nampyeon

nampyeon

20120208

LIKE SUN IF YOU KNOW HIM Part 2


Author            : Gigiehyunnie
Main cast       : Kim jonghyun
                          Han hyunna
Support cast  : Prak ririn                  ( chingu hyunna)
Kim kibum / key     ( chingu jonghyun)
Han hyuri               (yeodongsaeng hyunna)
   Nyonya han           (eomma hyunna)
Kim hyuki               (Appa jonghyun)
Otoshimura                        (paman jonghyun)
Yon jeyon               (mantan jonghyun)
Yon Hanna                        (eoma jeyon)
Lee joon                  (songsaenim)
[Sequel]
Genre             : Romantic, family, act

Annyeong…. ^^
Anae nya jonghyun oppa,, comeback dengan membawa FF nya..
Mungkin ceritanya agak aneh,,juga masih banyak typo,, <namanya juga masih belajar,,kkkeke~>
Inspirasi yang datang banyak, heehe
Kalau ada yang pernah baca atau mirip dengan ceritanya, mungkin kalian pernah baca komik be naughty girl. Yapp memang dari sanalah inspirasinya. Hanya sebagian, tapi seluruhnya terlahir dari ide saya..hoho
ok happy reading. =).
Sarangheyo ~~~~~~~

*********************************************** Part 2 *******************************************
Jonghyun Pov
“yaa kim jonghyun, pacaranlah denganku. tidak peduli semua orang berkata apa, aku menyukaimu. Pacaranlah denganku.”
            Aku terbengong akan pengakuan cinta yeoja ini. Ya aku mengenal yeoja ini, yeoja pintar yang selalu menjadi panutan di kelas. Sebenarnya aku tertarik akan dia, tapi aku tidak mau lagi tertipu dengan seorang yeoja apalagi yeoja pintar macam dia ini. Aku tersenyum “mian yeoja pintar, kamu begitu hebat dan berani mendekatiku. Tapi sayang aku benci yeoja pintar sepertimu. So lepaskan aku, aku mau pulang.”
           
Aku langsung pergi dari situ, apakah kata-kataku begitu menyakitkan? Molla, aku tidak tahu. Yang jelas aku tidak mau berurusan dengannya, aku benci yeoja.
 “kim jonghyun” ahh suara ini, aku tau suara ini. Aku menoleh ke belakang, hahh yeoja lagi, kenapa yeoja ini selalu datang dan menghantuiku seperti hantu. Aku menatapnya dengan tajam.
 “kenapa kau selalu mengacuhkanku, kau tidak tau aku masih mencintaimu” dia berkata seperti itu lagi. Cih bohong sekali, aku tersenyum sinis padanya.
 “cukup yon jeyon, kita sudah berakhir. Mencintaiku? Bohong sekali, bukannya kau yang melakukan ini semua? Sudahlah aku benci melihatmu. Jangan ganggu aku lagi.” Aku muak dengannya, seenaknya dia melakukan ini padaku. Aku langsung pergi tanpa melihatnya lagi. Cukup sudah aku berhubungan dengan yeoja.
Author Pov
            “ckk yaa kim jonghyun tunggulah aku.” Yon jeyon berdecak pelan, dan pergi. Sedangkan hyunna masih diam dan berdiri di tempat itu. Dia sedang mencerna perbuatannya barusan. “hyunna-ya, gwechana??” rin mencoba menyadarkan hyunna yang sedari tadi msih bengong.
 “umm, rin-ah. Kenapa tadi aku bisa melakukan hal itu ya??” ririn yang mendengar pertanyaan hyunna hanya bisa menggelengkan kepalanya, “aigoo, aku juga tidak tau kenapa kau nekat seperti itu. Dasar lagi-lagi kau selalu bertindak seenaknya kalau kau yakin akan hal itu.”
“kenapa dia membenci yeoja pintar Rin-ah?? Apa aku salah jadi orang pintar??”
“ani, kau tidak salah. Kau pintar itu anugrah. Tapi kalau masalah dia membenci yeoja pintar aku tidak tahu.”
“rin-ah otthoke.?? Kali ini aku tidak bisa mencabut kata-kataku. Aku memang terlanjur menyukainya, ani bukan seperti itu. Aku memang menyukainya, rasanya sesak.” Hyunna menekan dadanya, yang artinya dia serius. Rin yang menyadari bahwa ini adalah pertama kalinya hyunna serius seperti ini.
“arraso, lakukanlah yang memang terbaik menurutmu. Kita pulang yuk” hyunna mengangguk dan mereka pulang bersama-sama.
Next days~
@sekolah
“kim jonghyun”
            Suara hyunna membangunkan sosok seorang namja yang tengah tertidur lelap di atas atap. “kau lagi, kenapa kau membututiku yeoja pintar?? Sampai kau bolos pelajaran favoritmu. Hahaha apakah jawabanku belum cukup?” jonghyun berdiri dan menghampiri hyunna. Hyunna menelan ludahnya, mencoba menghentikan debaran jantungnya yang semakin cepat karena jonghyun sekarang sangat dekat dengannya. “apa alasannya kau membenci yeoja pintar??” hyunna bertanya dengan berani, yah dia berpikir harus melakukan sesuatu untuk mengetahui namja ini.
Jonghyun tersenyum mendengar pertanyaan hyunna “karena aku tidak suka, cukup bukan alasan itu. Jangan menggangguku lagi. Karena aku benci yeoja pintar macam kau.”
Kemudian jonghyun pergi meninggalkan hyunna sendiri di atas atap. Hyunna menghela nafas pelan dan tertunduk sedih.
“annyeong hyunna-ssi” suara yeoja membuat hyunna mendongkak dan melihat ke arah sumber suara itu. Sosok yeoja yang amat manis menurutnya, berdiri di hadapannya sekarang sambil menjulurkan sebelah tangan kanannya. “ yon jeyon imnida” dengan ragu hyunna memegang tangan jeyon tersebut. “hyunna, han hyunna imnida”.
“aku tahu ko namamu. Langsung saja, kau menyukai kim jonghyun??”
“eehhh, kenapa?”
“haha aku tahu semuanya, bagaimana mau ku bantu??”
“bantu? Maksudmu?”
“aku akan membantumu mendapatkan kim jonghyun.”
Hyunna membelalakan matanya mendengar tawaran jeyon, tidak menyangka kenapa dia bisa bertemu yeoja yang tiba-tiba ingin membantunya.” Apa dia ada maksud tertentu ya??” batin hyunna.
“kau tahu? Aku adalah teman masa smpnya. Dan aku mengenal betul sosok kim jonghyun. jika sekarang dia membenci yeoja pintar, maka kamu harus merubah diri kamu terlebih dahulu.”
“merubah??”
“yaa,, sesuai tipe jonghyun. sepertinya kau masih bingung, baiklah aku akan memberikanmu waktu berpikir. Datanglah kembali ke sini dalam waktu 3 hari sambil membawa seluruh uang yang kau punya. Dan ingat, kembalilah saat jam pelajaran songsaenim” jeyon pergi, meninggalkan hyunna di atap sendirian, sambil tersenyum sinis.
Hyunna diam seribu bahasa mendengarkan tiap kata yang jeyon ucapkan.
“apa aku harus melakukan hal itu untuk mendapatkan kim jonghyun. ahh aku menyukainya tuhan. Aku menyukainya. Baru kali ini aku merasakan perasaan semacam ini. Mungkin inilah jalan yang diberikan tuhan kepadaku, untuk mengubah hidupku yang hambar ini.” Hyunna berkata pelan, dan menghela nafas panjang lagi. Sekarang ia yakin akan pilihannya ini.
Malamnya~
@clubnight
            “aku pasti ditertawakan jika Rin melihatku seperti ini. Masa bodolah, yang aku tahu dan baca dalam buku kalau menjadi anak bandel dan berandalan yah semacam ini penampilannya.” Hyunna ngomong sendiri saat hendak masuk ke dalam club tersebut, dan sekali lagi melihat penampilannya dalam cermin kaca club tersebut. Tampilannya seperti ibu-ibu yang hendak merayu orang. Baju dengan rok mini. Bulu-bulu seperti syal, membalut rahangnya. Make up yang menor. Sungguh tidak pantas. “tapi kenapa aku menjadi aneh begini ya? seperti yeoja murahan. Ahh molla, aku harus masuk dan bertemu dengannya malam ini.” Hyunna nekat masuk ke dalam club tersebut, lalu mencari sosok kim jonghyun, dan menemukannya sedang adu mulut dengan salah seorang pengunjung disitu. Hyunna perlahan mendekat padanya.
“aku tidak menggoda yeojamu, dia yang mendekatiku duluan” suara jonghyun yang sudah penuh emosi sekarang terdengar sangat mengerikan di telinga hyunna. “aku tidak peduli soal itu, tapi kau telah memegang yeojaku kim jonghyun. hehh rasakan ini” tinju namja yang bertubuh gempal itu mengenai wajah jonghyun, sehingga membuat jonghyun meringis kesakitan karena bibirnya berdarah karena itu. “ck” jonghyun menghapus pelan darah yang ada di sudut bibirnya.
“gwechana” hyunna langsung berdiri di depan jonghyun dan memberikan sapu tangannya, mencoba untuk menghapus darah yang masih ada di bibir jonghyun. jonghyun melotot melihat hyunna ada di depannya sekarang. “yaa kenapa kau ada disini??” bentak jonghyun yang membuat hyunna perlahan mundur ke belakang. “akuu,,aku,,” hyunna terbata menjawab pertanyaan jonghyun masih shock karena bentakan jonghyun barusan.
Tiba-tiba saja, tangan hyunna ditarik oleh namja bertubuh gempal itu dan membuat hyunna kaget. “yaa lepaskan” teriak hyunna. Namun namja itu malah tersenyum meremehkan, “ini yeojamu kim jonghyun?? cantik juga.” Namja itu berkata sambil melihat hyunna dengan pandangan mengerikan. “tidak, dia bukan siapa-siapa.” Jonghyun berkata begitu sambil membawa jaketnya dan hendak pergi. “kalau bukan siapa-siapamu berarti aku boleh menyentuhnya, seperti kau hendak menyentuh yeojaku.” Kata-kata namja bertubuh gempal itu membuat hyunna merinding, takut akan apa yang akan dia lakukan padanya. Jonghyun diam menghentikan langkahnya setelah mendengar namja tersebut berkata demikian. “jangannnnn” hyunna berteriak saat wajah namja itu berada beberapa centi lagi dari wajah hyunna. “jangan sentuh dia, namja jelek.” BUGHHHHH~ tinjuan jonghyun langsung membuat namja tersebut tersungkur dan pingsan. Jonghyun kemudian menarik hyunna pergi dari club tersebut.
“kenapa kau lagi-lagi membututiku sih??”
Hyunna diam mendengar jonghyun berbicara seperti itu. dia merasa pusing, karena kejadian barusan. Dan sekarang tangan jonghyun menggemgam tangannya dengan erat, yang membuat hyunna tambah pusing. “kau tuli??” sekarang jonghyun sudah hilang kesabarannya melihat hyunna hanya diam saja. Hyunna di dorong ke tepi tembok, dan membuatnya lumayan sakit. “aww” ringisnya pelan.
“yaa yeoja pintar jangan lagi-lagi mendekatiku. Apalagi dengan penampilan seperti ini. Sungguh memuakkan, kau tidak ahli dalam berpenampilan anak nakal seperti ini. Lebih baik kau duduk manis, tidur, dan baca buku di rumah.” Jonghyun berbicara didepan wajah hyunna. Yang membuat hyunna deg-degan setengah mati.
“aku berpenampilan seperti ini, dari buku. Katanya ya seperti ini kalau jadi anak nakal. Bukannya kau membenci anak pintar hah??” hyunna berkata dengan polosnya, yang membuat jonghyun tertawa terbahak-bahak.
“kau tertipu oleh buku yeoja pintar, bisa-bisanya kau percaya begitu saja. Dandanan macam ini, adalah yeoja pelacur. Bukan anak nakal arraso?”
“mwoo?? Pelacur?? Kau …..” hyunna membelalakan matanya mendengar jonghyun berbicara itu kepadanya.
“betul. Penampilanmu ini seperti pelacur.”
Plakkkk~ tangan hyunna sukses menampar pipi jonghyun. jonghyun hanya tersenyum dengan tamparan ini.
“kau, seenaknya memanggilku seperti itu hah. Aku memang tidak tahu seperti apa yeoja yang kau suka. Aku, , , ukhh..” hyunna menghentikan kata-katanya, untuk menahan tangisnya. Dan melihat jonghyun dengan mata yang sudah merah. “kenapa, aku bisa-bisanya menyukai namja sepertimu kim jonghyun.” air mata hyunna menetes di pipinya, membuat jonghyun diam melihat hyunna.
Hyunna diam lalu menghapus air matanya, “minggir aku mau pulang. Apa artinya aku mendekati namja berhati es sepertimu. Sekarang minggir.” Hyunna mencoba melepaskan tangan jonghyun yang sedari tadi menghadang disisi tubuhnya. Saat hyunna akan berbalik, tangan hyunna di pegang oleh jonghyun dan mendorong kembali tubuh hyunna ke tembok. “kau…” kata-kata hyunna terpotong karena sekarang bibirnya sudah dibungkam oleh bibir jonghyun. ya jonghyun mencium hyunna. Hyunna melotot, mengerjapkan matanya berkali-kali saat jonghyun menciumnya. Jonghyun mencium hyunna dengan lembut, mencoba menikmati bibir hyunna yang mungil dan lembut. Hyunna sesaat melihat ke arah jonghyun, dan melihatnya menutup mata. Hyunna terhanyut, akan situasi ini dan tanpa disadari bahwa ia sekarang sudah membalas ciuman jonghyun dan menutup matanya.
            Ciuman itu berlangsung lama sekitar 3 menit, dibawah hujan salju saat itu membuat mereka berdua terlena akan kehangatan yang diberikan masing-masing. Jonghyun perlahan melepaskan ciumannya dan melihat hyunna dengan senyuman mautnya “cukup bukan. Jangan mendekatiku lagi, yeoja pintar.” Jonghyun melepas pelukannya, dan pergi meninggalkan hyunna. Hyunna yang sadar akan perkataan jonghyun langsung berteriak “yaa kim jonghyun,,kau harus bertanggung jawab. Itu yang pertama untukku tahu… yaaa kim jonghyunnnnn” hyunna berteriak prustasi melihat jonghyun pergi begitu saja tanpa menoleh padanya.
            Jonghyun Pov
“annyeong key” sapaku saat masuk ke dalam apartemennya.
“kau mengagetkanku jong-ah” key berdecak pelan, kemudian meneruskan pekerjaannya yang sedang bergulat dengan kue kue. Aku menghampirinya dan mencoba memakan satu kue kering buatannya. “yaa jangan dimakan bodoh.” Bentaknya. Tapi terlanjur, karena sekarang kue tersebut sudah ada diperutku.
“kenapa lagi-lagi kau membuat kue seperti ini?? Tidak bosan??”
“aku tidak akan bosan. Dan tidak akan pernah bosan juga untuk memberikannya pada yeoja yang aku suka. Yahh walau dia selalu menolaknya.” Cerocosnya panjang lebar. Aku tahu kalu key akhir-akhir ini menyukai seorang yeoja, ani malah mungkin sudah lama sejak smp kalau tidak salah ia cerita padaku. Namun sayang sekali dia tidak pernah memberi tahu siapa nama yeoja tersebut, takut kalau aku akan naksir padanya katanya. Cih menyebalkan mana mungkin aku akan merebut yeoja yang sahabat aku suka. Aku duduk di sofanya melihat dia yang kini sedang membungkus kue tersebut dengan rapih, dan pita pink tentunya.
“kyaa yeppoo.. iya kan hyung??” tanyanya padaku sambil sumringah. Aku hanya mengangguk mengiyakan kata-katanya daripada aku kena semprot, haha. Tadi saja dia bilang aku jong, kemudian bodoh sekarang kembali lagi dengan menyebutku hyung, sungguh aneh sahabatku ini.
Aku kemudian teringat akan kejadian tadi, teringat akan tampang yeoja pintar itu. Terlebih lagi saat aku menciumnya. Tunggu aku menciumnya,, aigo kenapa aku bisa melakukan hal tersebut ya?? ck. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal tersebut. Tunggu tadi dia berteriak ini yang pertama buatnya, berarti aku adalah first kiss’nya ya? haha. Tapi kenapa juga aku malah menikmati sentuhan bibirnya, ya sangat lembut. He
“yaa hyung,, kim jonghyun,,” suara key langsung membuatku tersadar. “omo, pelankan suaramu key.”
“ apa boleh buat, karena dari tadi aku panggil tidak beraksi. Malah kau senyum-senyum sendiri sambil memegang bibirmu. Kau gila ya hyung??”
Aku tercengang mendengarkan kata-kata key barusan, berarti aku tersenyum. Tersenyum gara-gara yeoja pintar tersebut, cih ini tidak masuk akal.
“yaa kau melamun lagi. Cepatlah pulang otoshimura-san menelepon berkali-kali padaku.”
Aku melotot pada key, bertanda tidak suka mendengar  dia menyebutkan nama itu.
“arra,,arra,, jangan melotot seperti itu padaku, kau mengerikan tahu.” Key melempariku dengan bantal sofa yang ada di sampingnya. Membuatku cukup sakit merasakan sentuhan bantal itu.
“cih harusnya kau sudah tahu bukan alasannya kenapa aku seperti itu.”
“nee aku tahu ko, sangat tahu. Tapi sampai kapan kau akan begini terus hyung? Tidak lelah?”
“aku tidak tahu. Sudahlah jangan bahas.”
“apa aku tidak bisa membantumu keluar dari lubang itu selamanya??”
Key bertanya dengan tatapan sedih, sungguh sebenarnya aku tidak mau melihatnya seperti ini lagi karenaku.
“aku percaya padamu key, dan hanya kamu. Tapi aku tidak mau kau ikut menanggung semua apa yang aku rasa.”
“bukankah kita sudah seperti saudara?? Kenapa kau tidak pernah, membiarkanku untuk menolongmu.?”
“key dengar, kau adalah sahabatku, saudaraku, aku percaya padamu, sayang padamu, dan cukup bagiku kau mau mendengarkan ceritaku,masalahku, itu sudah cukup membantuku. ”
“tapi kapan kamu akan kembali seperti semula hyung? Ini sudah cukup lama. 4 tahun, bukanlah waktu yang sedikit hanya untuk merenungkan diri.”
  Aku diam mendengar ucapan key, yahh memang terlalu lama. Tapi gara-gara aboji yang seperti itu, eoma, juga yeoja itu membuatku menutup diri. Menutup pintu hatiku, menutup orang yang akan masuk dalam kehidupanku kecuali key. Membiarkan aku tenggelam dalam lubang yang penuh lumpur seperti ini. Sebenarnya aku juga lelah, tapi aku tidak bisa bangkit sendiri.
“kau berubah menjadi orang lain hyung.”
Kata-kata key lagi-lagi membuatku sakit. Ahh lebih baik aku pergi dari sini.
“jika kamu sendiri yang menolongku, kamu akan kelelahan dan malah membiarkan aku sendiri disini dan aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak mau kehilangan lagi, dan kau tidak cukup kuat untuk menolongku key. Hahh aku pulang key. Gomawo, kuemu sangat enak.” Aku mengacungkan sepotong kue, dan pergi dari apartemen key. Aku menghela nafas panjang, aku harus pulang.
Next day~
Author Pov
@sekolah
            Hyunna diam di mejanya, tidak seperti biasa ia tidak bersemangat dengan pelajaran favoritnya kali ini. Dia malah asyik berpikir tentang kejadian kemarin. Kejadian tadi malam memang sukses membuatnya bingung setengah mati.
“kalau dia membenciku, dan tidak suka padaku kenapa dia menolongku waktu aku akan disentuh namja gempal itu? Kenapa juga aku dibilang yeoja pelacur? Kenapa juga dia malah menciumku.akhhhhh ini membuatku bingung.” Hyunna terus mengulang kata-kata itu. Lalu sesekali melirik meja jonghyun yang sekarang masih kosong. Hahhh hyunna menghela nafas pelan.
“dia tidak masuk ya hari ini? Ahh lebih baik aku focus dulu ke pelajaran ini.” Gumamnya pelan, namun saat melihat kedepan. Dia hanya melihat kim jonghyun yang sedang menerangkan padahal ia yakin bahwa itu adalah songsaenim. Hyunna mengerjapkan matanya berkali-kali. “omoo,,mataku nambah min lagi sepertinya.” Gumamnya sambil membersihkan kacamatanya. Hyunna kembali membuka bukunya yang sedari tadi tertutup, kemudian membacanya. Namun lagi-lagi wajah kim jonghyun menghiasi seluruh bukunya, wajah saat tersenyum, saat sombongnya, saat menciumnya, hyunna melotot dan membanting bukunya dengan keras sehingga membuat songsaenim serta anak-anak yang ada di dalam kelas melihat padanya.
            Hyunna yang menyadari itu langsung tersenyum gaje. “ehehehe mian” katanya sambil membawa bukunya kembali. “kau kenapa mrs. Han?? Sakit???” Tanya songsaenim. Hyunna mengangguk berbohong, yah daripada ia malu sendiri. “sakit apa?? mau ke rumah sakit?” songsaenim memang terlalu menganak emaskan hyunna sehingga membuat anak-anak yang lain cemburu akan hal itu. “aniyo, songsaenim. Aku hanya sakit datang bulan biasa. Bolehkah aku ke ruang kesehatan?” bisik hyunna, karena tidak mungkin bahwa  ia akan bilang sakit datang bulan di tengah kelas begini sungguh memalukan kalau itu terjadi. “apa kau sakit apa?” Tanya songsaenim kembali. Hyunna berdecak pelan, lalu berkata dengan cukup keras “aku sakit datang bulan songsaenim. Boleh aku ke ruang kesehatan??” hyunna berusaha menahan marahnya dan malunya. “ohh arra, silahkan.” Songsaenim membiarkan hyunna pergi, sedangkan anak-anak yang lain masih tersenyum menahan tawa karena hyunna berkata demikian di tengah kelas.
            Hyunna dengan cepat melesat ke arah ruang kesehatan. Dia mungkin harus mengistirahatkan kepalanya sejenak disana. Saat di depan pintu ruang kesehatan, saat hendak masuk hyunna melihat ada kim jonghyun disitu.
“sejak kapan kau mengeluh sakit seperti itu?” Tanya dokter yang sedang jaga.
Jonghyun hanya diam tidak berreaksi mendengar pertanyaan dokter tersebut.
“kapan terkahir kali kau mengalami mual-mual seperti ini jonghyun-ssi?” dokter tersebut kembali bertanya, namun lagi-lagi jonghyun hanya diam.
“yaa jonghyun-ssi, jawab pertanyaanku kalau kau ingin sembuh. Kau punya telinga bukan??” dokter itu sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Jonghyun melirik ke arah dokter tersebut.
“sudahlah jangan terlalu banyak bicara, cukup beri aku obat. Beres bukan??” jonghyun berkata dengan enteng, yang semakin membuat dokter itu marah. Dokter tersebut kemudian melemparkan sebotol obat pada jonghyun ”dasar murid kurang ajar” sembari meninggalkan jonghyun di ruang kesehatan itu sendiri. Hyunna bersembunyi sebentar saat dokter tersebut pergi meninggalkan ruangan kesehatan dengan wajah yang menahan marah. Hyunna kemudian perlahan masuk dan melihat jonghyun sedang memakan obat tersebut. “kau sakit apa jonghyun-ssi??” suara hyunna langsung membuat jonghyun tersedak saat sedang minum.
“Uhuk,,uhuk,,uhuk,,”
“omoo gwechana,,minum dulu.” Hyunna dengan cepat mengambilkan air minum dan menyerahkannya pada jonghyun.
“hahh,,kau mau buat aku mati hah?? Jangan selalu mengagetkanku yeoja pintar.”
“aku kan Cuma bertanya jonghyun-ssi.” Hyunna memberengut kesal medengar ucapan jonghyun. percuma ia merasa khawatir seperti tadi. jonghyun tidak memperdulikan hyunna yang sekarang sedang marah di depannya. Jonghyun berbalik menuju pintu. Namun hyunna menahannya, dengan memegang ujung baju seragamnya.
“kau sakit apa sebenarnya jonghyun-ssi??”
“isshh lepaskan. Aku juga tidak tahu. Sudah aku bilang bukan jangan dekati aku lagi. Sana jauh-jauh.” Jonghyun kemudian langsung pergi. Hyunna kemudian duduk di tepi ranjang yang ada di ruang kesehatan tersebut.
“aku harus bertemu dengannya, aku tidak boleh membiarkannya sendiri. Aku harus membuat kim jonghyun itu menyesal telah menghiraukanku. Huhh,,akan aku buat dia jatuh cinta padaku.” Hyunna bergumam pelan lalu berjalan perlahan keluar, kemudian dia berlari ke arah atap. Melewati jonghyun yang berada beberapa langkah di depannya. Jonghyun merasa aneh karena hyunna tidak menggubrisnya sama sekali. Hyunna terus berlari dan sampailah ia di atas atap sambil terengah-engah.
“ahhh kau datang juga. Berarti kita sepakat??” Tanya jeyon dengan mengulurkan tangannya pada hyunna.
“sepakat” hyunna dengan penuh keyakinan menjabat tangan jeyon. Sedangkan jeyon tersenyum penuh kemenangan.

<<_______________TBC______________>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar