Author : Gigiehyunnie
Main cast : Kim jonghyun
Han hyunna
Support cast : Prak ririn ( chingu hyunna)
Kim kibum / key ( chingu jonghyun)
Han hyuri (yeodongsaeng hyunna)
Nyonya han (eomma hyunna)
Kim hyuki (Appa jonghyun)
Otoshimura (paman jonghyun)
Yon jeyon (mantan jonghyun)
Yon Hanna (eoma jeyon)
Lee joon (songsaenim)
[Sequel]
Genre : Romantic, family, act
Ratting : N-17
Annyeong…. ^^
Anae nya jonghyun oppa,, comeback dengan membawa FF nya..
Mungkin ceritanya agak aneh,,juga masih banyak typo,, <namanya juga masih belajar,,kkkeke~>
Inspirasi yang datang banyak, heehe
Kalau ada yang pernah baca atau mirip dengan ceritanya, mungkin kalian pernah baca komik be naughty girl. Yapp memang dari sanalah inspirasinya. Hanya sebagian, tapi seluruhnya terlahir dari ide saya..hoho
ok happy reading. =).
Sarangheyo ~~~~~~~
*********************************************** Part 3 *******************************************
Author Pov
“sepakat” kata-kata itulah yang membuat hyunna sekarang terjebak dalam situasi ini.
“aniyo, kamu cantik. Kami beli ini.” Kata jeyon pada pelayan, sambil menyerahkan beberapa uang. Ya memang tidak dapat dipungkiri bahwa hyunna cantik memakai baju seperti itu. Keatasan kaos pendek yang pas memperlihatkan tubuh hyunna yang ramping. Ke bawahan rok mini yang manis. Ditambah sepatu high hells. Membuatnya menjadi berbeda. Setelah dari toko pakaian hyunna dan jeyon masuk ke sebuah salon. Kemudian hyunna duduk dan melihat-lihat catalog model rambut.
“yak nona yang manis, kau akan memilih model rambut yang bagaimana??” Tanya seorang namja yang seperti yeoja. Yah diyakini bahwa orang inilah yang akan memotong rambut hyunna.
“tolong buat potongan rambutku seperti ini” tunjuk hyunna dengan senyum ke sebuah gambar yang membentuk model rambut zaman dulu (bob pendek dengan poni yang seperti batok). Buku itu langsung dilempar oleh jeyon, “kau pikir dengan rambut seperti ini jonghyun bakalan suka,aigooo?? Lebih baik kau turuti kata-kataku. Tolong cat rambutnya menjadi merah bergundi.”
“mwoo?? Aku tidak mau merah seperti itu. Lebih baik coklat saja.”
“aihh kalau begitu coklat pirang.”
“excellent, sepertinya akan cocok pada nona ini. Okk semuaa lets do it.” Perintah pemotong rambut tersebut pada karyawannya.
Selang beberapa jam kemudian~
“ini aku??” Tanya hyunna lagi melihat cermin di depannya.
“ok, sekarang ayo kita pergi.” Jeyon menarik hyunna yang masih terbengong melihat rambutnya kini.
“apa warnanya tidak terlalu mencolok ya? kenapa juga aku harus pakai lensa jeyon?”
“karena kacamatamu itu jelek. Sudahlah itu lebih bagus.”
Kemudian hyunna pergi dengan jeyon ke suatu tempat, setelah mereka menghabiskan waktu seharian untuk memilih baju, mengubah model rambut, dan membeli lensa mata untuk hyunna.
“nahh itu tempatnya. Jonghyun sekarang pasti sedang di dalam situ. Ingat jangan sampai kau langsung menghampirinya, jual mahal sedikit di depannya, buat dia yang mengejarmu. Sana pergi.” Jeyon mendorong hyunna pergi.
“gomawo jeyon-ah.” Teriak hyunna, sambil berlari. Jeyon yang melihat hyunna tersenyum pernuh arti dan meninggalkan hyunna.
@MidnightClubes
Hyunna berdiri terlebih dahulu di depan club tersebut. Melihat kembali sosoknya dalam sebuah cermin kaca club tersebut. Hyunna tersenyum melihat dirinya sekarang karena jujur saja bahwa hyunna ingin sekali berpakaian seperti ini. Tapi karena ibunya yang selalu menuntut hyunna untuk belajar maka seperti inilah hyunna jadinya, yeoja yang ketinggalan zaman. Namun sekarang tidak lagi, rambut hyunna yang panjang dibuat segi dan terurai, terlihat bahwa begitu lembut rambutnya itu. Warna rambut perpaduan coklat dan kuning emas membuatnya semakin cantik. Terlebih lagi sekarang kacamatanya hilang dan dirubah dengan memakai lensa warna coklat, menambah kecantikannya lagi. Baju yang sweetable membuatnya semakin cantik. Hyunna tersenyum lagi, lalu dengan langkah pasti masuk ke dalam club tersebut.
Jonghyun Pov
“kim jonghyun.” aku menoleh ke arah yang memanggilku itu. Cih lagi-lagi, kenapa selalu saja ada orang yang menggangguku.
“apa?”
“kau telah memukul dongsaengku sampai seperti ini. Kamu harus minta maaf padanya atau kau mati.” Aku melihat ke arah belakang namja ini, oh ternyata namja gempal yang aku tinju kemarin. Dasar pengecut bisa-bisanya membawa 3 orang untuk melawanku. Sudi aku minta maaf padanya. Aku tersenyum ke arah namja tersebut “siroh, aku tidak mau minta maaf padanya. Kalau kau mengancamku dan ingin membuatku mati silakan. Aku akan melawanmu, aku tidak takut sama sekali.”
Terlihat dia melirik cemas ke arah namja gembul tersebut, haha mungkin dia takut jika nasibnya sama seperti dongsaengnya itu. Kemudian matanya melihat ke arah pintu yang terbuka dan muncul seorang yeoja yang aku rasa, aku familiar dengan sosoknya. Lalu dia tiba-tiba tersenyum padaku, “lebih baik kita bertaruh saja, siapa yang bisa membuat yeoja tersebut tertarik dan mau memberikan no tlpnya dia yang menang. Jika aku menang kau harus minta maaf, dan jika kau menang aku tidak akan mengganggumu lagi.” Tunjuknya pada yeoja yang sekarang sudah duduk di meja bartender dan memesan minumannya. Mataku menyipit, dan tersenyum penuh kemenangan aku pasti menang. “baiklah aku sepakat.”
Aku mendekati yeoja tersebut, dan berdiri di sebelahnya membuatnya menoleh padaku. Ternyata memang yeoja pintar, kenapa dia bisa berubah menjadi cantik seperti ini? Aku tersenyum padanya. “yaa yeoja pintar.” Terlihat dia sangat kaget melihatku dan mendengar suaraku, “jadilah pacarku Han Hyunna.” Dan kata-kataku barusan membuatnya semakin kaget dan matanya itu hampir keluar. Haha kalau saja tidak ada namja sialan itu aku mungkin sudah tertawa terbahak-bahak.
“aku tidak mau” jawabnya langsung. Aku mengerutkan dahiku, mwoo? Kenapa dia malah seperti ini, padahal kemarin dia masih mengejarku. Namja tadi melihatku dan tersenyum meremehkan, cih sialan.
“hai cantik. Kalau dengannya tidak mau bagaimana denganku.” kata namja tersebut sambil menyentuh dagunya. Aishh kenapa dia pegang-pegang yeoja pintar segala. “jangan sentuh aku, aku tidak mengenalmu.” Hyunna langsung pergi meninggalkan kami berdua. Aku tersenyum ke arah nya yang sekarang berbelok pergi ke arah toilet. Loh kenapa tadi aku merasa kesal saat dia menyentuhnya ya? dan kenapa juga aku malah lega saat dia menolaknya.
“sepertinya kita berdua kalah. Ayo kita taruhan yang lebih menantang lagi.” Tawarnya kemudian. Aku mendelik padanya, “baiklah, ayo kita naik ke tahap yang lebih mengasikkan. Siapa yang bisa menciumnya tanpa kekerasan dia yang menang. Bagaimana?” aku tersenyum pada namja ini. “deal”.
Tanpa pikir panjang aku langsung pergi ke arah toilet wanita, dan masuk ke dalamnya. Sedangkan namja itu juga gerombolannya berjaga di depan pintu masuk toilet sambil melihatku. Perlahan aku mendekatinya yang sedang sibuk berbicara sendiri.
“kenapa kau selalu senang berbicara sendiri yeoja pintar?” aku berbisik di telinganya yang langsung membuatnya terlonjak kaget. “yaa kau buat aku jantungan.” Aku mendekat ke arahnya, “kenapa kau berganti penampilanmu yeoja pintar?? Segitu cintanya kau padaku sampai kau berubah seperti ini??” aku meraba rambutnya yang kini berubah menjadi coklat semu kuning emas.
Terlihat dia begitu gugup, he ternyata dia punya sisi manis. “yaa aku,,aku,, aisshhh kata siapa aku berubah karena kamu ha??” aishh pakai jual mahal segala, haha dasar yeoja pintar. Aku tersenyum padanya lagi “ kau tidak mau menjadi pacarku lagi??” aku semakin ingin menggodanya. Terlihat lagi dia bersemu merah, “a,,aku,, ishh kau tahu aku suka padamu. Jangan menggodaku lagi.” Dia mengembungkan pipinya sekarang, neomu yeppo. Aku mendekat ke arahnya dan mengelus pipinya. “kau,,kau mau apa??” terlihat matanya panic melihatku semakin dekat dengannya. Perlahan aku mendekat padanya dan sekarang wajah kami hanya tinggal 3 cm lagi. Nafasnya dapat aku rasakan, harum parfumnya juga dapat aku hirup, yang membuatku gila karenanya. Aku mendekatkan kembali wajahku dan sekarang memang benar-benar 1cm lagi aku bisa dapat menyentuh bibirnya tersebut. Kulihat wajahnya, dia menutup matanya, entah setan apa yang membuatku ingin menyentuhnya.
Aku mendaratkan ciuman manis di bibirnya. Dan sekarang kami berciuman kembali. Dia membalas ciumanku ini, rasanya begitu manis dan membuatku tergoda untuk menciumnya lebih. Tapi ini tidak boleh, tidak boleh lebih dari ini. Aku melepaskan ciuman kami dan melihat ke arah nya. “gomawo, kau telah membuatku menang dan bebas dari namja-namja sialan itu” aku berbisik di telinganya, dan langsung membuatnya menoleh ke arah pintu. Aku pergi meninggalkannya, kalau tidak segera pergi aku akan semakin terjebak olehnya.
“aku menang, jangan ganggu aku lagi.” Kataku pada namja sialan tersebut. Terlihat bahwa mereka sangat kesal. Aku tidak peduli lagi dengan mereka, aku inginn segera pergi. Dan pergi meninggalkan club tersebut.
“yaa kim jonghyun.” aku menoleh ke belakang, dan melihat hyunna sedang mengahampiriku dengan tatapan marah.
“kau membuatku bahan taruhan hah?? Dimana letak hati nuranimu?? Dimana rasa sayangmu hah?? ” teriaknya sambil menunjuk-nunjukku.
“sudah aku bilang bukan. Aku tidak suka yeoja pintar. Jangan dekati aku lagi han hyunna.” Aku menghela nafas panjang.
“Baru kali ini aku bertemu namja sepertimu kim jonghyun. sungguh menyedihkan dirimu kini.” Menyedihkan? Kata-katanya membuatku marah.
“mwo?? Menyedihkan?? sok tahu sekali dirimu. Kau siapa? Kau bukan siapa-siapaku yeoja pintar. Kau tak mengenalku dengan baik. Aku memang tidak punya rasa sayang, rasa sayang tersebut sudah hilang dalam hidupku. Kepercayaan semuanya, sudah hilang dariku. Jadi kau mau apa hah? Mendekatiku dengan cara mengasihaniku?? Hahh terima kasih itu tidak perlu. Jangan dekati aku lagi.” Tanpa kusadari aku sedikit berteriak padanya. Cih dia pasti menangis lagi.
Tapi ternyata aku salah dia malah mendekat dan menarikku, kehadapanya membuatku melihat dengan jelas wajahnya itu. Sedetik kemudian dia menciumku, aku membulatkan mataku. Dia terus menciumku dengan lembut dan manis, kecupannya membuatku kembali terlena dapat kurasakan kehangatan yang ia berikan padaku. Dia melepaskan ciumannya dan memelukku.
“mianhae, aku menyakitimu jonghyun-ah. Asal kau tahu, aku benar-benar menyukaimu. aku mengubah penampilanku memang untuk mengejarmu, untuk membuatmu berpaling padaku, tapi ada alasan lain di balik itu semua. Dan kau harus percaya, kalau masih ada yang mencintaimu. Aku menyayangimu jonghyun-ah. Sangat. Dan rasa ini bukan mengasihimu.”
Aku termenung mendengar ucapannya. Sungguh kata-katanya membuatku tersentuh. “pulanglah, sudah malam. annyeong” dia melepaskan pelukannya dan pergi begitu saja, meninggalkan aku sekarang sendiri disini.
Nonna neomu yeppo~ ringtone hpku menyadarkanku, sejenak aku melihat layar hpku. Lalu mengangkat teleponnya.
“yobseyo key-ah.”
“kau dimana hyung?”
“di jalan dekat club biasa. Waeyo?”
“kau tahu akhirnya dia menerima kue buatanku juga. Tidak menolaknya lagi. Aku senang sekali..hehehe”
“syukurlah.. hehe”
“loh kau kenapa hyung?? Suaramu terdengar kusut seperti itu?”
“nee,,ada sesuatu. Ahh aku menginap di apartemenmu ya.”
“baiklah aku akan tunggu. Hati-hati. annyeong”
“nee.. annyeong”
Aku memasukkan handphoneku ke dalam jaketku. Kenapa menjadi seperti ini??
Next days~
Author Pov
“yaa unnie,,ironna………” teriak hyuri. Hyunna yang masih terbaring dalam kasurnya dan diselimuti oleh selimutnya sampai ujung kepala meringkuk tidak memperdulikan teriakan adiknya itu. “aisshhh unniieeeee, ironaa, kalau kau tidak bangun eoma bakalan marah padakuuu” teriak hyuri lagi. Namun hyunna masih diam tidak bergerak sama sekali. Hyuri yang melihat hyunna seperti itu kesal dan tanpa ba bi bu lagi hyuri menarik selimut hyunna dengan paksa sehingga terlihatlah hyunna dengan kondisi yang mengenaskan.
“cih.. yaa unnie. Kau pulang larut malam. Pulang ke rumah penampilanmu sudah beda. Dan sekarang kau menangis sepanjang malam, sampai matamu bengkak begitu. Sungguh bukan unnie saja.” Kata hyuri panjang lebar mengomentari kakaknya seperti itu. Hyunna bangun perlahan masih pusing, dan matanya memang bengkak karena menangis semalaman. Perlahan hyunna mendekati hyuri dan menggemgam tangannya. “hyu-ah, tell me. Beritahu perasaanmu padaku, saat kau diperlakukan berbeda denganku. ahh apa itu menyakitkanmu??”
Hyunna Pov
“hyu-ah. Beritahu perasaanmu padaku, saat kau diperlakukan berbeda denganku. ahh apa itu menyakitkanmu??” aku menggemgam tangannya, mencoba untuk bisa lebih memahami apa yang akan dikatakannya. Tapi tiba-tiba dia melepaskan tanganku dengan kasar. “hyuu-ahh” kataku lemah. Aku melihatnya dengan lekat, terlihat dia merasa sakit hati, matanya menyiratkan kesakitan, ahh aku,,aku melihat mata itu sama dengan jonghyun. itu mata jonghyun tadi malam.
“heh unnie, kau tau?? Aku ini merasa sangat diasingkan dirumah ini, terlebih jika bersama denganmu. Aku selalu dibanding-bandingkan denganmu yang begitu luar biasa menurut eoma. Di mata eoma aku selalu salah, selalu paling buruk, selalu dianggap remeh oleh eoma. Dan kau tau unnie, itu menyakitkan, sangat sakit. Kenapa eoma tidak adil padaku? Kenapa eoma selalu lebih sayang padamu? Kenapa hanya unnie yang selalu dilihat oleh eoma? Kenapa tidak pernah melihatku? Padahal putrinya itu ada dua,, KENAAPAA????” hyuri berteriak dan menangis. Matanya mencerminkan kalau memang dia sangat tersakiti. Matanya mirip jonghyun, sebenarnya apa yang terjadi padanya. Aku melihat adikku ini, adikku tersayang. Padahal aku tidak bermaksud seperti itu. Aku memeluknya, ikut merasakan apa yang dirasakan adikku ini. Ohh tuhan maafkan aku. “mian,,mian,,mianhae,, unnie tidak bermaksud begitu. Mian unnie tidak menyadarinya, unnie sayang padamu hyu-ah. Uljimaa..” aku perlahan mengelus punggungnya, yang terus bergetar karena tangisnya. “nee unnie, mian, mian, aku emosi. Aku juga sayang unnie.” Ahh suaranya sangat serak, aku tersenyum mendengarnya. Sedikitnya aku bisa memperbaiki hubunganku dengan hyuri, dan mengetahui arti dari sorot mata jonghyun tadi malam.
Next days~
“Unnie kau yakin akan pergi ke sekolah dengan penampilan seperti ini?” Tanya yeodongsaengku ini. Aku tersenyum padanya dan mengangguk “nee,, aku ingin berubah hyu-ah. Aku ingin melakukan sesuatu yang dapat merubah hidupku. Aku juga ingin dekat dengan seseorang yang aku sayang.”
Hyuri terlihat bingung, aku tahu dia mau bertanya apa lagi sekarang “dia namja hyu-ah. Namja yang sangat berarti buat unnie. Meski unnie juga tidak tahu perasaannya padaku. Tapi ada sesuatu yang membuatku begitu tertarik dengannya. So, unnie mohon, tolong jangan beritahu eoma yah.” Aku mengedipkan sebelah mataku. “huh,,ada maunya saja unnie seperti itu. Menyebalkan.” Dia menyambar tasnya dan kemudian berlalu pergi, yahh karena memang sekolah kami beda jalur. Aku merapikan lagi bajuku, dan melihat diriku kembali ke dalam cermin. “siipp aku bisa..” aku mengepalkan tanganku lalu berlari ke arah sekolahku yang sudah di depan mata.
@class
Aku tahu kalau akan banyak yang melihatku, tapi kenapa rasanya banyak sekali yang menatapku dengan pandangan orang asing. Aku duduk di mejaku, namun aku dikagetkan dengan gerbakan meja oleh rin.
BrAKKKK~ “kau siapa hah?? Seenaknya saja kau duduk di meja ini, ini meja temanku tahu. Sana minggir” usirnya dengan galak. Omo, baru aku ketahui, ternyata Ririn itu menyeramkan bila sedang marah. “yaa rin-ah pelankan suaramu. Aku ini han hyunna.” Kataku padanya. “mwo?? Mworago??” ulangnya lagi. Aishh apa dia mendadak terserang penyakit tuli ya?? “aku ini HAN HYUNNA rin-ah.” Teriakku sambil menekankan kata namaku. Dan alhasil karena teriakanku, semua anak-anak dikelas pada melihat padaku dan berbisik-bisik tentangku. Aku tahu kalian akan berkomentar tentang penampilanku, aku kemudian duduk, dan melihat rin dengan wajah yang sangat shock.
“kau hyunna?? Astaga hyun-ahh kau begitu cantik. Tapi rambutmu?? Kau akan kena marah.ahh dia datang. Ingat hyun-ah, kau hutang bicara padaku.” Katanya sambil berlalu ke mejanya. Hufft aku memang sudah siap jika kena marah songsaenim. Tapi sepertinya tidak mengenaliku, keke syukurlah kalau begitu.
“han hyunna, ayo ke depan jawab pertanyaan ini.” Minta songsaenim padaku. Aku kemudian pergi ke depan lalu mengerjakan soal tersebut dengan sangat mudah. “sudah songsaenim.” Aku berlalu saat hendak duduk di mejaku, “chamkaman hyunna-ssi, warna rambutmu itu……”
“rambut?? Kenapa memang dengan rambutku.?”
“ukhh sabar,sabar, tidak apa asal anak itu pintar” batin songsaenim. “ehem,,aniyo, tidak apa-apa silakan duduk kembali.” Aku tersenyum padanya, lalu duduk di mejaku. Hmppp aku tau bahwa kalian semua merasa iri padaku. Aku tau pandangan kalian tidak enak. Tapi masa bodolah, aku sudah memilih jalan ini dan aku harus kuat. Aku melihat ke arah meja jonghyun, ahh ternyata ia tidak masuk lagi. Kemana sebenarnya dia.
Jonghyun Pov
Aku bolos lagi hari ini. Huff,, lebih baik memang aku harus mengistirahatkan kepalaku. Yah dan tempat ini sangat cocok sekarang, Ruang Musik. Entah kenapa aku sangat rindu dengan ruangan ini. Aku rindu menyanyi dan rindu untuk menyentuh alat music lagi. Cih kenapa aku menjadi cengeng begini, gara-gara yeoja pintar aku jadi kalut begini. Gara-gara omongan key tadi malam juga, sukses membuatku semakin kalut begini. Shit,, aku menjabak rambutku, dan memejamkan mataku sejenak. Mencoba merenungi kata-kata key tadi malam, dan kejadian tadi malam.
======Flashback======
“hyunggg,,, kau tau dia menerima kueku dan bilang itu sangat enak..haha akhirnya dia mengetahui kehebatanku.” Seru key, tiba-tiba saat aku masuk ke dalam apartemennya. “aigoo kau sangat berlebihan key-ah.” Aku menyolor kepalanya, dan membanting tubuhku ke atas sofa. Ukhh rasanya entah kenapa cape sekali. “suka-suka dong. Aku sedang berbunga-bunga soalnya. haha” jawabnya sambil duduk di sampingku. Aku hanya menaikan bahuku saat mendengarnya berbicara seperti itu. “hyung, kau ada masalah ya??” aku melihat ke arahnya dan tersenyum sedih. “mau bicara padaku??” tawarnya lagi. Aku mengangguk dan menceritakannya dari awal aku bertemu dengan yeoja pintar sampai kejadian tadi. Key mendengarkan dengan seksama, namun saat terakhir dia malah tertawa terbahak-bahak.
“buahahahahahahaa,, yaa hyung,, kau,,hahaa” aku memukul kepalanya. “yaa shut up. Kau menyebalkan sekali.” Aku mengembungkan pipiku, bertanda tidak suka. Tapi dia malah tetap tertawa, sungguh menyebalkan. “haha kau sekarang sudah terjebak olehnya hyung.” Aku melihat ke arah key dengan wajah yang menuntut jawaban lebih darinya.
“yaa kau terjebak. Kau terjebak oleh permainan yang kau ciptakan sendiri. Kau mencoba membuat dinding dengannya, karena dia mirip dengan yeoja itu.” Aku diam “jeyon maksudmu??” key mengangguk dan meneruskan kembali perkataannya. “yah yon jeyon. Aku tahu bahwa dulu kau sangat menyayanginya. Namun akhirnya dia menghianatimu dan membuatmu sakit, sehingga kau buat dinding yang amat kokoh di hatimu agar tidak ada seorang pun yang masuk lagi. Namun sekarang yeoja pintar itu, tiba-tiba saja masuk dalam kehidupanmu hyung, dan mencoba menghancurkan dinding itu. Membuatmu kelabakan karenanya. Karena tidak disangka-sangka dia berani masuk dalam kehidupanmu, dan tanpa kau sadari pula kau tertarik padanya hyung. Haha mungkin dialah orang yang akan menarikmu dalam lubang itu hyung.” Katanya sambil berlalu ke arah dapur. Meninggalkan aku sendiri yang tambah bingung dengan perkataannya.
======Flashback end======
“yah yon jeyon. Aku tahu bahwa dulu kau sangat menyayanginya. Namun akhirnya dia menghianatimu dan membuatmu sakit, sehingga kau buat dinding yang amat kokoh di hatimu agar tidak ada seorang pun yang masuk lagi. Namun sekarang yeoja pintar itu, tiba-tiba saja masuk dalam kehidupanmu hyung, dan mencoba menghancurkan dinding itu. Membuatmu kelabakan karenanya. Karena tidak disangka-sangka dia berani masuk dalam kehidupanmu, dan tanpa kau sadari pula kau tertarik padanya hyung. Haha mungkin dialah orang yang akan menarikmu dalam lubang itu hyung.”
Shit, kata-kata key ini membuatku tambah pusing saja. Masa aku tertarik olehnya. Ha tidak mungkin. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Karena mendengar pintu tiba-tiba terbuka, aku secara reflexs bangkit dan bersembunyi di balik tirai, aku melihat ke ruangan, loh seorang yeoja. Rasanya aku pernah melihatnya, kenapa ada orang yang masuk ke Ruang Musik ini? Biasanya jarang ada yang masuk ke ruangan ini saat jam segini. Aku kembali melihat sosok yeoja tersebut, saat ia duduk di depan piano aku membelalakan mataku. Mwoo? Yeoja pintar? Han hyunna? Kenapa dia bisa ke sini ya. aku melihatnya lagi yang sekarang sedang mengelap-ngelap tuts piano yang putih itu dengan sapu tangannya. Warna rambutnya, ternyata dia berani masuk ke sekolah dengan penampilan seperti itu. Tanpa kusadari aku tersenyum melihatnya lagi.
Author Pov
Ting ting ting , suara piano mulai mengalun di ruangan tersebut. Perlahan hyunna menyanyikan lagu sambil memainkan piano tersebut.
Before the arrow of light, pierces the endmark
It’s not just a matter of dodging it skillfully
Numerous times, it was fired,
And the pain was always inflicted internally.
Without realising it, it went deeper, deeper…
If you are sad, cry.
Just honestly cry as you are.
If you are still in pain after that and need someone,
Come to my side.
Come as you are,
If you’re in pain no matter where you are,
Come to my side.
Better Better Oh Oh x3
Better
I get you better, the loneliness creeps up upon us.
Even the promised date has passed.
The entrance that keeps beckoning to you,
The corner where one reaches the limit of one’s grief -
I will shut them off, shut them off, so that they don’t distress you any further.
If you are sad, cry.
Just honestly cry as you are.
If you are still in pain after that and need someone,
Come to my side.
Come as you are,
If you’re in pain no matter where you are,
Come to my side.
Until the day you can laugh again,
I will stay with you, no matter when that is.
Don’t let go of those hands, those hands,
If you are sad, cry.
Just honestly cry as you are.
If you are still in pain after that and need someone,
Come to my side.
Come as you are,
If you’re in pain no matter where you are,
Come to my side.
Oh BETTER At the ends of this world,
If I can run into you there, it would be great.
BETTER I want to be with you.
BETTER With you, forever.
Someday, no matter till where,
With just your own strength,
If you feel that you can stand up and take off,
Live, without looking back.
It’s not just a matter of dodging it skillfully
Numerous times, it was fired,
And the pain was always inflicted internally.
Without realising it, it went deeper, deeper…
If you are sad, cry.
Just honestly cry as you are.
If you are still in pain after that and need someone,
Come to my side.
Come as you are,
If you’re in pain no matter where you are,
Come to my side.
Better Better Oh Oh x3
Better
I get you better, the loneliness creeps up upon us.
Even the promised date has passed.
The entrance that keeps beckoning to you,
The corner where one reaches the limit of one’s grief -
I will shut them off, shut them off, so that they don’t distress you any further.
If you are sad, cry.
Just honestly cry as you are.
If you are still in pain after that and need someone,
Come to my side.
Come as you are,
If you’re in pain no matter where you are,
Come to my side.
Until the day you can laugh again,
I will stay with you, no matter when that is.
Don’t let go of those hands, those hands,
If you are sad, cry.
Just honestly cry as you are.
If you are still in pain after that and need someone,
Come to my side.
Come as you are,
If you’re in pain no matter where you are,
Come to my side.
Oh BETTER At the ends of this world,
If I can run into you there, it would be great.
BETTER I want to be with you.
BETTER With you, forever.
Someday, no matter till where,
With just your own strength,
If you feel that you can stand up and take off,
Live, without looking back.
[SHINee - BETTER]
Hyunna menyanyikan lagu itu dengan sangat merdu dan sangat tulus menyanyikan lagu itu. Jonghyun yang mendengarnya tiba-tiba saja meneteskan air matanya. “kenapa, aku menangis??” bisik jonghyun. hyunna perlahan menutup matanya, dan mulai memainkan lagu yang lainnya. Mencoba membayangkan kejadian-kejadian yang sudah dialaminya. Terbayang saat jonghyun berbicara pada malam itu. Hyunna diam, lalu berteriak tiba-tiba “kyaaaaaa kim jonghyun,, kau buat akuu gilaaa. Aishh menyebalkan…arghhh.” Jonghyun yang tiba-tiba mendengar teriakan hyunna kaget setengah mati, apalagi saat hyunna menyebutkan namanya. Jonghyun melihat ke arah hyunna, yang sekarang sedang menutup mukanya dengan kedua tangannya. “kim jonghyun kau kemana?? Kau buat aku cemas. Aku bodoh, kenapa juga aku tidak punya no hpnya..huuu” cerocos hyunna. Jonghyun yang mendengarnya tersenyum geli. “kenapa juga aku bisa menyukainya sampai seperti ini. Huuh dasar namja bodohhhh..” teriak hyunna lagi.
Jonghyun kemudian muncul sambil bertepuk tangan. Hyunna kaget melihat jonghyun yang sedang menghampirinya kini. “siapa yang namja bodoh yeoja pintar?” Tanya jonghyun yang sekarang sudah ada di samping hyunna. Hyunna menelan ludahnya. “sejak kapan kau disini jonghyun-ah??” Tanya hyunna balik. Jonghyun tersenyum, “sejak dari tadi.” hyunna membulatkan matanya dan segera berdiri dari duduknya. Mukanya sudah sangat merah, karena saking malunya. Tanpa pikir panjang lagi hyunna berlari pergi dari Ruang Musik tersebut. Sedangkan jonghyun tertawa melihat hyunna seperti itu.”hahahahahahaha”
“akhirnya kau bisa tertawa juga jonghyun-ah.” Kata jeyon sambil masuk ke Ruang Musik tersebut. Jonghyun yang tahu kehadiran jeyon langsung diam dan tidak tertawa lagi. Dan Langsung melirik jeyon dengan tatapan tajamnya. Saat Jonghyun hendak pergi dari Ruang Musik tersebut, tapi tangannya ditahan oleh jeyon.
“aku tahu kau tertarik padanya jonghyun-ah?? Tentu saja karena dia sangat mirip denganku. iya bukan?” Tanya jeyon. Jonghyun melihat jeyon dan melepaskan tangan jeyon. “kau sama sekali tidak mirip dengannya jeyon-ah. Dan kau tidak usah tahu aku tertarik padanya atau tidak.”
“kau masih mencintaiku jonghyun-ah. Sangat, dan kau tidak akan pernah bisa melepaskan bayang-bayangku darimu.” Jonghyun langsung pergi dari tempat itu tanpa berkata apa pun lagi. Sedangkan jeyon tersenyum melihat jonghyun. “jonghyun-ah kau milikku.” Gumamnya pelan.
<<_______________TBC______________>>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar