nampyeon

nampyeon

20120327

LIKE SUN IF YOU KNOW HIM part 7



Author            : Gigiehyunnie
Main cast       : Kim jonghyun
                          Han hyunna
Support cast  : Prak ririn                  ( chingu hyunna)
Kim kibum / key     ( chingu jonghyun)
Han hyuri               (yeodongsaeng hyunna)
   Nyonya han           (eomma hyunna)
Kim hyuki               (Appa jonghyun)
Otoshimura                        (paman jonghyun)
Yon jeyon               (mantan jonghyun)
Yon Hanna                        (eoma jeyon)
Lee joon                  (songsaenim)
[Sequel]
Genre             : Romantic, family, act
Ratting           : N-17

Annyeong…. ^^
Anae nya jonghyun oppa,, comeback dengan membawa FF nya..
Mungkin ceritanya agak aneh,,juga masih banyak typo,, <namanya juga masih belajar,,kkkeke~>
Inspirasi yang datang banyak, heehe
Kalau ada yang pernah baca atau mirip dengan ceritanya, mungkin kalian pernah baca komik be naughty girl. Yapp memang dari sanalah inspirasinya. Hanya sebagian, tapi seluruhnya terlahir dari ide saya..hoho
ok happy reading. =).
Sarangheyo ~~~~~~~



*********************************************** Part 7 *******************************************
Author Pov
            Jonghyun dan hyunna berciuman, mereka saling memberikan kehangatan masing-masing, saling menenangkan. Jonghyun melepaskan ciumannya dan melihat hyunna. Terlihat sekarang mereka berdua canggung akan situasi ini. Meski mereka sudah beberapa kali berciuman namun kali ini jadi beda rasanya. Jonghyun terlihat canggung dan bingung hanya bisa berdehem pelan. Sedangkan hyunna diam dan sedikit menahan senyumnya.
“ahh sebaiknya kita pulang. Ini sudah cukup malam.” Kata jonghyun mencairkan kebisuan diantara mereka. Jonghyun langsung menggandeng tangan hyunna dan pergi mengantarkan hyunna ke rumahnya. Di depan rumah hyunna, hyunna diam mematung seakan enggan untuk menginjak rumahnya ini. Jonghyun yang masih di sampingnya merasa gelisah melihat hyunna kali ini. Saat jonghyun hendak membuka suaranya, hyunna berbalik pada jonghyun yang membuatnya menelan kembali omongan yang akan di bicarakan.

“gomawo jonghyun-ah. Kau hati-hatilah. otte” hyunna tersenyum pada jonghyun. entah kenapa jonghyun merasa aneh melihat hyunna. Ada perasaan tidak enak menyelusup dalam hatinya.
“kau yakin??? Tidak apa-apa??”
“hmpp aku tidak apa-apa ko, ahhh jonghyun-ah aku ingin meminta sesuatu padamu.”
“sesuatu??”
Hyunna menganggukkan kepalanya, “besok kita kencan ya. aku akan menghubungimu nanti.” Kata hyunna langsung pergi membuka pintu gerbang rumahnya.
“besok sekolah hyunna…” teriak jonghyun.
“aku ingin jalan-jalan jonghyun-ah. Hati-hati di jalan ya. annyeong” setelah itu hyunna benar-benar hilang, ia masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan jonghyun di depan rumah hyunna sendiri. Jonghyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu berlalu masuk ke mobilnya.
@rumah hyunna
“kau terlambat han hyunna” kata-kata itulah yang menyambut hyunna saat memasuki ruang tengah. Hyunna yang melihat ibunya sedang duduk sambil melipat tangannya. “nee mian eoma.”
“duduklah” pinta ibu hyunna. Perlahan hyunna menghela nafas pelan, dan duduk di depan ibunya sekarang.
“kau harus berpisah dengannya hyunna. Dia tidak baik untukmu. Kau terpengaruh olehnya sehingga nilaimu menjadi turun. Kalau begini bagaimana nanti jika kau melanjutkan studi ke jurusan hukum?.”
“hahhh eoma jonghyun tidak ada hubungannya dengan perubahan nilaiku. Aku mau ada di peringkat 1, 2, 3, bahkan berada di peringkat terakhir pun aku tidak peduli.”
“mwo?? Itu berpengruh hyunna. Kau tidak akan bisa meneruskan studimu jika kau tidak mendapat peringkat 1. Percuma saja perjuangan eoma.”
“ha perjuanganmu eoma?? Kau salah eoma. Kau hanya memaksaku, tanpa mendengarkan apa yang aku mau eoma. Aku tidak mau belajar hukum aku ingin menjadi pe… ahh” hyunna mengerang pelan saat ibunya menampar hyunna.
“cukup, jangan kau sebutkan kata itu. Kau ingin menjadi sepertinya? Kau akan sengsara hyunna. Menjadi pemusik hanya akan membuatmu miskin.”
“eoma, salah. aku tidak membutuhkan harta. Tapi aku membutuhkan musikku eoma. Aku mau miskin atau apa, aku tidak peduli.”
“yaa kau mau membantah eoma.?? Kau ingin dikurung kembali hah??”
Ibu hyunna kalap mendengar kata-kata hyunna, lalu mengambil sapu dan memukul beberapa kali kepada hyunna.
“eoma..ahhh appo,,,appo eoma. Hentikan jebal..” teriak hyunna. Hyuri yang baru pulang terbelalak kaget melihat kejadian ini. Hyuri berusaha menahan amukan ibunya.
“yaa eoma, hentikann unnie. Kesakitan eoma.” Hyuri berusaha menarik sapu yang dipegang oleh ibunya, dan membuangnya ke sembarang tempat.
“terserah kau hyunna. Kau anak tidak tahu diuntung. Pergi saja dengan ayahmu.” Ibu hyunna berdecak kesal lalu pergi masuk ke dalam kamar. Hyuri langsung sadar stelah melihat hyunna.
“unnie gwechana???omo tanganmu terluka unnie. Kajja kita ke kamar. Aku akan mengobatimu.” Hyunna mengngguk pelan.
Next day~
“hyuu tidak terlihat kan jika unnie memakai baju ini??” Tanya hyunna pagi itu. Hyuri yang masih mengantuk menguap lebar-lebar dan mengucek matanya untuk menormalkan penglihatannya.
“ne, tidak terlihat. Unnie mau kemana pagi begini??sekolah? Unnie masih sakit.”
“unnie mau kencan. He yeppo??”
“yeppo. Kau selalu cantik unnie.” Hyuri memandang kea rah hyunna yang sedang berdiri di depan cermin panjang di dalam kamar mereka. Hyunna memakai baju dress selutut dengan lengan pendek dan memakai kardigan putih untuk menutupi luka lebam di lengan kirinya. Hyunna kemudian mengambil topi dan memakainya, semakin membuatnya tambah cantik.
“loh tak terasa ya rambut unnie sudah cukup panjang.” Kata hyuri sambil memegang rambut hyunna yang sudah panjang sepunggung. Hyunna mengangguk dan tersenyum padda hyuri.
“baiklah unnie berangkat ya.” hyunna mengambil tas kecilnya dan beranjka pergi.
“unnie bukankah ini terlalu pagi?? Jam 06.00.”
“ani, unnie harus membangunkan pangeran dulu.hehe”
“ahh unnie, gwechana??”
“gwechana, unnie tidak apa-apa ko. Unnie berangkat ya.” hyunna sedikit mengacak rambut hyuri lalu pergi dari rumahnya. Sebenarnya hyunna pergi pagi-pgi karena tidak mau dilarang oleh ibunya. Kalau ibunya tahu bahwa hyunna pergi kencan dan bolos sekolah mungkin hyunna sudah dipukuli lagi habis-habisan. Hyunna mengetuk pintu pagar yang sangat besar di depannya, lau muncul seorang penjaga (satpam)
“annyeong agashi. Silahkan masuk.”
Hyunna tersenyum ramah padanya dan sedikit mengangguk. Hyunna berjalan kaki menapaki halaman rumah yang sangat luas ini.
Hyunna Pov
            Betapa luas dan indahnya halaman rumahnya ini. Kadang aku merasa minder jika main ke rumahnya. Dan sekarang terpampang kembali pintu yang super besar dan sudah terbuka untuk menyambutku. Sepertinya otoshimura sudah mengetahui jika aku akan datang hari ini. Dan benar saja, kali ini dia sudah berdiri di hadapanku sambil memamerkan senyumnya yang begitu mempesona. Ukhh jika saja aku bertemu dengannya lebih dulu daripada jonghyun munkin aku sudah jatuh cinta padanya. Omo apa yang aku pikirkan barusan, tidak jonghyunlah yang paling tampan dari semua namja di dunia ini.(MEMANGGGGGG) kyaa,,hehe.
“kau melamun hyunna-ah??”
“eh? Ahaha mianhae. Ah,, apa jonghyun sudah bangun??”
“sepertinya belum. Dari tadi alarmnya berdering terus sangat memekikkan telinga sampai terdengar ke luar, tapi orang yang punya masih tidur seperti orang mati. Hahaha”
“hihi sepertinya dia masih bergelut dengan mimpinya.”
“maybe. Dia pulang larut soalnya.”
“larut??”
“geure, sepertinya ke apartemen key. seperti biasa.”
“umm.. anu otoshi. Boleh aku pinjam dapurnya. Aku ingin memasak untuk bekal nanti” aku mengangkat dua bungkus keresek putih yang isinya sayuran dan lain-lainnya yang akan dibuat masakan.
“tentu saja. Padahal kau bisa menyuruh orang sini untuk membuat makanan seperti itu.”
“ini istimewa.” Aku tersenyum padanya. Dan sekarang aku harus semangat untuk memasak.
Beberapa jam kemudian~
DUARRRR,,
“ukhhh oekkhhh” aku mengibas-ngibaskan tanganku untuk menghilangkan bau gosong di depanku. Aigo, kenapa hanya merebus sayuran saja bisa meledak begini sih. Ukhh memalukan.
“hahahaha kau buat apa sampai bisa meledak seperti itu??” aku langsung menoleh kea rah suara namja yang aku kenal milik kim jonghyun ini. Aku mengembungkan pipiku.
“yaa kenapa kau bisa masuk kesini, bukannya disana ada tulisan.”
“hoo mana? DANGER, hahaha tulisan macam apa ini. Ya yeoja pintar ini rumahku, jadi aku berhak kemana pun aku mau.”
“ishh otoshi saja tidak mengomel yang sedari tadi disini membantuku.”
“mwoo??? ”
Loh kenapa sekarang dia pergi begitu saja? Dasar namja menyebalkan.
“lebih baik dicoba lagi ya??” ah aku melihat kea rah otoshi yang sudah membuka sayuan yang sudah tidak berbentuk lagi. Aku mengangguk mengiyakan. Sepertinya ini akan memakan waktu yang lama. Apa masih cukup untuk pergi ke pantainya?? Ahh harus cepat-cepat.
Dan setelah beberapa jam kemudian~
Ahh akhirnya beres juga. Aku menatap takjub pada apa yang aku masak sekarang. Yah walau pun tampilannya masih buruk tapi rasanya lumayan dibanding nasi gorng yang waktu kemarin aku buat. Hehe otoshi pun memuji buatanku sekarang. Nah sekarang harus cepat pergi, mumpung baru jam 11.00 siang. Aku melihat ke sekeliling, oh ternyata dia lagi disana. Sedang lihat apa sih dia.
“jonghyun-ah, kajja.”
“mwo,,ehh chamkaman. Kita mau kemana? Seenaknya saja kamu ini, buat aku nunggu lama.”
“mian,he. Nanti kita kencannya hanya sebentar. kajja”
Aku menarik-narik tangannya. Dan dengan ogah-ogahn akhirnya jonghyun mau juga. Hehe rasakan. Dan setelah berpamitan aku pergi dengan jonghyun.
“kita mau kemana nona han??”
“pantai.” Jawabku singkat.
“mwo pantai?? Jauh kalau dari sini. Bisa makan waktu 2 jam. Pindah lokasi saja.”
“yaa aku mau ke pantai. Biar lama juga. Ayolah.”
“ishh”
Kayanya dia marah banget, “jangan marah, kita sambil nyanyi yah. Aku bawa gitar loh, ah ini dia” aku mengacungkan gitar hiitam yang bertuliskan ‘kim jonghyun present. 10 years old.’
“yaa kapan kau bawa gitarku?” katanya sewot sambil melirik ke arahku. Aku hanya tersenyum melihatnya sambil menyetel gitarnya kini.
“dari ruang tengah. Sayang rasanya disimpan diujung dan tergeletak begitu saja, jadi aku ambil he. Sudah sekarang kamu focus nyetir sana.”
Hu dia mendumel tak karuan.hmm
So we met that day
You still had an innocent look left, I can’t forget the side view of you
since the day I met you I haven’t told you about my feelings
But today I will tell you how I feel in my heart
Only to you Kiss Kiss Kiss always
I’m always by your side
Kiss Kiss Kiss only you
I want to keep looking at you
I wanna feel you more
With all my love I send you Kiss
With innocent smile your voice always shines on me
Because you are (with me) I can smile
Only to you Kiss Kiss Kiss always
I’ll keep looking after you
Kiss Kiss Kiss only you
I wanna hold you forever
I wanna feel you more
With all my love I send you Kiss
I Just want you if you are (with me) I don’t need anything else
I Just need you your everything I love you
Always I’ll be by your side
(only you) Kiss Kiss Kiss always (Uhu~!)

I’ll always be by your side (be by your side)

Kiss Kiss kiss only you (Uyeah!

I wanna keep looking at you (Oh no-)
I wanna feel you more
With all my love I send you Kiss (I send you Kiss)
Kiss Kiss Kiss donnatokimo (Onew adlib: donnatokimo baby-!!)
Kiss Kiss Kiss always (always baby-!!)
Kiss Kiss Kiss only you (Wo~!!)
I wanna feel you more
With all my love I send you Kiss
Aku bernyanyi sambil memetik gitarnya,,,
“bagaimana??”
“apanya?”
“baiklah, aku berhenti nyanyinya.”
“hei jangan berhenti, lets sing together otte?”
Aku melihat ke arahnya, hee dia mau bernyanyi.
So we met that day
You still had an innocent look left, I can’t forget the side view of you
since the day I met you I haven’t told you about my feelings
But today I will tell you how I feel in my heart
“yaa kenapa diam saja?” aku melongo mendengar suaranya sungguh jonghyun benar-benar mempunyai suara malaikat. Aigoo daebak. Aku hampir saja pingsan mendengarnya.
“ahh nee” aku tersenyum padanya, dan kembali bernyanyi sambil memetik gitar bersama denganya. Dan tidak terasa sekarang kami sudah berada di pantai.
“woahhh… yeppo..” teriakku girang.
“yaa jangan memalukan begitu.” Ah aku sampai melupakannya juga barang-barang kami. Aku berjalan dan mengambil beberapa tas yang isinya makanan. Ukhh berat juga,
“ahh chamkaman, kenapa tanganmu yeoja pintar??” aku langsung menutupi lukaku, kenapa bisa terlihat olehnya sih. Tanpa kata-kata aku langsung pergi mengambil tempat yang strategis untuk melihat sunset nantinya. Ah sepertinya disini pas. Aku langsung menggelar tikar dan membuka makanan-makanan yang aku buat.
“jonghyun-ah” aku melambaikan tanganku padanya supaya datang kesini.
“duduk, kita makan dulu ya.” aku membuka makanan yang aku buat satu persatu.
“tadddaaaaa”
“ini kau buat sendiri?? Yang tadi meledak kan?”
“yaa tidak sopan. Itu sudah dibuang ini yang baru lagi. Enak ko.”
“aku curiga. Dulu juga kamu bilang ini enak tapi…..”
“ishh ini benar. Coba makan ini,” aku langsung menyuapinya chiken rice.
Dia sedikit mengerutkan dahinya. Apa tidak enak ya? padahal aku yakin ini enak.
“woo massista hyunna-ah.”
“ehh jinca??”
Dia hanya mengangguk dan langsung memakannya sampai habis. Setelah semua yang kami bekal sampai habis semua, kami duduk sambil melihat kea rah laut yang lepas, aku menghirup udara laut yang begitu segar. Aku menoleh kea rah jonghyun, dan menggemgam tangannya. Terlihat dia terkejut, aku tersenyum padanya.
“jonghyun-ah, aku ingin bercerita.” Aku langsung menutup mulutnya saat hendak mau bicara “dengarkan saja ya.” aku tersenyum padanya, dan menyenderkan kepalaku di pundaknya. Sambil melihat ke laut aku memejamkan mataku, sejanak untuk menahan air mataku yang akan siap turun kapan saja.
“kau tahu jonghyun-ah, dulu aku berpikir bahwa aku adalah orang yang sangat bahagia di dunia ini. Appa yang seorang composer terkenal, eomma yang sangat setia juga sayang pada suami juga anaknya. Kami benar-benar keluarga kecil yang sangat harmonis. Aku dekat dan sangat menghormati appaku. Appa mengenalkan aku dengan music. Memberikanku warna dengan music dalam hidupku, indah rasanya, dan itu semua sungguh membuatku menjadi orang yang sangat beruntung di dunia ini. Namun saat aku kelas 1 smp, saat aku pulang sekolah hari itu, semua berbalik 1800. Semua yang aku lihat itu sangat mengerikan, partitur-partitur music ada dimana-mana. Semua sangat berantakan. Dan eomma terduduk di tengah ruangan sambil menangis, sedangkan appa duduk di kursi sambil menutup semua mukanya.”
“uljima.” Aku merasakan tanganku digemgamnya dengan erat seakan memberikanku kekuatan.
“aku memberanikan diri untuk melangkah pada eomma, dan menpuk pundaknya namun ia malah histeris dan mendorongku hingga jatuh. Eomma berteriak tentang appa yang lebih memilih music dan pergi ke luar negeri daripada dirinya. Dan esoknya appa benar-benar meninggalkan kami, dia pergi mengejar mimpinya ke London. Satu kata yang aku ingat saat appa pergi ‘appa akan datang menjemputmu sayang’ hanya itu. Stelah appa pergi semua semakin buruk. Eomma menjadi kasar sering memukulku, menyuruhku untuk selalu belajar terus menerus memaksaku untuk menjadi yang pertama. Saat itu aku bisa bertahan sampai pada akhirnya eomma membuang semua barang yang berhubungan dengan music. Melarangku bernyanyi, sekali bernyanyi aku dipukul dikurung sampai akhirnya aku depresi. Kau tidak akan menyangka bukan, bahwa dulu aku sempat gila. Haha. Namun eomma akhirnya sadar dan membuatku kembali kea lam nyata kemabali. Namun nyatanya semuanya berubah, dalam diriku sekarang hanya ada warna putih dan hitam. Rasa sakit, trauma yang ditinggalkan eomma sangat membekas dalam hidupku. Sampai aku tidak bisa bersuara lagi, mengeluarkan semua pendapatku, atau inginku. Aku hanya bisa menuruti semua keinginan eomma, sudah lelah rasanya. Eomma menikah lagi dan aku mempunyai seorang adik yang manis. Meski bukan adik kandung namun aku menyayanginya sangat. Aku sempat putus asa, mungkin selamanya aku akan seperti itu. Sampai malam itu aku bertemu denganmu. Aku merasa kau seperti malaikat, membisikkan selalu nyanyianmu padaku, memberikan sinarnya padaku. Dan untuk kedua kalinya aku merasa tekad untuk berubah. Dan aku yakin sekarang, kau benar-benar seperti matahari untukku jonghyun-ah.  Gomawo.” Aku menatap mata jonghyun dan tersenyum padanya.
“kenapa kau memberitahukan semuanya padaku hyunna?”
“kenapa yaa? Mungkin aku percaya padamu jonghyun-ah.”
“percaya?”
“nee aku percaya padamu.” Aku tersenyum padanya untuk menyakinkan, lalu minum air putih di sampingku. Entah kenapa aku merasa jonghyun diam saja, seperti memikul benban yang berat. Aku melihatnya, dan memegang tangannya kembali. Membuatnya menoleh padaku.
“mian aku bercerita yang aneh, jangan dipikirkan ya.”
Jonghyun Pov
            Dia tersenyum padaku, dan mengeratkan genggaman tangannya.
“apa kau mau mengatakan sesuatu?” aku menimbang-nimbang apa aku mempercayainya. aku melihatnya kembali, mata yang menyiratkan kesungguhan. Aku tersenyum padanya. Dan merebahkan badanku, aku menepuk-nepuk tempat di sampingku menyuruhnya untuk tidur disampingku. Dia mengikuti perintahku merebahkan tubuhnya di sampingku. Aku melihat langit.
“aku juga ingin membuka rahasiaku, hyunna. Kau pasti tahu bukan aku adalah keturunan orang kaya. Appaku sangat sukses membangun perusahaannya. Aku pun sama denganmu sangat bahagia merasakan kehangatan orangtua. Namun dari kecil orangtuaku sudah berceerai. Eomma pergi dan aku tinggal dengan appa. Hanya appa kebahagianku dan yang aku miliki. Saat itulah otoshi datang dalam kehidupan kami, menemani kami dikeseharian kami. Awalnya aku menerimanya dengan tangan terbuka sampai pada akhirnya aku menemukan kenyataan pahit. Kau tahu hyunna? Aku di didik sebagai penerus, aku selalu diamanjakan harta. Namun aku selalu tidak tertarik oleh harta. Semua yang mendekatiku hanya melihat hartaku, kecuali key juga jeyon. Yaa hanya mereka berdua yang mau menerimaku apa adanya. Saat smp aku dan jeyon pacaran, mungkin kamu juga tahu hal itu. Kami terkenal di sekolah kami, sampai di kelas 2 aku melihat appa dan otoshi berciuman. Aku terkejut sangat, aku tak percaya bahwa appa yang aku kagumi dan aku hormati adalah seorang gay. Aku sangat hancur, dan aku menceritakan hal itu pada jeyon. Jeyon berjanji tidak akan membocorkan pada siapa pun. Aku percaya padanya hyun. Kemudian aku mencari eomma, aku ingin melihatnya. Aku berpikir saat bertemu dengannya nanti eomma akan terbuka menerimaku tapi aku salah. saat aku datang menemuinya, aku ditatap olehnya seperti sebuah kotoran, jijik dan menganggapku seperti monster. Ternyata eomma terpaksa menikah dengan appa karena perjodohan dan hanya dipaksa untuk membuat keturunan saja sebagai penerus. aku pulang dengan gontai saat itu. Kenyataan yang sangat pahit 2x sekaligus menerpaku. Dan besoknya saat aku hendak menjemput jeyon, eommanyalah yang membukakan pintu, dan langsung mencercaku memintaku menjauhi jeyon, takut jika anak  kesayangannya itu terkena penyakit gara-gara dekat denganku. heh padahal aku tidak tahu apa-apa. dan ia berkata bahwa ia tidak ingin berhubungan dengan anak yang ayahnya seorang gay. Hatiku kembali tertusuk, ternyata jeyon berani membuka rahasiaku pada orang lain,meski itu dengan ibunya namun itu malh berbalik menyakitiku. Saat itu aku langsung memutuskan jeyon, aku tidak bisa lagi percaya dengan orang yang sudah mengkhianati kepercayaanku. Aku bercerita pada key, key sangat khawatir padaku namun aku tidak bisa terlalu membuatnya ikut campur dalma masalahku. Aku tidak mau dia menjadi sepertiku. Dan akhirnya aku menutup hatiku mendirikan dinding yang begitu kokoh. Kehidupanku pun berubah aku menjadi urak-urakan, minum, berantem, haha sungguh menyedihkan bukan. Sampai akhirnya kau menyatakan cinta padaku.haha. aku sangat kaget karena tiba-tiba saja ada orang yang mau mendekatiku, memporak-porandakkan dinding yang aku buat. Membuatku kelabakan karenamu.he”
“lalu apakah sekarang kamu sudah bebas?”
Aku menoleh padanya, “belum. Kemarin saat kau bilang aku seperti matahari buatmu, aku sadar, dan harus melakukan sesuatu. Aku pergi ke rumah eomma, saat melihat dirinya tersenyum dengan lepas bersama suaminya, ternyata eomma sudah bangkit dan menemukan bagiannya yang hilang sedangkan aku, aku masih disini terbelenggu oleh lubang yang dalam.” Aku tersenyum kea rah langit.
Tiba-tiba saja hyunna bangun lalu berdiri dan berlari ke bibir pantai. Membiarkan kakinya terhempas ombak yang dingin. Kemudian dia melihatku yang tidak jauh darinya, sesaat dia tersenyum dengan sangat manis sekali. Lalu mengulurkan tangannya padaku.
“peganglah tanganku jonghyun-ah. Aku akan menarikmu keluar, tidak enak kan jika kamu berdiam disana sendiri. Aku akan selalu menggemgam tanganmu. Mau percaya padaku?”
Aku mendekat padanya dan tersenyum padanya. Hah sungguh yeoja yang aneh, dan sungguh pemberani. Aku mengulurkan tanganku, namun tidak jadi memegangnya.
“aku tidak mau ah”
“mwo kenapa??”
Aku tersenyum jahil padanya dan langsung menggemgam tangannya dan menariknya dalam pelukanku.
“omo”
“aku percaya padamu hyunna.”
Aku tersenyum padanya, rasanya lega sekali sudah mengatakan semuanya padamu hyunna. Aku menatap matanya, lalu mempersempit jarak dengannya, dan sedetik kemudian aku menciumnya.
Author Pov
            Saat sunset tiba jonghyun dan hyunna berciuman, mereka berdua memberikan kehangatan dan kasih sayang mereka. Dari awalnya manis sekarang sudah berubah menjadi panas. Mereka terhanyut oleh keadaan.
“hmmpp” hyunna mendesah saat jonghyun memasukkan lidahnya pada mulutnya. Membuatnya semakin terlena, dan terbuai oleh sentuhan jonghyun. jonghyun melepaskan ciumannya dan mengecup leher hyunna yang mulus dan putih. Jonghyun mengecup lalu menghisap leher hyunna sedikit memberikan tanda merah dileher hyunna.
“ahh jongg..ukhh” jonghyun mendengar suara hyunna langsung berhenti dan tersenyum pada hyunna. Jonghyun mengecup keningnya. Hyunna memegang pipi jonghyun, dan membuat jonghyun bingung gara-gara itu, hyunna mendekat dan langsung menciumnya dengan lembut.
Jonghyun Pov
            Hyunna memegang pipiku, mau apa dia. bukannya tadi ia tidak mau ya.  omo, kenapa dia menciumku aish, sangat lembut membuatku ingin lebih rasanya. Ahh aku menciumnya lebih dari ini, terdengar desahan hyunna saat kami beradu lidah. Shit ini membuatku gila. Tanpa kusadari tanganku sedikit membuka bagian atas dress yang hyunna pakai, dan memasukkan tanganku kedalam dress yang hyunna pakai. Aku membelai permukaan tubuh hyunna yang lembut. Sampai aku berhenti di breastnya. Aku menghentikan ciumanku, dan menghirup udara untuk bernafas.
“jonghyun-ah..” bisiknya lemah, aihh semakin membuatku tergoda. Hyunna perlahan membuka dress bagian atasnya membuatku terbelalak kaget. Dan menampilkan breastnya saja. “jonghyun-ah,, ”
Aku menciumnya kembali, ahh aku sudah tidak bisa berpikir lagi. Aku hanya ingin denganya. Aku ngeratkan pelukanku dan membuka tali pengikat breastnya. Dan sedetik kemudian breastnya sudah polos. Aku meremas sedikit , dan ciumanku turun ke bawah. Mencium lehernya dan dadanya. Suara desahan hyunna semakin membuatku gila. Apalagi hyunna memberikan sikap fositip padaku. Aku merebahkan hyunn di atas pasir cahaya senja, dan sunset semakin membuatnya cantik. Aku menciumnya kembali. Semakin panas, ciuman kami. Aku meremas dadanya, sambil menciumnya. Tuhan ini gila, aku tidak bisa berhenti.
“hyunna.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar