan berlalu. Aku melihat punggungnya, Ahh aku tidak mau kehilangannya. Spontan aku menarik bajunya jonghyun.”jong, jonghyun-ah” aku menundukkan kepalaku mencoba menahan air mataku, tapi kenapa susah sekali kali ini menahannya. “aku takut jonghyun-ah” hanya itu yang bisa aku katakan padanya.
Aku melihat ke arahnya, sepasang bola mata yang bercahaya ini. Sekarang menunjukkan kelembutan dan kehangatan. Sungguh aku takut jika kehilanganmu jonghyun-ah. Perlahan aku menyentuh pipinya, lalu entah kenapa air mata ini jatuh sendirinya. Padahal aku tidak mau memperlihatkan sosokku yang sangat lemah ini padanya. Tapi aku sungguh takut jika kehilangannya kini. Ahh baru kali ini aku merasakan cinta jonghyun-ah, kau membuatku keluar dan menemukan jati diriku. Memberikan warna padaku, memberikan cahayamu padaku. Aku sayang, aku menyukaimu jonghyun-ah, sangat. Dan aku tidak mengerti kenapa aku bisa menyukaimu sampai seperti ini. Sungguh bodoh rasanya. Dan aku begitu penasaran padamu, apa kau juga mempunyai perasaan yang sama denganku?? sungguh aku ingin mengetahuinya.
Jonghyun Pov
            Aku menatap sosoknya kini. Aku melihat sisi lain dalam dirinya, begitu rapuh seperti bunga dandelion yang akan terbang jika tertiup angin. Kenapa aku merasakan sakit melihatnya kini. aku menutup mataku merasakan belaian tangannya yang sedang mengusap pipiku. “jika kau ingin merubuhkan dinding itu, sekaranglah saatnya hyung” kata-kata key begitu terngiang di telingaku kini. aku membuka mataku, dan melihatnya kini. matanya yang mengeluarkan air mata tetap tidak bisa menyembunyikan sinarnya, sinar yang bisa menghatkanku, menenangkanku. Jika aku melepasmu dan mempertahankan egoku, apakah kau bisa memberikan cintamu ini pada namja lain? Apa aku bisa merelakanmu juga. Aku baru tahu sekarang ternyata aku menyukaimu hyunna. Kau sudah berhasil membuatku merubuhkan dindingku kini. aku tidak mau kehilanganmu sekarang. Aku mendekatkan diriku padanya, menghirup wangi citrus yang menempel dari badannya. Perlahan aku memperkecil jarakku dan sekarang bibirku sudah menempel di bibirnya. Memberikan kehangatanku padanya. Aku menyukaimu hyunna.
<<_______________TBC______________>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar