nampyeon

nampyeon

20120224

LIKE SUN IF YOU KNOW HIM part 4





Author            : Gigiehyunnie
Main cast       : Kim jonghyun
                          Han hyunna
Support cast  : Prak ririn                  ( chingu hyunna)
Kim kibum / key     ( chingu jonghyun)
Han hyuri               (yeodongsaeng hyunna)
   Nyonya han           (eomma hyunna)
Kim hyuki               (Appa jonghyun)
Otoshimura                        (paman jonghyun)
Yon jeyon               (mantan jonghyun)
Yon Hanna                        (eoma jeyon)
Lee joon                  (songsaenim)
[Sequel]
Genre             : Romantic, family, act
Ratting           : N-17

Annyeong…. ^^
Anae nya jonghyun oppa,, comeback dengan membawa FF nya..
Mungkin ceritanya agak aneh,,juga masih banyak typo,, <namanya juga masih belajar,,kkkeke~>
Inspirasi yang datang banyak, heehe
Kalau ada yang pernah baca atau mirip dengan ceritanya, mungkin kalian pernah baca komik be naughty girl. Yapp memang dari sanalah inspirasinya. Hanya sebagian, tapi seluruhnya terlahir dari ide saya..hoho
ok happy reading. =).
Sarangheyo ~~~~~~~

*********************************************** Part 4 *******************************************
Author Pov
            Sinar matahari menyusup ke balik tirai pada kamar itu, sehingga membuat orang didalamnya langsung tersorot oleh sinar mentari pagi tersebut. Perlahan mata namja tersebut terbuka, karena merasa terganggu oleh sinar matahari ini. Namun sedetik kemudian dia bangkit, dan langsung pergi ke kamar mandi. Mengeluarkan isi perutnya, yang tadi malam dikasih minuman alcohol. “HUEKKK…..Huekkk..ohok,,ohok..ukhh” jonghyun merasakan perutnya seperti di koyak-koyak karena terlalu banyak meminum alcohol tadi malam.
Perkataan key dan jeyon membuatnya minum terlalu banyak dan tingkah laku hyunna yang akhir-akhir ini sangat mengganggu pikirannya. Jonghyun kemudian mandi dan membersihkan badannya yang sangat bau alcohol tersebut.
           
Setelah beres mandi, jonghyun pun kemudian pergi dari kamarnya untuk pergi ke sekolah. “selamat pagi jonghyun-ah.” Sapa otoshimura saat jonghyun pergi ke ruang tengah untuk mengambil minum. “kau mau makan?? Aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu.” Kata otoshimura lagi, namun jonghyun masih diam dan lebih asyik untuk meminum air putihnya itu.
 “waahhh lihat ini jonghyun-ah, sangat enak sarapan pagi kali ini. Kau harus makan dulu” kata appa jonghyun sambil menepuk pundak jonghyun saat tiba di ruang tengah yang merangkap jadi ruang makan tersebut.
“aku tidak sudi makan, makanan seperti ini. Aku berangkat.” Kata jonghyun dingin.
“mwo?? Kau. Jaga bicaramu jonghyun-ah. Otoshi sudah menyiapkannya untukmu. Hargailah makanan ini.” Bentak appa jonghyun. otoshimura merangkul appa jonghyun dan mencoba menenangkannya. “sudahlah hyuki. Gwechana.”
“kalau aboji menyukai makanan ini, makan saja semuanya oleh aboji.” Jonghyun pergi tanpa pamit sekali.
“yaa kim jonghyun” teriak appa jonghyun.
 “hyuki-ah, sudahlah. Tidak apa-apa, biarkan saja.” Otoshimura memegang tangan hyuki. Hyuki yang notabenenya adalah appa jonghyun, melihat ke arah otoshimura, dan membelai wajahnya, lalu mencium sekilas bibir otoshimura. “mianhae, maafkan anakku otoshi” otoshi tersenyum melihat hyuki. Tanpa mereka ketahui bahwa jonghyun masih ada di sana, di balik pintu menyaksikan kejadian itu. Jonghyun mengerang pelan, lalu pergi memasuki mobilnya, dan melaju dengan sangat kencang pergi ke sekolahnya. Saat sampai di sekolahnya, jonghyun langsung memarkir mobilnya dan keluar membantingkan pintunya. Jonghyun pergi ke kelasnya dan entah kenapa matanya sekarang malah mencari sosok hyunna. Namun orang yang dicari malah tidak ada. Jonghyun mendengus kesal dan langsung duduk di mejanya dengan perasaan kesal. Semua mata anak-anak melihatnya dengan pandangan risih dan benci, namun pandangan tersebut tidak dihiraukan oleh jonghyun. songsaenim pun datang dan memulai pelajarannya namun hyunna masih belum datang.
            Jonghyun merasa aneh, dan sedikit-sedikit melirik ke arah pintu menantikan kehadiran hyunna. Namun gagal karena hyunna tidak kunjung datang. Jonghyun menghela napas pelan, tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan sosok hyunna yang sedang terengah-engah masuk ke dalam kelas. “mianhae songsaenim,, saya terlambat. Hah,,,apa,,apa saya boleh masuk??” Tanya hyunna yang masih terengah-engah. “nee, segeralah duduk hyunna-ssi.”  Jawab songsaenim dan langsung melanjutkan kembali pelajarannya. “kau kenapa terlambat hyunna-ah” bisik Rin yang terdengar oleh jonghyun karena posisi duduknya Rin itu di depan jonghyun. sedangkan hyunna ada di depan Rin. “aku lupa ga lihat jam he” bisik hyunna lagi. “mwoo alasan apa itu?? Aisshh kau lupa kau masih hutang janji padaku.” Bisik rin lagi. “nee,nanti aku tepati.” Bisik hyunna lagi. Tanpa mereka sadari kalau songsaenim sekarang sudah ada di samping mereka. “bukalah bukumu hyunna-ssi, ririn-ssi. Atau kalau tidak mau kalian boleh keluar kelasku.” Songsaenim langsung pergi ke depan kelas dan menjelaskan lagi pelajaran yang tertunda. Hyunna dan rin hanya bisa mengembungkan pipinya. Jonghyun yang sedari tadi melihat hyunna tersenyum. “dasar pabbo” gumamnya pelan.


@pulang sekolah
“hyunna-ah. Aku pulang duluan, ada janji. Mian ga bisa mendengarkan ceritamu. annyeong” kata Rin sambil pergi. Hyunna mengangguk,dan melambaikan tangannya. Kemudian hyunna melihat sekeliling untuk mencari jonghyun, namun tetap tidak menemukan sosok namja tersebut. Kemudian hyunna langsung berlari ke arah parkiran, dan melihat jonghyun sedang membuka pintu mobilnya.
“aaaaaaa,,,, chamkammann… jonghyun-ahh” teriak hyunna sambil berlari ke arah jonghyun. jonghyun kemudian diam,dan melihat hyunna yang sekarang sedang terengah-engah di depannya. “igo” hyunna menyerahkan wadah makanan, dan membuat jonghyun bingung akan tingkah hyunna.
“anu,, itu,, makanan. Dan bukan sampah. Kamu harus makan, karena aku sudah membuatnya dengan susah payah.” Kata hyunna, dengan cepat, karena begitu degdegan. Jonghyun kemudian membuka dan melihat makanan tersebut, lalu tertawa melihatnya. “yaa kenapa kau tertawa seperti itu??”
Jonghyun menghentikan tawanya dan memperlihatkannya pada hyunna.”kau seperti anak kecil saja yeoja pintar.”
“kenapa memangnya?? Itu aku buat dan aku bentuk LOVE dengan susah payah. Sampai-sampai aku terlambat.” Jawab hyunna dengan polos.
“jinca??” jonghyun melirik pada hyunna, merasa tidak percaya kalau ada yang kembali memperhatikannya.
“geure, kau sangat kurus tahu. Makanya aku buat makanan ini, supaya kamu sedikit memperhatikan kondisimu. Mungkin kau sering marah-marah gara-gara kurang makan kali..hahaha Dimakan ya” hyunna tersenyum sangat manis pada jonghyun yang membuat jonghyun diam, canggung karenanya. Namun hyunna langsung bersembunyi di dekat pohon saat anak-anak sekolahnya melintasinya. Jonghyun yang asalnya merasa senang gara-gara hyunna membuatkannya makanan, tiba-tiba merasa kesal karena ulah hyunna itu.
“kenapa kau sembunyi di situ yeoja pintar?? Kau malu??” Tanya jonghyun dengan dingin. Hyunna diam, bingung mau berkata apa, karena dia pun merasa aneh kenapa dia tiba-tiba berbuat seperti itu.
 “aku tidak mau makan,makanan seperti ini.” Jonghyun berkata sangat dingin dan datar, dan membuang isi dari wadah makanan tersebut,di hadapan hyunna sehingga membuat semua makanannya berserakan ke tanah. Hyunna membelalakan matanya. “kau tidak usah repot-repot melakukan ini padaku.” Kata jonghyun sambil berlalu dan masuk ke dalam mobil, lalu menjalankannya dengan cepat.
Hyunna duduk dan meneteskan air matanya lagi sambil memunguti makanan yang ada di depannya, “kau menyedihkan hyunna” kata jeyon yang sudah di depan hyunna. Hyunna berdiri dan melihat ke arah jeyon, “maksudmu??”
“sudah jelas jonghyun ternyata tidak suka padamu, kenapa kau tetap gigih hah??”
“aku menyukainya. Aku merasa tidak boleh meninggalkannya, matanya selalu meyiratkan kesedihan. Aku..”
“diam. Kau tahu apa soalnya hah?? Kau baru mengenalnya beberapa minggu ini. Aku menyesal telah membantumu. ” jeyon langsung pergi sedangkan hyunna bingung dengan perkataan jeyon dia diam tanpa bergeming di tempatnya.
“dia tahu apa? dia tidak tahu apa-apa soal jonghyun. hanya aku yang tahu” teriak jeyon kesal.
3 days latter~
“hyuna-ah. Fokuslah, ayo lempar bolanya.” Teriak rin. Hyunna langsung mengangguk, dan mulai melempar bolanya ke arah Rin. Ya sekarang mereka sedang pelajaran olahraga dan sedang bermain voli. Hyunna yang sedari tadi tidak focus karena memikirkan jonghyun yang akhir-akhir ini menjauhinya, merasa sedih. Dan terus melihat pada jonghyun, tanpa dia sadari bola sudah berada tepat diatas kepalanya dan sukses mengenai kepala hyunna.
 “aww appo.” Keluh hyunna, saat bangkit. “yaa hyunna-ah gwechana??” hyunna mengangguk pada rin. “ayo kita ke pinggir. Kepalamu lebam itu.” Hyunna kemudian duduk di pinggiran lapangan, dan melihat anak-anak yang lain sedang bertarung bola termasuk Rin yang sekarang sangat semangat-semangatnya bermain. Hyunna duduk sendiri sambil memegang jidatnya. Lalu melirik ke sampingnya dan melihat jonghyun sedang tertidur. Hyunna perlahan mendekatinya, dan melihatnya dengan intens. Hyunna menopang dagunya, dan matanya menelusuri seluk beluk wajah tampan jonghyun. hyunna begitu tergoda untuk menyentuh jonghyun, dengan sangat perlahan hyunna menyentuh pipi jonghyun. “kenapa hari ini kau begitu pucat?” kata hyunna pelan, “tampan” lanjutnya lagi dengan tersenyum.
“aku memang sudah tampan yeoja pintar.” Jonghyun yang tiba-tiba berbicara membuat hyunna kaget dan langsung melepaskan tangannya. Dan terbatuk pelan untuk sekedar mengusir debaran jantungnya. “dahimu sangat keren.” Tunjuk jonghyun pada dahi hyunna. Hyunna hanya bisa mengembungkan pipinya, “hyunna” kata jonghyun pelan. Hyunna langsung menoleh pada jonghyun, karena aneh  tumben jonghyun memanggil namanya bukan sebutan ‘yeoja pintar’. Hyunna memiringkan kepalanya untuk melihat jonghyun karena semakin mendekatinya.
“yaa kau mau apa?? ” namun jonghyun tidak bereaksi dan malah terus mendekati hyunna. Hyunna yang panic langsung mendorong jonghyun saat sudah berapa centi lagi dengannya. Jonghyun terdorong ke belakang, dan jatuh tersungkur. Namun jonghyun tidak kunjung bangun, malah diam saja. Hyunna yang melihat jonghyun merasa aneh, dan mencoba mengguncangkan badannya pelan. “jonghyun-ah. Irona,,,kau bercanda kan?” namun jonghyun masih diam tidak bergerak sama sekali. Hyunna yang panic melihat jonghyun langsung berteriak dan meminta tolong pada yang lain untuk menolong jonghyun untuk mengantarkannya ke rumah sakit.
2 days latter~
Hyunna Pov
            Aku berdiri di depan rumah sakit dengan Rin. “ayolah hyunna, cepat tengok dia. Kau ini susah sekali.” Rin terus saja menyuruhku untuk segera masuk ke dalam. Ya sekarang Rin sudah tahu semuanya, tentangku dengan jonghyun. aku takut bertemu dengannya,dan sudah dua hari ini aku tidak menengoknya pula. Aku jadi ragu,,tapi aku harus pergi ke dalam rumah sakit itu.
            Dan sekarang aku sudah berdiri di depan ruangannya dengan Rin, saat hendak membuka pintu, tiba-tiba saja pintu itu terbuka dari dalam dan muncullah sosok namja yang sangat tampan. Sejenak aku melongo melihatnya, wahh dia setipe dengan jonghyun. “key” kata Rin pelan sambil menunjuk namja di depan kami ini. “rin” dan namja itu malah sama berkata seperti itu. Setelah ngobrol beberapa saat dan berkenalan dengannya. aku langsung akrab, ternyata key adalah chingu rin dari smp, juga sahabat jonghyun. namun aku sepertinya salah menilai, karena Aku malah didorong masuk kedalam olehnya saat hendak mengatakan mau menengok jonghyun.
“berilah salam kalau mau masuk yeoja pintar. Bukannya itu yang sering kau pelajari dalam tata karma.” Kata jonghyun dengan sok. Aish menyebalkan, masih sakit juga sempat-sempatnya sombong dan egois.
            Tanpa berkata-kata aku langsung menghampirinya yang sekarang sedang tiduran. Aku melihat wajahnya, massih pucat ternyata.
“yaa jangan melihatku seperti itu, aku tidak akan mati bodoh.” Suara jonghyun membuatku tersadar dan mendengus kesal karena omongannya kali ini. “kau menyebalkan sekali jadi orang kim jonghyun.” yaa,, dia hanya tersenyum saja. “igo, aku membuat ini dari rumah. Aku baca dari buku kalau orang yang sakit lambung sepertimu sangat cocok minum ini. Dan di jamin dalam waktu satu minggu kau sudah bisa langsung sembuh.” Aku menyerahkan termos kecil padanya. Dia menerimanya dan membuka lalu mencium baunya. “yaks ini apa? kau buat racun??”
            Aku langsung menyambar termos itu, dan menuangkannya dalam tutupnya. “kau harus minum ini. Kalau kau mau sembuh. Sekarang coba seteguk.” Aku menyerahkan tutup termos itu yang sudah diisi oleh obatnya. Jonghyun melihatnya, lalu sedikit meminumnya tapi langsung di muntahkan dan mengotori baju pasiennya. “kau benar-benar buat racun yeoja pintar” katanya sambil membuka piyamanya. “dimana-mana obat ya pahit, bodoh.” Aku mencibirnya dan menutup kembali obat itu supaya tetap hangat. Namun tiba-tiba saja piyamanya yang kotor itu sudah melayang kea rah wajahku. “umpp apaan sih??” aku menarik bajunya itu, tapi ternyata wajah jonghyun sudah ada di depan wajahku, membuatku menelan ludah.
“karena obatmu piyamaku kotor, so sekarang cucilah.” Katanya dengan enteng. “mwo?? Kau menyuruhku apa?? aihh menyebalkan sekali aku pikir kau akan ngapain.” Aku kemudian berdiri, “memang kau berharap apa yeoja pintar??” tanyanya dengan muka yang menurutku sangat manis, aku berlari ke arah lemari dan melemparkan baju padanya. “pakai itu” aku langsung pergi ke toilet. Ihhh dasar namja menyebalkannnnn. Aku menggerutu sambil mencuci bajunya itu. Cih kenapa juga aku mau mencuci ini. Hahh aku menghela nafas pelan. Yahh mungkin sudah cukup bersih. Loh ko rasanya diluar ada seseorang?? Aku mendekat kea rah pintu dan mendengarkan percakapan jonghyun itu. Suara yeoja??
“kenapa kau kesini yon jeyon” kata jonghyun dengan dingin. Aku menutup mulutku, apa jeyon? Kenapa dia ada disini??
“sudah sewajarnya ku menengok namja yang aku suka bukan?”
“kau bercanda.”
“jonghyun-ah, kenapa kau pergi. Padahal kita masih saling mencintai. Dan aku tahu kau juga masih mencintaiku.”
Aku membelalakan mataku, apa jangan-jangan mereka menjalin hubungan ya?? aku tidak mau kehilangan jonghyun. aku langsung membuka pintu toilet dan berlari ke arah jonghyun yang masih duduk berbaring di kasurnya. Aku melihat jeyon yang mungkin meraasa kaget kalau aku ada disini.
“kau lihat jeyon, aku sudah punya yeojachingu. Han hyunna,,”
“aku sudah tahu namanya jonghyun-ah. Karena yeoja inilah yang membantuku untuk berubah. Dan aku tidak tahu kalau kau dan dia adalah pasangan. Mian.” Aku menyerahkan piyamanya yang tadi sudah ku cuci.
“aku dan dia sudah berakhir han hyunna.”
Aku langsung melihat ke arah jonghyun, meminta penjelasannya.
“kami adalah pasangan hyunna-ah, pasangan sewaktu smp. Dan kami jadian juga sudah lama sekitar 3 tahun. Silahkan Tanya kepada temanmu yang sesmp dengan kami. Kami pasangan yang cukup terkenal.”
Jeyon berkata seolah jonghyun adalah miliknya, kenapa yeoja ini mendekatiku kalau memang menyukai jonghyun dan malah ikut membantuku untuk bisa dekat dengan jonghyun. apa maksudnya ini semua?
“kau mau tahu kenapa kami berpisah??”
Tanya jeyon lagi. Yaa jujur aku penasaran. Karena tidak mungkin kalau mereka saling menyukai tapi malah pisah.
“cukup jeyon” jonghyun berkata dengan sangat dingin, dan sangat mengerikan menurutku. Jeyon hanya tersenyum, dan berkata kembali. “kau tahu, kamu mirip sepertiku dulu hyunna. Dulu aku juga yeoja pintar sepertimu, teladan dan selalu berprestasi, termasuk juga jonghyun. namun satu peristiwa yang terjadi olehnya membuatnya kehilangan arah, dan mulai berubah. Dan setiap ujian dia selalu menyerahkan lembar jawaban yang kosong. Aku menjadi tumpuannya, namun aku begitu bodoh dan kelewat polos sehingga aku melakukan kesalahan. Sejak itu dia menjauhiku.”
“kenapa kau berbuat seperti ini padaku jeyon?? Kau mau memperalatku” tanyaku padanya yang masih melihat kepada jonghyun.
“ha,, karena yeoja pintar sepertimu licik. Kau hanya mengejar ambisi. Ambisi untuk mendapatkan jonghyun, setelah itu kau pergi darinya. Aku tahu pikiran orang pintar seperti apa.” aku membulatkan mataku, mendengar ucapannya.
“kau tidak pantas hyunna, mendampingi jonghyun.sangat tidak pantas, kau lemah.”
            Aku merasa sangat kesal padanya. “diam kau jeyon. Kau tidak berhak untuk menilaiku seperti itu. Kau tidak tahu aku seperti apa, jangan samakan aku denganmu. Aku bukan kamu, dan kamu juga bukan aku. Kita sama sekali tidak mirip. Jika aku pintar itu sudah anugrah dari tuhan. Jika aku memiliki perasaan yang sangat kuat pada jonghyun itu juga anugrah. Dan hanya jonghyun yang menilai apakah aku pantas atau tidak, bukan kamu. ” kataku dingin. Aku sungguh kesal kenapa dia menuduhku sembarangan.
“sepertinya kau tidak mengetahui kesamaanku denganmu. Well lebih baik aku pulang. Selagi pangeran belum mengeluarkan pedangnya untuk melindungimu.” Jeyon pun pergi begitu saja meninggalkanku dengan jonghyun, aku menghela nafas pelan, dan melirik kea rah jonghyun. aku tahu apa yang kau pikirkan jonghyun-ah.
“jonghyun-ah, kau tidak mengaggap aku sama sepertinya kan??”
“kalau aku berpikir iya bagaimana??” pertanyaannya membuat aku shock. Kenapa dia berpikiran seperti itu. Aku mencoba menahan tangisku.
“jonghyun-ah asal kau tahu, banyak yeoja pintar di dunia ini. Tapi mereka tidaklah sama. Kehidupannya tidak sama. Pikirannya, sifatnya, semuanya tidak sama. Jangan kau tutup hatimu gara-gara hal ini.”
“buktikanlah kalau kau memang berbeda dengannya.”
Aku diam menatap jonghyun, sekarang ini kenapa dia begitu dingin seperti ini.
“aku tidak tahu apa yang harus aku buktikan padamu. Tapi aku tulus menyayangimu jonghyun-ah. Dan sudah kubilang bahwa aku tidak mengasihanimu. Minumlah obat ini 3 kali sehari. Aku akan membuatkannya untukmu.”
Aku menyimpan termos kecil itu di meja dekatnya. Dan memegang tangannya, yang terasa amat dingin. Aku mengelusnya perlahan. “jonghyun-ah” kataku perlahan. Dia melihatku, pandangannya sungguh dingin saat ini “kalau begitu jadilah pacarku hyunna..” aku tersentak kaget mendengarnya berkata seperti itu. Sebenarnya bisa saja aku mengiyakan permintaannya ini karena itulah mimpiku, tapi aku ingin dia menyukaiku dengan tulus.
“aku ingin mendengar itu, saat kau benar-benar menyukaiku jonghyun-ah. Sekarang istirahat ya.” aku menyelimutinya, dan meninggalkannya. Hahhh apa aku salah mengambil keputusan ini? Tidak,,tidak,, aku harus meraihnya dengan tanganku sendiri. Aku menghapus sisa air mataku, lebih baik aku mencari Rin sekarang. Tapi kemana dia ya?? ahh itu dia. Saat aku hendak menghampirinya, aku otomatis membalikkan tubuhku dan merapatkan tubuhku dengan dinding, aigoo kenapa aku melihat mereka ciuman segala sih.
Author Pov
            Rin dan key saat itu berciuman, memberikan rasa yang memang sudah terpendam sejak lama. Rin membalas ciuman key begitu manis, begitu juga key. kemudian key melepaskan ciuman mereka, “kau jangan bertindak bodoh lagi Rin,,ahh sarangheyo.” Ucap key dengan tulus. Rin mengangguk, dan tersenyum pada key. yang membuat key langsung mabuk kepayang. “aigooooo” katanya sambil memegang kepalanya. “yaa key-ah, gwechana??” Tanya Rin karena melihat key tiba-tiba seperti itu. “kenapa kau begitu manis sihhh” cubit key di pipi Rin. Rin cemberut kesal, “hehe mian. Baiklah aku pergi dulu ke jonghyun hyung. Nanti aku telepon yaa.” Kedip key, lalu langsung pergi.
             Rin mengehela nafasnya, dan tersenyum sambil memegang bibirnya. Dia berjalan, sambil masih memegang bibirnya.
“yang sudah ciuman, masih saja memegang bibirnya ya..keke~” kata hyunna di telinga rin. Rin yang kaget langsung hendak membanting hyunna untung saja hyunna berteriak dan tidak jadi membanting hyunna, karena rin baru saja memasang kuda-kudanya. Yahh maklum anak tekwondo sabuk hitam Rin ini.
“aigoo,, kau menyeramkan Rin.” Decak hyunna.
“hehe mian. Kau sih yang duluan mengagetkanku, aku kan reflex. Mianhae, jangan ngambek yah. Aku traktir es krim deh sambil menceritakan aku dengan key. ya aya” Rin memasang aegyonya, yang mau tidak mau membuat hyunna luluh, dan mengiyakannya. “nahh begitu dong. Ok lets goooooo” teriak rin dengan semangat.
            Sementara itu jonghyun merenungkan kata-kata hyunna tadi. kata-katanya berputar-putar dalam otaknya. “hyung waktunya makan.” Kata key. jonghyun hanya diam tidak bereaksi lagi.
“aku baru mengetahui kalau yeoja pintar itu adalah dia, han hyunna. Kau beruntung bila medapatkannya hyung”
“maksudmu??”
“kau penasaran?? Sembuh dulu, dan robohkan dinding itu. Maka aku akan memberitahumu sesuatu.” Seringai key. jonghyun yang melihat key seperti itu hanya bisa berdecak kecil. Karena susah kalau key sudah berkata seperti itu.
2 days latter~
            “aku ingin pulang key. aku bosan.” Kata jonghyun  sambil memakai bajunya. “kau boleh pulang sekitar 3 hari lagi hyung, jangan bandel.” Ancam key. jonghyun berdecak pelan karena dia harus menjernihkan pikirannya, saat akan mengambil keputusan ini. Jonghyun kemudian bersender di tepi jendela sambil membuka perlahan kacanya. “key aku ingin jalan-jalan. Annyeong.” Kata jonghyun. yang langsung membuat key membalikkan tubuhnya, yang kini sudah melihat jonghyun lompat dari jendela.
 “aaaaa hyung,, kau gila. Ini lantai 3,, bodooohhh” suara key dari lantai 3 itu terdengar jelas oleh jonghyun yang sekarang sukses mendarat di lantai bawah.
            Jonghyun tersenyum dan melambaikan tangannya pada key. “key, urusi semuanya ya. aku pergi dulu. sarangheyo” teriak jonghyun saat pergi.
“yaaaa kim jonghyunnnnnnnnn” teriak key frustasi.
@seaworld
Jonghyun Pov
            Ikan-ikan ini berenang kesana kemari, bebas sekali mereka. Aku memandanginya terus, iri rasanya. Aku mengingat kembali kata-kata hyunna itu. Dan aku tahu kalau aku sekarang memang tertarik padanya, apakah suka padanya? Aku belum yakin soal ini. Aku menutup mataku dan menghirup perlahan udara di sekitarku. “kau harus robohkan dinding itu hyung” Kata-kata key ini juga memang benar, aku terlalu lama seperti ini. Hyunna bukanlah jeyon jonghyun.
“wahh aku tidak menyangka bahwa seorang kim jonghyun yang harusnya dirawat di rumah sakit, malah berkeliaran di sini. Ternyata tempat ini memang tidak bisa dilupakan iya bukan?? Kau masih menyukaiku jonghyun-ah.” Aku mendengarkan ocehan jeyon di sampingku.  Apa aku memang masih menyukainya?? Tidak, aku tidak lagi menyukainya. “kau terlalu berlebihan membayangkan jeyon-ah.”
“jonghyun-ah, aku tahu aku salah saat itu. Aku tahu kau juga pasti marah padaku karena tidak bisa menjaga rahasiamu. Tapi aku hanya bilang pada ibuku. Kenapa kau malah menjauhiku seperti ini?” jeyon memegang tanganku. Aku melihat matanya, mata yang ku rindukan, namun disana tidak ada jeyon yang dulu. Hanya benci yang aku rasa sama yeoja ini. “tanyakanlah pada ibumu itu. Apa yang sebenarnya terjadi. Bukannya ini juga kemauanmu? Aku bukanlah siapa-siapa jeyon. Lepaskan aku, aku harus pulang.” Aku melepaskan tanganku darinya. Tapi jeyon tetap memegang tanganku dengan kuat.
“eoma.? Eoma menemuimu?? Kenapa?”
Tiba-tiba saja bayangan waktu itu kembali menyeruak dalam pikiranku.arghhhh..”cukup, lepaskan aku jeyon” aku menatap matanya dengan tajam.
Namun dia malah bersikukuh “tidak. Ok, sekarang beritahu aku dulu,kau menyukai hyunna jonghyun??” tanyanya lagi.
“itu bukan urusanmu jeyon.”
“ini urusanku jonghyun-ah. Aku harus tahu.”
Noona neomu yeppo~ tiba-tiba saja aku mendengar ringtone hapeku, aku melihatnya. No tidak dikenal?
“yobseyo?” aku mengangkat teleponnya, karena aku tidak mau berhadapan dengan jeyon lagi.
“KYAAAAAAAA KIM JONGHYUN. kamu dimana hahh???” aish siapa ini tiba-tiba berteriak-teriak ga jelas.
“nugu?”
“kau tidak mengenal suaraku?? Yaa bodoh, aku ini han hyunna. Kau dimana? Cepat pulang. Key mencarimu kemana-mana. Kau itu sakit bodoh.”
“yaa kau berani sekali menyebutku bodoh. Aku matikan teleponnya nih.”
“kyaa jangannnn. Mian,mian, ayo pulanglah. yaa”
“baiklah aku akan pulang tapi sebelumnya, aku ingin bertemu dulu denganmu. Tunggu aku di tempat biasa sekarang.”
“yaa kim jonghyun”
Tanpa pikir panjang lagi aku memutuskan teleponnya. “see, lepaskan aku jeyon. Aku ada acara dengan yeojachinguku.”
Perlahan jeyon melepaskan tangannya, hahh baguslah. “ujian sebentar lagi. 2 minggu lagi jonghyun. aku akan melepasmu jika kamu memberikan alesannya pada hyunna. Hal yang selalu menghantuimu setiap saat. Hal yang membuatmu menjadi seperti ini. Hal yang membuatmu selalu memberikan lembar jawaban yang kosong.” Aku diam mendengar perkataannya barusan, apa aku harus memberitahu ini pada hyunna?
“kurasa memang kau tidak sanggup. Kalau kau tidak bisa memberikan alesannya, aku yang akan memberitahukannya pada hyunna. Aku tidak peduli lagi kalau kau akan membenciku selamanya. Kau pikirkan kembali, kalau sangat menyakitkan bukan dikhianati dua kali oleh orang yang kau sayang.” Aku membulatkan mataku. “cih dasar yeoja brengsek.” Aku pergi tanpa melihat ke arahnya lagi.
            Aku berjalan ke apartemen key. ani, aku tidak boleh masuk, bisa-bisa aku duluan mati. “kau harus menjelaskan sesuatu hyung” terdengar suara key yang sangat menyeramkan bagiku. aku menelan ludahku, dan berusaha menoleh ke belakang. Aku tahu suara ini, omo key pasti sangat marah. Namun kenapa sangat sulit aku menolehkan kepalaku ini. Mungkin lebih baik aku segera pergi. “aaa, kau tidak bisa kabur hyung.” Katanya lagi,sambil memegang ujung kerah belakangku. Dan langsung menyeretku ke dalam.
            Lagi-lagi aku harus menelan ludahku, dan menahan nafasku saat key melihatku dengan sangat tajam. Aku mencoba tersenyum padanya, “key-ah mian” kataku pelan. “hahh,, so kau sudah buat keputusan??” katanya lagi, yang masih menatapku sangat tajam. Aku menggeleng dengan pelan. “kau bodoh hyung.” Key berdecak pelan lalu pergi meninggalkanku. “key” teriakku memanggil namanya. Namun tidak ada respon sama sekali darinya. Ahh sungguh menyebalkan.
Noona neomu yeppo~
Aku melihat layar teleponku, yeoja pintar. Aigoo aku lupa kalau sekarang dia pasti menungguku. Padahal aku hanya bercanda, itu hanya alesan agar aku bisa bebas dari jeyon. Aku berdecak pelan dan mengangkat teleponnya. “yobseyo.”
“yaaa kim jonghyun, kau tahu yeojamu ada disini bersamaku.” Aku menjauhkan teleponku, mwo namja?
“aku hanya ingin mendengar permintaan maafmu. Maka yeojamu selamat, so datanglah ke tempat ini xxxxxxxxx aku akan menunggumu… awww…”
“yobseyo??” kenapa dia berteriak segala.
“yaa kim jonghyun, jangan kemari. Pokonya jangan, aku baik-baik saja. Ingat kalau kau kesini aku akan marah padamu. kyaaaaaa” eh kenapa dia berteriak.
“yaa yobseyo. Hyunna, han hyunna…”
“cih yeoja sialan. Kau harus datang kim jonghyun”
“tunggu dulu.. yaaa yobseyo. Yobseyo.. yaaaaaaaaargghhhhhh” aku membanting hapeku ke lantai dan membuatnya hancur tidak karuan. Key yang medengar langsung menghampiriku dengan tatapan cemas.
“hyung waeyo?? Apa yang terjadi??”
“ck.. dia di culik key.”
“dia? Nugu?”
“hyunna…”
“mwooo??mworago???”
<<_______________TBC______________>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar