Author : Gigiehyunnie
Main cast : Kim jonghyun
Han hyunna
Support cast : Prak ririn ( chingu hyunna)
Kim kibum / key ( chingu jonghyun)
Han hyuri (yeodongsaeng hyunna)
Nyonya han (eomma hyunna)
Kim hyuki (Appa jonghyun)
Otoshimura (paman jonghyun)
Yon jeyon (mantan jonghyun)
Yon Hanna (eoma jeyon)
Lee joon (songsaenim)
[Sequel]
Genre : Romantic, family, act
Ratting : N-17
Annyeong…. ^^
Anae nya jonghyun oppa,, comeback dengan membawa FF nya..
Mungkin ceritanya agak aneh,,juga masih banyak typo,, <namanya juga masih belajar,,kkkeke~>
Inspirasi yang datang banyak, heehe
Kalau ada yang pernah baca atau mirip dengan ceritanya, mungkin kalian pernah baca komik be naughty girl. Yapp memang dari sanalah inspirasinya. Hanya sebagian, tapi seluruhnya terlahir dari ide saya..hoho
ok happy reading. =).
Sarangheyo ~~~~~~~
*********************************************** Part 8 *******************************************
@Hyunna House
Author Pov
Setelah diantar jonghyun pulang ke rumahnya, hyunna langsung masuk ke dalam kamar dan berganti pakaiannya. Rumahnya sangat sepi karena hari itu eommanya sedang pergi bekerja seperti biasa, mengurus restaurant keluarga miliknya. Sedangkan hyuri dia pergi sekolah, dan appa tirinya sedang dinas di luar kota (makanya tidak sering diceritakan). Hyunna diam duduk di balkon kamarnya, memandang hiruk pikuk kota yang sedang sibuk-sibuknya. Terhitung tiga hari sejak masalah itu terjadi, saat eommanya datang ke sekolah. Dan sejak tiga hari itu pula ia membolos dari sekolah. Hyunna menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya, seakan menandakan sedang melepaskan beban berat dalam pundaknya. Hyunna melihat ponselnya melihat kembali isi pesan yang baru ia terima. Kemudian ia menghirup nafas kembali dan memencet tombol hijau untuk memanggil orang yang mengirim pesan tersebut.
“yobseyo,, appa” kata hyunna dengan mantap.
Jonghyun Pov
Aku kira dia akan langsung berangkat sekolah ternyata tidak. Cih tahu begini aku tidak akan cepat-cepat ke sekolah. BRAKKK aku langsung menoleh ke arah orang yang menggebrak mejaku dan menatapnya tidak suka.
“kau tahu bagaimana keadaannya kan??”
Aku tidak mempedulikan pertanyaannya, dan langsung menyambar tasku dan berjalan keluar kelas. Walau aku tahu, baru saja aku sampai rasanya tidak bersemangat untuk belajar kali ini. Saat aku hendak membuka pintu mobilku, ada yang menepuk bahuku. Aku langsung menoleh padanya. Dan mengerutkan alisku, kenapa dia ada disini?
“yaa key, sedang apa disini??”
“yaa key, sedang apa disini??”
“aku baru saja mengantar yeojaku berangkat sekolah, tapi aku lupa menyerahkan ini jadi aku balik kembali kesini.” Katanya menjelaskan. Aku melihat kea rah bungkusan yang dibawa key, kue kering lagi??
“kue?? Yeojamu??”
Dia mengangguk semangat. “yaa hyung, kau mau kemana?? Bukannya sekarang pelajaran dimulai?”
“aku malas.” Jawabku sekenanya. Sedangkan orang yang di hadapanku ini, membelalakkan matanya mendengar jawabanku. Dan siap – siap mau menyemburkan ceramahnya padaku. Namun itu tertahan ketika ada suara yeoja yang melengking yang tak kalah dengan suara key, memanggil namaku “yaaaa KIM JONGHYUNNN”.
Kami berdua langsung menoleh ke arah sumber suara, yang milik Prak Ririn chingu hyunna. Dia mendekatiku sambil berlari dan berteriak, kenapa yeoja ini? Pikirku.
“Hyunng lari” key menarikku tiba-tiba, namun kalah cepat oleh Rin, yang sekarang sudah menendang key hingga jatuh, lalu tangannya mencengkram tanganku dan sekali hentakan aku merasa melayang ke langit dan sedetik kemudian merasakan sakit di sekujur tubuhku. Aku meringis kecil, mengerjap-ngerjapkan mataku untuk menyadari apa yang terjadi barusan. Lalu Rin menarikku kembali berdiri, dan langsung menyenderkanku ke mobil. “katakan apa yang terjadi pada hyunna.” Aku masih pusing dan rasa sakit di tubuhku masih dapat kurasakan, dan masih belum mencerna pertanyaan yang Rin berikan.
“Rin-ah,, lepaskan jonghyun hyung. jebal” aku menoleh ke arah key yang sudah berdiri dan memegang tangan Rin, dengan menatapnya sangat lembut. Rin menatap mata key, dan menurunkan tangannya dari kerahku. Aku menghela nafas, dan menatap key. yang sekarang sedang berusaha menenangkan Rin, sambil memeluk yeoja itu. Ada apa sebenarnya ini.
@Cafetaria
“so,, kau harus meminta maaf padaku terlebih dahulu Prak Ririn.” Aku menatapnya dengan tajam setelah meminum coffeeku. Rin terlihat canggung, sesekali melirik key yang hanya memasang senyum di wajahnya.
“nee mianhae jonghyun-ah” katanya dengan pelan.
“kau harus berterimakasih karena aku tidak membalasmu kembali.”
“yaa hyung, dia yeoja. Kau gila huh??”
Aku mendecak pelan. Dan mengalihkan pandanganku ke seluruh isi café ini. Yahh akhirnya hari ini kami membolos. Setelah kejadian itu key menjelaskan pada rin apa yang terjadi, dan jangan bertanya lagi kenapa key tahu semuanya. Karena ia memberondongi pertanyaan padaku setelah aku mengaktifkan handphoneku yang aku matikan tadi malam. Dan menceramahiku gara-gara aku mematikan teleponnya seenaknya. Aku melihat ke arah dua orang yang sedang ada di hadapanku kini, yang sedang tersenyum malu-malu sambil berpegangan tangan. Cih seakan dunia milik mereka berdua saja.
“yaa key, jangan tersenyum begitu mengerikan tau.” Key menoleh padaku sekilas dan menjulurkan lidahnya.
“kenapa suka-suka kami dong.” Jawab Rin
“ahaha sudahlah jangan dianggap apa yang di omongkan hyungku ini. Dia marah padaku karena tadi malam iaa….ummmpppp”
Aku langsung meloncat ke arah key dan membekap mulutnya. Aku menatap key dengan tajam yang seakan berkata –jangan bicara hal itu- key hanya mengangguk dan membuat tanda peace dengan tangannya. Sedangkan rin merasa bingung dengan kedua orang yang ada di depan matanya kini.
@Hyunna House
Still 05.40 p.m~
Author Pov
“Eomma aku ingin bicara” kata hyunna sambil menatap eommanya yang sekarang sedang duduk menonton Televisi. Eomma hyunna menoleh ke arah hyunna yang berdiri tak jauh dari dirinya. Secara perlahan mematikan televisinya “baiklah, bicaralah sekarang.”
Hyunna menghela nafas pelan, dan mengepalkan tangannya seakan untuk mengumpulkan keberaniannya kini. hyunna menelan ludahnya pelan sebelum ia berbicara pada eommanya.
“eomma, tolong jangan ikutkan jonghyun dalam masalah ini. Aku berjanji pada eomma, aku akan menjadi yang pertama lagi di ujian nanti. Aku mohon eomma.” Hyunna menundukkan badannya 90o ke arah eommanya.
“kau yakin bisa han hyunna??” sindir eommanya.
Hyunna perlahan menegakkan badannya. “nee aku yakin bisa eomma. Aku akan meraih posisi yang pertama lagi. Asal eomma tidak melibatkan jonghyun, dan aku ingin eomma mengabulkan permohonanku jika aku mendapatkan posisi pertama kembali. ”
“apa itu??”
“aku akan meneruskan study ku di luar negeri bersama appa. Tepatnya di inggris.”
“mwo?? Andwae..”
“eomma, aku ingin menemukan warnaku kembali. Aku tidak mau seperti ini terus. Aku menyukai music eomma, harusnya eomma paham itu.”
“ANDWAEE..” teriak eoma hyunna sambil berdiri.
Hyunna langsung memeluk tubuh eommanya itu. “eomma, aku berjanji. Aku akan menjadi seorang ahli hukum yang handal. Tetapi disamping itu aku juga ingin meraih mimpiku dulu, menjadi pemusik ahh tepatnya menjadi seorang pianist. Aku mohon eomma mengerti. Aku menyayangi eomma.” Hyunna memeluk eommanya dengan erat, kemudian hyunna merasakan sentuhan tangan yang lembut di kepalanya. Hyunna tersenyum, walau eommanya tidak berkata apa-apa namun ia yakin bahwa belaiaan itu adalah jawaban untuknya. “kamsahamnida eomma.” Lirih hyunna.
Next Days~
@School
Author Pov
Bunyi bel sekolah terdengar sangat nyaring ke seluruh penjuru sekolah menandakan untuk seluruh siswa untuk masuk kedalam kelasnya masing-masing dan bersiap untuk menerima pelajarannya. Namun tidak dengan seorang siswi manis yang sekarang sedang berdiri di depan seorang songsaenim (guru yang menjabat sebagai kepala sekolah,yang sangat menyayangi hyunna) yang sedang duduk sambil membereskan file-filenya. Cukup lama songsaenim bergelut dengan file-filenya, namun siswi manis itu dengan setia dan sabar untuk menunggu jawaban dari pernyataannya tadi. Setelah membereskan file-file tersebut, songsaenim melihat ke arah hyunna sambil menopang dagu dengan kedua tangannya. “apa kau yakin han hyunna??”
Hyunna mengangguk mengiyakan pertanyaan songsaenim. “nee songsaenim, aku yakin. Aku akan membuat kim jonghyun mendapatkan nilai terbaik saat ujian nanti, dan tentu aku juga akan berusaha mendapatkan nilai terbaik kembali.”
“aku masih kurang yakin hyunna, kalau kau tentu saja aku yakin tapi kim jonghyun.. aku ragu akan hal itu.”
“aku mohon songsaenim. Aku akan membuat dia mendapatkan nilai yang terbaik, aku yakin dia mampu, karena pada dasarnya ia adalah siswa yang sangat pintar. Jadi aku mohon jangan keluarkan dia, biarkan dia mendapat kelulusannya disini.” Hyunna membungkukkan badannya.
“arraso hyunna-ya. pada dasarnya aku juga tidak mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan kim jonghyun dari sekolah ini. Karena dia adalah anak dari pemilik yayasan yang menaungi sekolah ini. Makanya sampai sejauh ini, apapun yang ia perbuat tidak pernah dikeluarkan hanya bisa menghukumnya skorsing saja. Aku yakin kamu bisa. Jadi sekarang masuklah ke dalam kelas. ” songsaenim menepuk pelan kepala hyunna, dan tersenyum ala bapak-bapak yang sangat menyejukkan. Hyunna tersenyum kembali, dan berpamitan. Namun saat hendak menutup pintu, hyunna membalikkan kembali badannya.
“songsaenim, mianata soal kejadian waktu itu. Eomma seharusnya tidak melakukan hal itu dihadapanmu. annyeonghaseyo”
Songsaenim hanya tersenyum melihat hyunna, ia kembali teringat akan anaknya kini yang sudah pergi meninggalkannya dengan istrinya. Jika mereka masih hidup maka umur mereka akan sama dengan hyunna.
@Class
Jonghyun Pov
Aigoo kemana orang itu ini sudah jam istirahat siang tapi kenapa dia belum datang juga?? Membuat cemas orang saja. GrEEKK aku langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka, begitu pula anak di dalam kelas yang ada di dalam menikmati istrahatnya. Tanpa ku sadari aku tersenyum melihat ke arahnya. Kemudian ia mendekat kepadaku, dan menatap mataku lekat-lekat. Membuatku bingung akan sikapnya ini.
“kim jonghyun, mulai hari ini aku akan belajar denganmu setiap hari sampai seminggu kedepan. Aku akan membuat kau mendapatkan nilai yang terbaik, di ujian kelulusan minggu depan.”
“MWO??”
Beberapa minggu kemudian~
Author Pov
Hyunna duduk bersandar di bawah pohon yang cukup besar di belakang sekolahnya sambil di temani dentingan piano Yaruma dari handphonenya. Dia memejamkan matanya merasakan angin yang menerpanya, terukir senyum di wajahnya bertanda dia sangat senang untuk hari ini, akhirnya semuanya tidak sia-sia, sedangkan tangannya memegang sertificat kelulusan. Jonghyun perlahan mendekat ke arah hyunna dan duduk di sebelahnya. Membuat hyunna menyadari keberadaan jonghyun. hyunna menoleh ke arah jonghyun dan tersenyum dengan sangat manis.
“chukkae jonghyun-ah, kau hebat.”
“apa aku salah dengar?? Harusnya kau katakan itu pada dirimu sendiri. Kau bisa mendapatkan nilai sempurna di seluruh pelajaran dan mendapatkan posisi mu lagi no1.” Hyunna yang mendengar jonghyun, hanya terkikik geli.
“harusnya aku bisa mendapatkan posisi itu, tapi aku mengalah dan harus puas di posisi ke 2.” Hyunna langsung memukul kepala jonghyun.
“ahh appo” ringis jonghyun.
“pabbo.” Kemudian hyunna tersenyum, dan menyenderkan kepalanya di bahu jonghyun menikmati suasana ini. Jonghyun pun tersenyum menanggapi tingkah hyunna, dan menggenggam tangan hyunna dengan erat.
“jonghyun-ah, kau ingat pertama kali kita bertemu? Haha itu sangatlah lucu.” Kata hyunna masih tetap dalam posisi seperti itu.
“nee, kau sangat bodoh.haha”
“jonghyun-ah”
“nee?”
“aku pernah bilang padamu bukan, walau aku tidak ada di sampingmu, tapi kamu harus tetap tahu bahwa aku selalu menggemgam tanganmu disaat kau sulit, senang, kesal, juga sedih. Jangan pernah kau lupakan aku, dan jangan pernah kau merasa dirimu sendiri arra??”
Jonghyun mengangkat kepalanya, dan menoleh ke arah hyunna.
“kenapa kau berbicara seperti itu??”
Hyunna tersenyum “aku hanya akan meraih warnaku kembali, dan mimpiku. Ahh aku ada hadiah untukmu.” Jonghyun menahan kata-kata yang akan ia keluarkan pada hyunna saat ia melihat kotak berbungkus coklat dihadapannya.
“igo,, kau buka nanti saat ada di rumah.” Hyunna tersenyum manis ke arah jonghyun yang menbuatnya salah tingkah. Jonghyun mengangguk dan menerima hadiahnya itu.
“umm tapi aku tidak menyiapkan apa-apa untukmu,hyunna.” Kata jonghyun sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
“ahh gwechana. Tapi boleh aku meminta sesuatu??”
“apa itu?” hyunna tersenyum dan lebih mendekat ke arah jonghyun, yang membuatnya merasakan nafas jonghyun. jonghyun menelan ludahnya, mencoba mengusir debaran jantungnya kini.
“aku ingin sehari ini,,,” hyunna melirik jam tangan kecilnya yang sekarang menunjukkan pukul 12.30 p.m “sampai pukul 04.00 p.m kau harus menemaniku di sini.” Hyunn tersenyum lagi pada jonghyun yang membuat jonghyun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
“jonghyun-ah,,kiss??” kerling hyunna dengan nakal. Jonghyun diam membatu, tingkah hyunna barusan membuat sebagian organ tubuhnya tidak bisa di respon dengan baik. Tiba-tiba saja hyunna menjauh dan tertawa terbahak-bahak. “ahahahaha,, wajahmu sangat lucuu jong-ah.”
Jonghyun yang sadar langsung mendecak kecil dan menarik hyunna ke dalam pelukannya, dan itu membuat hyunna langsung berhenti tertawa. Jonghyun melepaskan pelukannya dan menatap hyunna dengan lekat, dan tanpa disadari bibir mereka berdua telah menempel. Memberikan kehangatannya masing-masing. Jonghyun sedikit memiringkan kepalanya untuk lebih bisa mencium hyunna.
Hyunna Pov
Oh tuhan, apa aku bisa meninggalkan namja ini? Namja yang aku sayangi? Aku membalas ciumannya yang lembut ini. Membuatku terbuai karenanya. Aku akan merindukan sentuhannya, ciumannya, wanginya, suaranya, aku akan sangat merindukannya. Jonghyun melepaskan ciuman kami dan menatapku bingung, lalu menyeka air mata di pipiku. Omo sejak kapan aku menangis??
“kau kenapa?? Gwechana?? Apa aku keterlaluan melakukannya hingga membuatmu sakit??” Tanyanya dengan skartis. Aku menggeleng pelan, dan menghapus air mataku. Mencoba memberikan senyum padanya, aku harus kuat Karena ini adalah yang terakhir.
“aniyo, aku hanya terlalu senang. hhehe”
“jinca??”
Aku menganggukkan kepalaku dan mendekat padanya lau menciumnya kembali. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan yang terakhir ini.
Author Pov
“aishh kemana sih tuh anak.” Rin menggerutu pelan sambil berlari dan memeriksa sekeliling, untuk mencoba menemukan hyunna yang dari tadi hilang dalam upacara perpisahan mereka.
“huhh,, harusnya dia tadi datang menyampaikan pidatonya sebagai wakil murid bukan aku.” Rin menggerutu lagi, karena gara-gara hyunna tidak ada ia terpaksa menggantikan hyunna untuk memberikan sambutan sebagai wakil murid yang memang berada di posisi ke tiga setelah jonghyun dan hyunna. Padahal ia adalah tipe yeoja yang tidak suka tampil di depan panggung seperti itu. Apalagi key datang dan melihatnya naik ke podium sangat antusias dan histeris membuatnya tambah malu.
“aigooo kemana sih dia. ck” Rin mengacak rambutnya frustasi karena tidak menemukan hyunna juga. Namun samar-samar ia mendengar suara piano, yang ia tahu betul hyunna menyukai alunan suara ini. Perlahan Rin mendekat ke arah suara tersebut, dan mendapati hyunna sedang tertidur lelap di pundak jonghyun, begitu pula dengan jonghyun yang menyenderkan kepalanya di kepala hyunna.
Rin tertawa melihat mereka berdua tidak menyangka bahwa mereka akan bersama seperti ini. Rin perlahan mengambil handphonenya, dan menyetelnya ke menu dan pilihan kamera, lalu memfoto hyunna dan jonghyun yang sedang tertidur lelap di bawah rindangnya pohon tersebut. Senyum Rin mengembang setelah ia mendapatkan beberapa foto mereka berdua, terlihat mereka berdua sangatlah serasi. Rin memasukkan handphonenya kembali, dan memutar tubuhnya berjalan meninggalkan mereka berdua. Rin kembali tersenyum mengingat hyunna dan jonghyun, perasaannya yang tadi kesal entah hilang kemana. Ia bersenandung kecil berjalan ke arah luar sekolahnya, namun tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang sambil berteriak.
“Rinn-ahh,,, chukkaaeee” key berkata nyaring sambil memeluk rin dari belakang.
“aigoo key-ah,lepaskan.”
“wae??”
“teriakanmu membuatku sakit. ” keluh rin.
Key mengerucutkan bibirnya. Mereka berdua pun berjalan menuju mobil key.
“ahh kau lihat jonghyun hyung?? Aku ingin mengucapkan selamat padanya.”
“dia sedang bersama hyunna, biarkan mereka berdua. Karena waktu nereka tidak banyak. Ah ya, kenapa kau menyebutnya dengan sebutan hyung??”
“tentu saja karena dia lebih tua dariku, aku 91’lines chagiya.”
“aku juga 91’lines. Dan sekarang sudah lulus sekolah. Tapi kenapa kau masih kelas 3??”
“yaa pabbo. Bukanya kau naik tingkat waktu smp huh??”
“ahhahaha nee. Mian aku lupa.”
“ah chamkaman, kenapa kau bilang waktu mereka tidak banyak??”
“umm aku akan menceritakannya nanti.kajja” ajak Rin sesampainya di depan mobil key. key hanya bisa mengangguk, menyetujui perkataan yeojachingunya ini.
Hyunna Pov
Aku mengerjapkan mataku perlahan, dan menggeser posisi kepalaku. Menyebabkan jonghyun terbangun juga. Aku melihat ke sekeliling sudah sangat sepi, sepertinya upacara perpisahannya sudah selesai. Aku mengecek handphoneku dan melihat ada pesan disitu.
From : Appa
Chagiya chukka atas kelulusanmu. Kau tidak lupa kan jam berapa sekarang??
Appa sudah menunggumu di bandara, kau tinggal langsung kemari karena ibu dan adikmu yang manis ini sudah bersama appa.
Palliwa, karena pesawat akan take off sekitar 30 menit lagi.
Aku menghela nafas pelan, tanpa membalas pesan appa. “apakah ibumu menyuruhmu pulang??” suara jonghyun mengagetkanku, aku langsung menoleh dan mengangguk padanya. Mian aku berbohong padamu jonghyun-ah.
“baiklah, ayo kita pulang.”
“ahh chamkaman. Kita foto dulu ya.”
Jonghyun mengangguk dan mensejajarkan tubuhnya denganku, lalu kami berfoto berdua. Dari pose yang biasa sampai dengan pose yang luar biasa alias gak jelas. Setelah itu jonghyun mengantarkanku pulang.
“gomawo jonghyun-ah, sudah mengantarku pulang.”
“sama-sama tuan putri.” Aku tersenyum menanggapi perkataannya. Sungguh berat karena sekarang aku akan pergi, pergi meninggalkan Negara ini. Aku mendekat padanya dan memeluknya sangat erat, menyampaikan rasaku bahwa aku tidak mau kehilangannya. Aku pun menghirup aroma tubuhnya yang akan sangat aku rindukan. Aku tidak boleh menangis sekarang. Perlahan aku melepaskan pelukanku, dan melihatnya dengan senyumku yang manis. Aku harus membuat ini menjadi moment yang indah. Jonghyun membalas senyumku tak kalah manisnya, yang membuatku tergila-gila karenanya. Perlahan aku mendekat padanya, dan menciumnya. Aku rasakan sentuhan bibirnya kini, aku akan selalu mengingatnya. Ciuman yang lembut dan perlahan sekarang sudah menjadi panas. Jonghyun melepaskan ciumannya dan mencium keningku, kemudian kedua mataku, pipiku, lalu mengecup bibirku.
Aku tersenyum padanya. “sudah, sekarang kau pulang ya. hati-hati di jalannya, arraso??”
Jonghyun mengangguk. “nee aku pulang dulu, annyeong.”
“annyeong.” Aku melambaikan tanganku mengantar kepergian laju mobil jonghyun. tanpa pikir panjang aku menyetop taxi dan masuk ke dalamnya.
“antarkan saya ke bandara incheon pak.”
Jonghyun Pov
Entah kenapa hari ini hyunna terlihat sangat aneh, dan aku tidak ingin berpisah dengannya. aku menyentuh bibirku, masih terasa hangatnya bibirnya. Hehe , aigoo pabbo sejak kapan aku menjadi yadong begini. Ishh, ah lebih baik sekarang aku ke apartemen key, seenaknya dia lupa pada kelulusanku.
@apartemen key
Author Pov~
“aigooo key-ah,, hentikan.” Kata Rin sambil mendorong tubuh key darinya. Terlihat Rin sudah berpenampilan acak-acakkan (?). rambutnya sudah sedikit berantakan, dasi seragam sekolahnya sudah tidak tahu kemana, sedangkan seragamnya sudah terbuka tanpa ada kancing yang menautkan seragamnya tersebut. Rin duduk di sofa key sambil merapikan rambutnya, sedangkan key masih asyik memperhatikan yeojanya ini. Perlahan key mendekat ke arah Rin, “Chagiya~” kata key pelan membuat rin menoleh pada key.
Tanpa pikir panjang lagi key merengkuh pipi Rin dan menciumnya, Rin membalas ciumannya key. karena memang dia selalu tidak bisa menolak ciuman dari key. key semakin aktif mencium Rin, apalagi Rin sendiri memberikan sikap fositif setiap kali ia menciumnya. Key mendorong Rin hingga tertidur di sofanya, perlahan tangan key menyusup ke dalam seragam Rin, dan mengelus breastnya membuat Rin mendesah kecil dalam ciuman key. key yang tergoda, langsung meremas pelan breastnya Rin. “ummppp” desah Rin.
Key melepaskan ciumannya, memberiakan waktu untuk bernafas pada Rin.
“ukhh key, lepaskan.” Rin mencoba melepaskan tangan key yang ada di breastnya, namun key malah meremasnya sehingga membuat rin mengelinjang perlahan. “ahhh”
“waeyo?? Kamu tidak suka chagiya??” kerling key nakal.
“waeyo?? Kamu tidak suka chagiya??” kerling key nakal.
“ahniyo,, ahh tapi,,, aku takut ada yang datang kesini key.” jawab Rin sambil mengatur nafasnya.
“ani, tidak akan ada yang kesini. So, santai saja chagiya. Hari ini adalah milik kita.” kata key lagi sambil tersenyum manis. Key mencium kembali Rin, dengan sangat panas dan tangannya terus meremas breastnya Rin. Key mengalihkan ciumannya ke arah leher Rin, meninggalkan bekas disana. Dan turun kebawah, rin menekan kepala key, “ahhh Key-ah,, jeballl” Rin mendesah ketika key menciumi breastnya.
“ehm… maukah kalian menghentikannya dan pindah ke kamar.” Suara namja yang diyakini milik jonghyun itu mengena kepada keduanya. Mereka pun menghentikan aktivitas mereka lalu bangkit, dan melihat jonghyun sedang santai membuka lemari es, mengambil botol air mineral dan menuangkanya ke dalam gelas.
“dia bisa kedinginan key jika kau membiarkannya tetap seperti itu.” Tunjuk jonghyun pada Rin tanpa menoleh padanya. Key langsung sadar, dan mengambil selimut disampingnya lalu menutupi Rin dengan itu. Sedangkan Rin masih terbengong-bengong karena malu apa yang barusan ia lakukan dengan key. apalagi diketahui oleh jonghyun.
“aishh hyung, bisakah kau beritahu aku jika hendak kesini?”
“yaa biasanya juga aku langsung masuk kan??” kata jonghyun santai sambil duduk di sofa yang lainnya. Key menghela nafas pelan. Ia lupa kalau jonghyun tahu password apartemennya, dan sering masuk kesini tanpa izin.
“yaa Rin-ah, kenapa bengong saja?? Santailah. Aku tidak melihat apa pun darimu ko.” Kata jonghyun santai sambil merobek bungkus coklat yang membungkus kotak dari hyunna. Tiba-tiba saja bantal sofa melayang ke arah kepala jonghyun.
“yaaa…” jonghyun melotot ke arah Rin yang barusan melemparnya dengan bantal.
“ishh tetap aku malu pabbo.” Sunggut Rin kesal.
“haha,, salah sendiri kalian melakukannya disini.”
“yaa hyung”
“mianhae key,, ini balasan karena waktu itu juga kau menggangguku.”
“menyebalkan.” Sunggut key. rin menarik tangan key, “menganggu apa??”
Key tersenyum licik lalu melihat jonghyun yang tengah asyik membuka kotak yang diberikan hyunna. “dia kesal karena saat melakukannya dengan hyunna, aku menelepon dan mengganggunya.” Jonghyun yang mendengar key berbicara seperti itu langsung melemparinya bantal sofa, sedangkan Rin menutup mulutnya merasa tidak percaya bahwa sahabatnya hyunna sudah melakukan hal tersebut.
“yaa, aku tidak melakukan hal itu dengan hyunna, pabbo. Dan itu karena kau.”
“mwoo?? Yaa hyung, jadi kalian belum melakukannya??” Tanya key penasaran.
“aishh nee,,tentu kami belum melakukannya, dan itu gara-gara kau menelepon saat itu. Cih.”
Key menggerutu tak jelas, dan Rin hanya bisa tersenyum melihat keduanya berseteru seperti ini. Sangat mengasyikkan menurutnya. Jonghyun mengluarkan benda berbentuk buku, lalu foto-fotonya bersama hyunna saat di pantai ke atas meja. Membuat key dan rin tertarik untuk melihat-lihat. “aigooo,, lucunyaa..” pekik Rin saat melihat hyunna dan jonghyun berpose membentuk tanda love dengan tangannya. Key mengangguk-anggukkan kepalanya dan melihat-lihat foto yang lain. “kenapa dia memberiku ini??” gumam jonghyun pelan merasa bingung akan hadiah yang ia terima.
Sedangkan jonghyun membuka buku yang ada di dalam kotak tersebut dan membaca tulisan-tulisan di dalamnya dengan sangat serius. Tiba di lembar terakhir, ia membaca tulisan hyunna, matanya melotot dan kemudian menjatuhkan bukunya membuat key dan Rin kaget dan melihat ke arah jonghyun. key mendekat ke arah jonghyun, dan mengambil buku itu.
“hyung gwechana?? Kau terlihat pucat?”
Key menyentuh kening jonghyun, namun jonghyun hanya diam tidak bereaksi. Rin mengambil buku itu, dan membaca di bagian terakhirnya.
“Jonghyun-ah, sarangheyo….
Aku tahu kau akan marah, karena aku tidak bilang hal ini padamu. Sebenarnya aku tidak mau meninggalkanmu, tapi aku harus mengembalikan warnaku dan meraih mimpiku. Aku hari ini berangkat ke inggris. Aku harap kamu akan mengerti keputusanku.
Kau tahu, aku percaya padamu. Aku memberikan sebagian hidupku untukmu, lewat buku ini. Karena seperti kau tahu, bahwa inilah kisahku. Untaian kata yang terukir di kertas ini adalah kisahku. Aku mempercayakannya padamu hingga aku kembali, meski aku tidak tahu kau masih mau menungguku atau tidak. Tapi aku tidak peduli, aku percaya padamu.
Matahariku, tersenyumlah. Dan ingatlah kata-kataku yang terakhir saat kita bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar